Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: budaya
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Ibu dan Budaya Pola Pemberian Makan Balita Dengan Kejadian Stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan masalah yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak (WHO, 2020). Stunting bisa disebabkan oleh, pendidikan ibu, sosial ekonomi, serta pola pemberian makan (UNICEF, 2020). Berdasarkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka di Kabupaten Bekasi sebesar 21,5% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 13,8% pada tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan balita dengan kejadian stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di RS Sentra Medika Cikarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu, seperti tingkat pendidikan dan sosial ekonomi, dengan kejadian stunting (p = 0,013. Selain itu, budaya pola pemberian makan juga berhubungan dengan kejadian stunting (p = 0,024). Temuan ini sejalan dengan penelitian Auliani et al. (2021) yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak stunting (p = 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,002 (p<0,05) dan ada hubungan antara budaya pola pemberian makan dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0,028 (p<0,05). Karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan berperan dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola pemberian makan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian MPASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Dusun Waluya Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

MPASI diberikan pada bayi usia 6-24 bulan. Di Indonesia prevalensi ibu yang memberikan MPASI dini sebanyak 12,6%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di Dusun Waluya Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 167 ibu dan sampel 130 ibu dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat.Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil Analisis bivariat pada variabel pengetahuan (p= 0,042), pendidikan (p= 0,016), pekerjaan (p= 0,002), budaya (p= 0,000) dan peran petugas kesehatan (p= 0,030). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, budaya dan peran petugas kesehatan dengan pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan. Diharapkan ibu menyususi dapat memberikan MPASI tepat waktu.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Proses Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Hari ke 7 di TPMB Repi Cibitung - Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM HARI KE 7 DI TPMB. REPI, CIBITUNG – BEKASI TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan. Berdasarkan survei di TPMB.Repi, Cibitung – Bekasi, didapatkan 33 dengan ruptur perineum, 9 orang mengalami penyembuhan agak lama (>7) dan 3 orang disertai infeksi perineum seperti terasa panas dan perih diarea perlukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling. Waktu penelitian dilaksanalan selama November – Desember 2022, Data dikumpul dengan kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Status Ekonomi, Budaya, Jarak ke Fasilitas Kesehatan dan Pengetahuan Terhadap Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Oleh Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Enjo Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor Tahun 2020

