Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: tingkat pendidikan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Karakteristik Perawat Berhubungan Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primipara Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respon (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Suatu perasaan takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil primipara trimester 3 dalam menghadapi persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P=0.000 <0,05 artinya ada pengaruh umur terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.009 >0,05 artinya ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.020 >0,05 artinya ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat kecemasan dan didapatkan nilai P=0.033 <0,05 artinya ada pengaruh pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada masyarakat tentang faktor risiko kecemasan ibu hamil, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terjadinya dampak negatif pada ibu hamil dan janinnya

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p <0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p <0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p <0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan PHBS di Desa MekarMukti Cikarang Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh kader kesehatan memiliki peran yang aktif. Lebih dari separuh kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif. Disarankan kepada puskesmas untuk selalu memperhatikan kualitas, memberikan penghargaan, melakukan evaluasi bagi kader kesehatan dan tokoh masyarakat diharapkan lebih giat serta meningkatkan koordinasi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja. Survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja berjumlah 124 orang. Sampelnya sebanyak 94 orang menggunakan Teknik purposive sampling. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS yaitu pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19. Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran. Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Di Perumahan Graha Melasti RW 14 Desa Sumberjaya tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) jumlah penderita yang semakin bertambah, maka dari itu perlunya melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja harus menjadi perhatian guna untuk meningkatkan mutu remaja di mata masyarakat penyebaran HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi yang menentukan perilaku seseorang dalam pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada remaja Perum Graha Melasti RW 014 dengan jumlah populasi sebesar 123 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengumpulan data non-probability sampling didapatkan dari hasil rumus slovin sebanyak 94 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi-Square Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya adalah pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Uji korelasi antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS mempunyai nilai 0.0030.040, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan. Sarankan yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan HIV/AIDS.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Memakai Masker Saat Pandemi Covid-19 di Warga RT 003 RW 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. secara resmi World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia mendeklarasi virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas didunia. Istilah pandemi terkesan menakutkan tapi sebenernya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas ingat, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Negara pertama yang dengan kasus terbanyak adalah Negara Amerika Serikat dengan total kasus sebesar 1.188.150 dengan total korban jiwa sebanyak 68.599 dan total kasus 178.263 (Worldometer 2020). perkembangan Covid-19 di Indonesia sangat berkembang pesat. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus sebesar 4.463, yang terdiri dari 408 jiwa dan 632 pasien yang sembuh dari Covid-19. Jawa Barat merupakan provinsi yang berada diurutan ketiga tertinggi dalam perkembangan Covid-19 yaitu sebanyak 1.054 kasus, dengan korban jiwa sebanyak 86 dan pasien yang sembuh sebanyak 159 (Kementrian Kesehatan RI, 2020). Kabupaten Bekasi pada 12 Oktober 2020 kasus Covid-19 telah mencapai 3.491 kasus yang positif (Kompas.com). Kecamatan Tambelang kasus Covid-19 ada 6 kasus yang positif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang sigifikan antara Pemahaman Tentang Intruksi (p = 0,009 < α = 0,05), Tingkat Pendidikan (p = 0,045 < α = 0,05), Keyakinan (p = 0,000 < α = 0,05), Dukungan Sosial (p = 0,000 > α = 0,05), dan Pengetahuan (p = 0,014 < α = 0,05, dengan kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pendemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang terdapat pengaruh adalah pemahaman tentang intruksi, tingkat pendidikan, keyakinan, dukungan sosial dan pengetahuan.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhuungan Dengan Motivasi Klien Stroke Melakukan Rentang Gerak di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Stroke merupakan penyakit neurologis atau vokal yang terjadi akibat penyubatan dan pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung selama lebih dari 24 jam yang menyebabkan kematian kurang dari 24 jam pada penyakit stroke apabila tidak mendapat penangan khusus bisa menyebabkan kecacatan.Oleh karena itu untuk mempertahankan supaya tidak terjadi kekakuan pada otot dan sendi maka penderita stroke harus melakukan Range Of Motion. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan rentang sendi pasien stroke di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018 Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus satu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh klien stroke di RSUD Kota Bekasi jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 54 orang klien stroke dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 54 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (P value = 0,003< α (0,05) ; OR 6,750), dukungan keluarga (P value = 0,015< α (0,05) ; OR 4,722), peran dan fungsi keluarga (P value = 0,007 < α (0,05) ; OR 6,750),dan perilaku klien stroke (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 7,037) dengan motivasi klien stroke melakukan Range Of Motion (ROM) Diharapkan bagi klien stroke untuk melakukan latihan Range Of Motion (ROM) sedini mungkin supaya mampu mempertahankan kegiatan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita stroke supaya selalu memberikan dukungan berupa motivasi dan dukungan lainnya. Kesimpulan latihan Range Of Motion (ROM) dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada stroke

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecemasan Klien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Berdasarkan Karakteristik Klien di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal merupakan salah satu untuk mempertahankan kelangsungan hidup penyakit gagal ginjal kronik adalah dengan menjalani hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Di Indonesia Prevalensi GGK diperkirakan mencapai 400 jiwa per 1 juta penduduk dan prevalensi klien GGK yang menjalani hemodialisa mencapai 15.424 kasus Hasil penelitian yang dilakukan Musa, dkk (2015) mengenai kecemasan klien gagal ginjal kronik didapatkan hasil 34,2% responden mengalami kecemasan berat, 29,4% mengalami kecemasan sedang, sedangkan 18,2% responden mengalami kecemasan ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik dengan karakteristik klien di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan desain penelitian analitik kualitatif dan metode cross sectional (potong lintang). Penelitian ini menggunakan dengan 53 populasi, 10 responden dijadikan sebagai sampel pada studi pendahuluan dan 43 responden dijadikan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner SARS (Zung Self - Rating Anxiety Scale) sebanyak 15 soal menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap kecemasan klien gagal ginjal kronik. Variabel yang berhubungan adalah umur (P value = 0,018 dan OR 8,591), tingkat pendidikan (P value 0,024 dan OR 5,262), tingkat pengetahuan (P value = 0,011 dan OR 6,686), jenis kelamin (P value = 0,016 dan OR 6,222), dukungan psikososial keluarga (P value = 0,022 dan OR 5,333), dan pengalaman (P value = 0,004 OR 8,821). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, dan pengalaman dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail