2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di
Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial.
Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang
memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan
pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini
pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group.
Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya
(n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan
sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired
T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA
(67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi
menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876;
p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat
pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.