2023•Koleksi Perpustakaan

Menurut Ketua Komite Ilmiah ICIFPRH, hingga tahun 2019 AKI di Indonesia masih tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Salahsatu penyebabnya yaitu pertolongan persalinan oleh dukun. Diantaranya mitos kepercayaan pada dukun masih kuat, biaya persalinan di dukun tidak ditarif, pengetahuan ibu hamil yang kurang tentang persalinan, jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan status ekonomi, budaya, jarak ke fasilitas kesehatan dan pengetahuan terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan oleh ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tenjo Kec. Tenjo Kab. Bogor tahun 2021. Variabel yang diteliti meliputi status ekonomi, budaya, jarak ke fasilitas kesehatan dan pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik Cross Sectional. Menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan Proportioned Random Sampling. Jumlah responden 124 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tenjo Kab. Bogor terhitung dari september 2021 – januari 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian didapatkan uji chi square nilai p value 0.000 ada hubungan antara budaya ibu hamil trimester III dengan pemilihan tenaga penolong persalinan dengan hasil OR 58.580. Simpulan ada hubungan antara status ekonomi ibu, budaya jarak ke fasilitas kesehatan dan pengetahuan ibu terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan. Disarankan kepada bidan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan oleh bidan agar budaya yang berpengaruh dengan persalinan oleh dukun tidak dianut lagi.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan tingkat dunia, Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan dini tinggi di dunia (rangking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Sibagariang, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah dengan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi seluruh remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi sebanyak 104 responden. Sampel yang diteliti sebagian remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan data primer. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Pendidikan remaja putri dengan nilai P= 0,009, Status ekonomi dengan nilai P=0,012, Pengetahuan dengan nilai P= 0,030, Budaya dengan nilai P= 0,021, Lingkungan dengan nilai P= 0,002, Peran Orang Tua dengan nilai P= 0,004, Peran Teman Sebaya nilai P= 0,030, dengan kejadian pernikahan dini di Dusun I Desa Tanjung Sari. Tidak ada kesenjangan dari semua variabel yang diteliti dengan Teori. Dari 7 variabel yang diteliti yaitu pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, budaya, lingkungan, peran orang tua, peran teman sebaya adanya hubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Saran bagi remaja, staff Desa, peneliti selanjutnya dan institusi paham mengenai resiko pernikahan dini maupun Kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan perarutan yang ada, melanjutkan yang belum diteliti serta menmbah referensi yang ada mengenai pernikahan dini.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan persalinan Oleh Dukun Bayi di Desa Bantarjaya Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Indikator yang digunakan adalah jumlah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup . menurut SDKI (2017) AKI pada pada tahun 2012 sebanyak 359/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2015 jumlah AKI menjadi 305/100.000 kelahiran hidup. Pada puskesmas pebayuran pada tahun 2018 dan 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2018 sebanyak 38 orang melahirkan di Paraji (Non tenaga kesehatan) dan pada tahun 2019 sebanyak 76 orang. Hasil data puskesmas pebayuran 6 bulan terakhir sebanyak 34 ibu yang bersalin di tolong oleh dukun bayi. Metode penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi nya dalah seluruh ibu bersalin yang di tolong oleh dukun bayi yaitu sebanyak 188 orag sedangkan untuk sampel yang di teliti yaitu sebanyak 127 orang, Namun dikarenakan sedang pandemic Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk mengambil seluruh data yang ada sehingga peneliti hanya menggambil 30 responden sebagai sampel minimal. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner yang di isi oleh responden. Hasil penelitian bivariate menunjukan adanya hubungan antara ekonomi dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P = 0,004, hasil OR 21,000. Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P= 0.014, hasil OR 11,875. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P = 0,003, hasil OR 26,250. Ada hubungan antara kebudayaan dengan pemilihan penolong persalinan yaitu sebanyak P=0,026, OR 9,000 Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yang di teliti memiliki hubungan antara ekonomi, pengetahuan, dukungan keluarga,kebudayaan dengan pemilihan penolong persalianan di Desa bantar jaya tahun 2020. Saran bagi responden, institusi, peneliti selanjutnya, dinas kesehatan kab.bekasi, tenaga kesehatan lebih memahami resiko persalinan di oleh dukun bayi , meningkatkan program-program kesehatan yang sedang di jalanin, dan melanjutkan yang belum diteliti serta menambah referensi yang mengenai persalinan oleh dukun bayi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Keikutsertaan Suami Sebagai Akseptor KB di Desa Karang Mekar Kec. Kedungwaringin Kab. Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Jumlah suami yang menggunakan kontrasepsi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat keikutsertaan suami sebagai akseptor KB di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bakasi Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional . Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah laki-laki yang sudah mempunyai istri di Desa Karang Mekar tahun 2019 sebanyak 424, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 44,9% (P value 0,024), pada responden dengan usia istri yang beresiko sebanyak 31,1% (P value 0,049), pada responden dengan jumlah anak yang grandemultipara sebanyak 22,6% (P value 0,049), pada responden yang memiliki sikap tidak setuju sebanyak 45,5% (P value 0,008), dan pada responden yang memiliki kebudayaan yang tidak mendukung sebanyak 31,1% (P value 0,049). Untuk lebih banyak lagi keikutsertaan suami maka harus sering-sering diberikan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan kepada laki-laki tentang kontrasepsi yang ada untuk pria.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pernikahan Dini pada Remaja Puteri di DesaKutagandok Kabupaten Karawang Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019. Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Gangguan Jiwa di RT/RW 002/04 Desa Sukarahayu Kecamata Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Gangguan jiwa merupakan seseorang yang mengalami gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran perilaku, perasaan, motivasi, kemauan, keinginan dan persepsi sehingga menggangu dalam proses hidup di masyarakat (Nasir & Muhith, 2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan jiwa belum diketahui secara pasti akan tetapi faktor yang diduga sebagai penyebab gangguan jiwa yaitu faktor somatik, faktor psikososial, dan faktor sosio-kultural (Direja, 2011). Gangguan jiwa dapat mempengaruhi fungsi kehidupan seseorang. Aktivitas, kehidupan sosial, ritme pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga jadi terganggu karena gejala ansietas, depresi, dan psikosis. Seseorang dengan gangguan jiwa apapun harus segera mendapatkan pengobatan. Keterlambatan pengobatan akan semakin merugikan penderita, keluarga dan masyarakat (Yosep, 2011). Berdasarkan hasil studi pendahuluan data dari Humas Puskesmas kecamatan Tambelang terdapat 7 penderita gangguan jiwa di desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi tahun 2019. Hasil survey dan wawancara singkat yang dilakukan terhadap 20 orang warga yang tinggal di wilayah RT/RW 002/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi tahun 2019 tentang pengetahuan gangguan jiwa diperoleh hasil 15 dari 20 orang warga, tidak mampu menjawab dengan tepat tentang pengertian gangguan jiwa, penyebab gangguan jiwa serta tanda gejala dari gangguan jiwa. Dimana dari 15 warga menjawab penderita gangguan jiwa adalah orang gila yang harus di hindari karena mereka berbahaya bagi orang lain dan bisa mengamuk kapan saja, Penyebab dari gangguan jiwa itu oleh guna-guna dan dari roh-orh jahat sebaiknya di kurung di dalam rumah, serta tanda gejala dari gangguan jiwa itu orang yang sering berteriak-triak sendiri, melamun dan berdiam diri, menangis dan berbicara sendiri. 5 orang warga mengatakan penderita gangguan jiwa merupakan kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental, penyebab gangguan jiwa itu beban hidup yang berat maka menekan pikiran menjadi (depresi), dengan tanda gejala rasa putus asa, murung, gelisah dan cemas. Tujuan : Tujuan oenilitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat Pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa di RT/RW 002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di RT/RW 00/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi yaitu sebanyak 385 warga. Sampel dalam penelitian adalah 80 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya (Nursalam, 2003). Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan data sekunder. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat hubungan secara bermakna dengan tingkat pengaetahuan masyarakat di di RT/RW 002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi Tahun 2019. Variabel yang berhubungan adalah pendidikan (P value 0,016 < 0,05), pekerjaan (P value 0,047 < 0,05), umur (P value 0,028 < 0,05), lingkungan (P value 0,045 < 0,05), dan sosial budaya (P value 0,024 < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan, pekerjaan, umur, lingkungan, dan sosial budaya pada masyarakat di RT/RW 00/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi 2019. Saran : Diharapkan bagi masyarakat terutama khususnya warga masyarakat yang di sekirat tempat tinggalnya terdapat penderita gangguan jiwa untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang gangguan jiwa misalnya mengikuti penyuluhan tentang gangguan jiwa, mencari informasi tentang ganguan jiwa melalui media masa (televisi, buku, koran dan majalah) atau mendiskusikannya dengan tenaga kesehatan setempat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail