Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Sumber Informasi.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing di TPMB Riris Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Islam Al-Amin Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Masalah personal hygiene ketika menstruasi pada remaja merupakan derteminan status kesehatan remaja yang berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Buruknya personal hygiene saat menstruasi berpengaruh besar terhadap morbiditas dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja putri terhadap personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan mengunakan desain Cross Sectional, teknik pengambilan sempel menggunkan total sampling dengan jumlah responden 121. Hasil penelitian didapatkan nilai pengetahuan (P= 0,000), Dukungan keluarga (P= 0,000), Dukungan teman (P=0,369), Sarana prasarana (P=0,000), Sumber informasi (P=0,000). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan Antara pengetahuan, dukungan keluarga, sarana prasarana dan sumber informasi terhadap personal hygiene saat menstruasi.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja. Survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja berjumlah 124 orang. Sampelnya sebanyak 94 orang menggunakan Teknik purposive sampling. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS yaitu pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Di Perumahan Graha Melasti RW 14 Desa Sumberjaya tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) jumlah penderita yang semakin bertambah, maka dari itu perlunya melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja harus menjadi perhatian guna untuk meningkatkan mutu remaja di mata masyarakat penyebaran HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi yang menentukan perilaku seseorang dalam pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada remaja Perum Graha Melasti RW 014 dengan jumlah populasi sebesar 123 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengumpulan data non-probability sampling didapatkan dari hasil rumus slovin sebanyak 94 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi-Square Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya adalah pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Uji korelasi antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS mempunyai nilai 0.0030.040, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan. Sarankan yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan HIV/AIDS.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa sehingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa sehingga menurut WHO telah menjadikan status virus corona ini sebagai pandemic. Tujuan penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan Ibu Hamil tentang penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun 2021. Metode : metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggun akan Accidental sampling dengan jumlah 102 orang. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari umur, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang Pencegahan Covid-19. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variable dan crosstab (tabulasi silang). Hasil : responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 68,6%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 61,8%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 83,3%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 60,8%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 61,8%, Pada responden dukungan tenaga kesehatan yang menunkung sebanyak 73,5%, Pada responden dukungan keluarga yang kurang mendukung sebanyak 67,6% dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 74,5% dari hasil penelitian 8 variabel independen tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan : distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil yang mengetahui pencegahan Covid-19 paling banyak ibu yang berpengetahuan rendah ada 70 Ibu Hamil dibandingkan ibu yang berpengetahuan tinggi ada 32 Ibu Hamil di Klinik Umum Tanjung Tahun 2020. Saran : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan covid-19 yang akan digunakan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya covid-19 melakukan penerapan pencegahan Covid-19 dengan baik.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Dusun III Desa Karang Baru Kab. Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa tingkat pernikahan dini di Jawa Barat tahun 2014 jumlah pasangan usia perkawinan mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS) yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang di lakukan di Dusun III Desa Karang Baru pada 110 Remaja putri ternyata 67 orang telah melakukan pernikahan dini . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja puteri di Dusun III Desa Karang Baru Kabupaten Bekasi 2018. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 110 orang remaja putri di dusun III Desa Karang Baru dan didapatkan hasil 67 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan bermakna Antara Pengetahuan (P-Value = 0,022), Pendidikan (P-Value = 0,003), Status Ekonomi(P-Value = 0,001), Lingkungan (P-Value=0,032), Teman Sebaya (P-Value=0,014), Sumber Informasi (P-Value 0,020) dengan kejadian pernikahan dini di Dusun III Desa Karang Baru Kab.Bekasi tahun 2018. Dari 6 Variabel yang di teliti (Pengetahuan, Pendidikan,Status Ekonomi,Lingkungan,Teman Sebaya, Sumber Informasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun III Desa Karang Baru.Saran dengan Adanya kerja sama antara remaja, pihak desa sarimukti dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkan kejadian pernikahan dini tidak akan terjadi lagi atau angka kejadiannya dapat menurun drastis.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail