BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja puteri. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pernikahan dini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di SMA Tunas Bangsa Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja puteri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test setelah data dinyatakan berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (56%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori baik (53%). Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di
Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial.
Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang
memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan
pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini
pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group.
Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya
(n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan
sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired
T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA
(67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi
menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876;
p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat
pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan dini mengacu pada pernikahan yang melibatkan remaja, yaitu individu yang berusia antara 13 hingga 18 tahun, yang sebetulnya belum sepenuhnya matang baik secara fisik maupun mental. Kegiatan menikah di usia muda menjadi hal yang dianggap biasa oleh beberapa kelompok dalam masyarakat atau budaya Indonesia. Tingginya angka pernikahan dini di Indonesia, khususnya di Kecamatan Cibarusah, menjadi perhatian serius karena berdampak pada aspek kesehatan, pendidikan, dan psikososial remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi media booklet terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di kelas VIII SMPN 3 Cibarusah. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas VIII di SMPN 3 Cibarusah yang berjumlah 359 siswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 189 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan setelah diberikan edukasi dengan media booklet, dan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Diharapkan media ini dapat digunakan sebagai salah satu metode edukatif dalam upaya pencegahan pernikahan dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pernikahan sehat dan sejahtera merupakan pernikahan yang diinginkan, tidak semua pernikahan dilaksanakan sesuai dengan kriteria khususnya dari segi usia dan faktor kesiapan menikah yang lain sehingga berujung pada perceraian. Usia salah satu faktor yang perlu dilihat sebelum adanya pernikahan, karena menikah di usia muda merupakan tantangan besar bagi setiap pasangan, akan tetapi fenomena menikah usia muda di Indonesia menjadi hal yang biasa.
Tujuan : Mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMA N 1 Tambun Utara tahun 2024
Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan Populasi penelitian 748 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu Random sampling dengan rumus Slovin di dapatkan sampel 88 orang. Analisis menggunakan Uji Chi-square.
Hasil : Pada analisis Univariat didapatkan mayoritas ekonomi keluarga <UMR (<Rp.5.200.000) sebanyak 56.8%, sebanyak 59.1% remaja kurang terpapar media informasi, sebanyak 58% remaja orang tua yang kurang mendukung dan sebanyak 60.2% remaja dengan teman yang kurang mendukung. Pada analisis Bivariat didapatkan nilai P= 0.022 <0,05 dengan odd ratio (OR) 2.726, ekonomi <UMR beresiko 2.726 kali lebih besar memiliki pengetahuan kurang di banding ekonomi ≥UMR, Nilai P=0.013 <0,05 dengan ratio (OR) 3.342, remaja kurang terpapar beresiko 3.342 kali lebih besar berpengetahuan kurang di banding remaja yang terpapar media informasi. Nilai P=0.013 <0,05 dengan odd ratio (OR) 3.012, peran orang tua kurang mendukung memiliki resiko 3.012 kali lebih besar berpengetahuan kurang di bandingkan dengan peran orang tua mendukung dan nilai p= 0.013 <0,05 dengan odd ratio (or) 3.028, peran teman kurang mendukung memiliki resiko 3.028 kali lebih besar berpengetahuan kurang dibanding peran teman yang mendukung.
Kesimpulan: Ada hubungan ekonomi keluarga, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dengan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMA N 1 Tambun Utara tahun 2024. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk melakukan penyuluhan kepada remaja usia subur tentang pernikahan dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kader merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 80% yang memiliki pengetahuan cukup tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ceramah dan media kartun animasi setelah dilakukan intervensi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini di Desa Sukamurni. Dalam penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Designs dengan desain rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 50 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner, ceramah dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis univariat, distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat ialah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan metode ceramah dan media kartun animasi tentang pernikahan dini. Saran kader memberikan edukasi kepada Masyarakat dengan memberikan video kartun animasi tentang pernikahan dini yang telah disajikan oleh peneliti pada saat melakukan penelitian
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Pengeumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil penelitian didapat pengaruh teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi pvalue sebesar 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan dini merupakan hal yang menjadi masalah dikalangan remaja maupun masyarakat. Pernikahan ini juga mengakibatkan para remaja menjadi putus sekolah sehingga membuat mereka kehilangan kesempatan dalam menuntut ilmu. Di Negara Indonesia menunjukkan angka 36 dari 1.000 perempuan melahirkan di usia remaja berumur 15 tahun hingga 19 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini di SMK Negeri 1 Setu Tahun 2023. Metode penelitian adalah metode pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest design, dimana pada penelitian ini tidak ada kelompok pembanding (control). Populasi dalam penelitian ini remaja putri di kelas X, XI, XII SMK Negeri 1 Setu. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2023 teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel 88 responden. Analisis data yang digunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini berdasarkan uji statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri dengan nilai p-value 0,042. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kader yang merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 80% yang memiliki pengetahuan cukup tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ceramah dan media kartun animasi setelah dilakukan intervensi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini di Desa Sukamurni. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Pre-Eksperimental Designs dengan desain rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 50 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner, ceramah dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis univariat, distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat ialah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ceramah dan media kartun animasi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelun diberikan intervesi 20.68 dan sesudah diberikan intervensi 28.38. Hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 7.7. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0.000 α (0.05) yang berarti ada pengaruh setelah diberikan ceramah dan media kartun animasi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan metode ceramah dan media kartun animasi tentang pernikahan dini. Saran kader memberikan edukasi kepada Masyarakat dengan memberikan video kartun animasi tentang pernikahan dini yang telah disajikan oleh peneliti pada saat melakukan penelitian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk anilisis univariat untuk distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian media kartun animasi terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum intervensi 14,87 dan sesudah 19,35. Hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 4,48. Hasil uji wilcoxon diperoleh pvalue 0,000 α (0,05) yang menunjukan adanya pengaruh setelah diberikan media kartun animasi tentang pernikahan dini pada remaja. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada teman sebaya di Desa Sukamurni dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan remaja setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media kartun animasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pernikahan dini merupakan hal yang menjadi masalah dikalangan remaja maupun masyarakat. Pernikahan ini juga mengakibatkan para remaja menjadi putus sekolah sehingga membuat mereka kehilangan kesempatan dalam menuntut ilmu. Di Negara Indonesia menunjukkan angka 36 dari 1.000 perempuan melahirkan di usia remaja berumur 15 tahun hingga 19 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini di SMK Negeri 1 Setu Tahun 2023. Metode penelitian adalah metode pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest design, dimana pada penelitian ini tidak ada kelompok pembanding (control). Populasi dalam penelitian ini remaja putri di kelas X, XI, XII SMK Negeri 1 Setu. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2023 teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel 88 responden. Analisis data yang digunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini berdasarkan uji statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri dengan nilai p-value 0,042. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan dini adalah pasangan kategori dibawah usia 19 tahun. Hasil wawancara remaja putri di SMK Bina Patriot 9 dari 10 orang memiliki pengetahuan kurang terkait bahaya pernikahan dini dikarenakan belum ada yang melakukan sosialisasi bahaya pernikahan dini di sekolah. Tujuan peneliti mengidentifikasi efektivitas pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini di SMK Bina Patriot. Pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 110 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Ada efektif dengan meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan p value = 0,000 (p < 0,05). Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMK Bina Patriot disarankan mencari informasi melalui media digital yang mudah diakses dan tetap konsisten batas usia menikah 21 tahun.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan tingkat dunia, Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan dini tinggi di dunia (rangking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Sibagariang, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah dengan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi seluruh remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi sebanyak 104 responden. Sampel yang diteliti sebagian remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan data primer.
Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Pendidikan remaja putri dengan nilai P= 0,009, Status ekonomi dengan nilai P=0,012, Pengetahuan dengan nilai P= 0,030, Budaya dengan nilai P= 0,021, Lingkungan dengan nilai P= 0,002, Peran Orang Tua dengan nilai P= 0,004, Peran Teman Sebaya nilai P= 0,030, dengan kejadian pernikahan dini di Dusun I Desa Tanjung Sari. Tidak ada kesenjangan dari semua variabel yang diteliti dengan Teori.
Dari 7 variabel yang diteliti yaitu pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, budaya, lingkungan, peran orang tua, peran teman sebaya adanya hubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Saran bagi remaja, staff Desa, peneliti selanjutnya dan institusi paham mengenai resiko pernikahan dini maupun Kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan perarutan yang ada, melanjutkan yang belum diteliti serta menmbah referensi yang ada mengenai pernikahan dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pernikahan dini adalah pasangan kategori dibawah usia 19 tahun. Hasil wawancara remaja putri di SMK Bina Patriot 9 dari 0 orang memiliki pengetahuan kurang terkait bahaya pernikahan dini dikarenakan belum ada yang melakukan sosialisasi bahaya pernikahan dini di sekolah. Tujuan peneliti mengidentifikasi efektivitas pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan remaja putri tentang bahaya prnikahan dini di SMK Bina Patriot. Pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 110 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesoner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat adalah uji wilcoxon signed rank test. Ada efektif dengan meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan p value = 0,000 (p0,05). Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan audio visual efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMK Bina Patriot disarankan mencari informasi melalui media digital yang mudah diakses dan tetap konsisten batas usia menikah 21 tahun.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan dini yaitu merupakan institusi agung untuk mengikat dua insan lawan jenis yang masih remaja dalam satu ikatan keluarga. Remaja itu sendiri adalah anak yang di bawah usia 19 tahun ada pada masa peralihan antara masa anak-anak ke dewasa, dimana anak-anak mengalami perubahan-perubahan cepat disegala bidang. Mereka bukan lagi anak-anak, baik bentuk
badan, sikap,dan cara berfikir serta bertindak, namun bukan pula orang dewasa yang telah matang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian pernikahan dini di Desa Sindang Sari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2021
Jenis metode penelitian ini adalah penelitian dengan deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Desa Sindang Sari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang yang berjumlah 89 orang dan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.
Analisis data dilakukan secara univariat dan crosstab. Dari hasil penelitian univariat diperoleh dari 89 responden yang melakukan pernikahan dini sebanyak 48 responden (53,9%). Pada responden dengan usia beresiko sebanyak 39 responden (81,2%). pada responden dengan pendidikan rendah
sebanyak 46 responden (80,8%). Pada responden yang tidak bekerja sebanyak 28 responden (50 %). Pada responden dengan penghasilan rendah sebanyak 39 responden (82,1%).
Kesimpulan diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Desa Sindang Sari Kecamatan Rengasdengklok untuk terus memberikan penyuluhan atau pengarahan terkait dampak melakukan menikah usia dini kepada remaja terutama pada remaja puteri, dan di harapkan pasangan tersebut mengetahui tentang resiko yang akan dialami pada kehamilan usia muda dan tenaga kesehatan lainnya lebih aktif untuk memberikan penyuluhan program keluarga berencana.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa tingkat pernikahan dini di Jawa Barat tahun 2014 jumlah pasangan usia perkawinan mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS) yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang di lakukan di Dusun III Desa Karang Baru pada 110 Remaja putri ternyata 67 orang telah melakukan pernikahan dini . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja puteri di Dusun III Desa Karang Baru Kabupaten Bekasi 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 110 orang remaja putri di dusun III Desa Karang Baru dan didapatkan hasil 67 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan bermakna Antara Pengetahuan (P-Value = 0,022), Pendidikan (P-Value = 0,003), Status Ekonomi(P-Value = 0,001), Lingkungan (P-Value=0,032), Teman Sebaya (P-Value=0,014), Sumber Informasi (P-Value 0,020) dengan kejadian pernikahan dini di Dusun III Desa Karang Baru Kab.Bekasi tahun 2018.
Dari 6 Variabel yang di teliti (Pengetahuan, Pendidikan,Status Ekonomi,Lingkungan,Teman Sebaya, Sumber Informasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun III Desa Karang Baru.Saran dengan Adanya kerja sama antara remaja, pihak desa sarimukti dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkan kejadian pernikahan dini tidak akan terjadi lagi atau angka kejadiannya dapat menurun drastis.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.