Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: motivasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN DALAM MENERAPKAN 5 PILAR PADA PASIEN DM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Maret 2023 Faozah Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan BundaTahun 2023 VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026, dan Ada Hubungan Motivasi dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan Dukungan Keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.

24 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada Pasien DM yang Melakukan perawatan dirumah diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.

15 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Bougenville RSUD Bayu Asih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ERNA PUJIWATI NIM : 020319714 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULCUS DIABETIK FOOT DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA xv + 74 Halaman + 6 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Hubungan Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di Ruang Perawatan Bedah (Ruang Bougenville dan Ruang Mawar) yang berjumlah 26 orang. Tehnik sampel menggunakan accindental sampling dengan jumlah 22 orang. Instrumen penelitian untuk variabel motivasi menggunakan kuesioner dan variabel tindakan perawatan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi tiap variabel dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya. Bahan bacaan : 19 (2009-2017) Kata Kunci : Motivasi, Tindakan Perawatan Luka.

13 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien DM Tipe 2 dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telaga Sari Kabupaten Karawang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, 19 April 2023 Nama : FIRMAN SENTOSA Nim : 221070069 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS TELAGASARI KARAWANG +68 Halaman + 2Bagan+7 Tabel + 12 Lampiran ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis. Kata kunci : pengetahuan, Motivasi Mengikuti Prolanis Suherman Medical University GRADUATE NURSING AND NERS PROFESSION STUDY PROGRAM THESIS, 19 April 2023 Name : Firman Sentosa Nim : 221070069 THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN FOLLOWING THE CHRONIC DISEASE MANAGEMENT PROGRAM (PROLANIS) IN TELAGASARI KARAWANG HEALTH CENTER + 68 Page + 2 Chart + 7 Table + 12 Attachment Abstract Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease in the form of metabolic disorders characterized by sugar levels that exceed normal limits. Prolais is a health service system and proactive approach that is carried out in an integrated manner by involving participants, health service facilities and BPJS Kesehatan in the framework of health services for BPJS Kesehatan participants who have chronic diseases to achieve the highest quality of life with effective and efficient health service costs. Research Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and motivation of Type II Diabetes Mellitus Patients about the Activities of the Chronic Disease Management Program ( PROLANIS) at the Telagasari Karawang Health Center. Method: This study used a sectional cros design. The sample in this study was 57 respondents of DM patients who participated in the prolanis at the Telagasari Karawang Health Center. The data collected using cakes. Results: The results show that there is a relationship between knowledge and motivation in following the prolanist (p value = 0.002). Conclusion: it is important to educate and support DM patients and their families to increase the motivation of DM patients to follow the prolanis. Keywords: knowledge, motivation to follow the prolanist

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

25 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

22 dilihat · 8 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berhenti Merokok Pada Remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodologi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p<0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja Pesisir Pantai Sederhana.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi, Mekanisme Koping dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama di Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman Tahun 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kepuasan kerja merupakan salah satu kunci bagi pegawai untuk menyelesaikan tugasnya. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya menampilkan sikap dan emosi yang positif sehingga mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui beban kerja dan motivasi kerja terharap kepuasan kerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pegawai Puskesmas Mekarmukti. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa untuk kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi di dapatkan 36 responden (63,8%) Kepuasan kerja pegawai rendah, sedangkan 21 responden (36,8%) kepuasan kerja pegawai tinggi. Didapatkan ada hubungan antara beban kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,000) dan jenis kelamin (p=0,049). Kemudian yang tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,806), status pernikahan (p=1,000), umur (p=1,000), status kepegawaian (p=0,522) dan lama kerja perhari (p=0,938) dengan kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan PHBS di Desa MekarMukti Cikarang Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh kader kesehatan memiliki peran yang aktif. Lebih dari separuh kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif. Disarankan kepada puskesmas untuk selalu memperhatikan kualitas, memberikan penghargaan, melakukan evaluasi bagi kader kesehatan dan tokoh masyarakat diharapkan lebih giat serta meningkatkan koordinasi.

14 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi WUS melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan kedua di Indonesia. Data Kemenkes tahun 2020 terdapat 36,633 (9,2%) kasus di Indonesia. Cakupan pemeriksaan IVA test di Kabupaten Bekasi yang masih rendah yaitu hanya 0,02% pada Triwulan 1 (Januari s.d maret) Tahun 2022 dari 44 Kecamatan dan 44 Puskesmas. Masih kurangnya pengetahuan dan informasi yang keliru tentang kanker serviks sehingga wanita usia subur takut melakukan pemeriksaan IVA test. Tenaga Kesehatan membantu program pemerintah membantu memberikan edukasi dan informasi pada wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan melakukan deteksi dini dengan metode IVA test. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi seluruh wanita usia subur di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022 yaitu sebanyak 258 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur (WUS) melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020 dengan nilai P value 0,05. Kesimpulan, terdapat peningkatan yang sangat siginfikan terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur setelah diberikan media audio visual. Dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020.

16 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stress Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Di Universitas Medika Suherman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidak sesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil ( = 0,010 α 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi prestasi dalam akademik perkuliahan

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Motivasi dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy pada Penderita Diabetes Melltus di Puskesmas Sukajaya Tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang disebabkan oleh pankreasyang tidak cukup memproduksi insulin. Di puskemas sukajaya dari 2 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 74 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan motivasi dengan perilaku pencegahan komplikasi Diabeticum Peripheral Neuropathy pada penderita Diabetes Melitus. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana besar sampel sama dengan pupulasi, dengan populasi 74 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Chi square menunjukan bahwa p value 0.00 0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara motivasi dengan perilaku pencegahan komplikasi Diabeticum Peripheral Neuropathy, dengan nilai OR 2.357 (1.584-3.508) yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Sebagian besar 55,4% memiliki motivasi yang kurang baik sedangkan, Sebagian besar 74,3% memiliki perilaku pencegahan komplikasi dpn yang kurang baik. Di harapkan dapatmelakukan pencegahan secara teratur dan menerapkan Gaya hidup yang sehat dengan cara menigkatkan motivasi dan mengecek gula darah agar tetap normal.

14 dilihat · 10 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Belajar Dalam Pembelajaran Daring pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman Tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Motivasi Belajar merupakan kecenderungan psikologis dan dorongan internal yang mengendalikan siswa untuk belajar. Motivasi dapat digerakkan dari faktor eksternal seperti upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik, kondisi lingkungan belajar, sedangkan motivasi faktor internal seperti cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, dan unsur-unsur dinamis dalam belajar. Tujuan : untuk meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman. Metode : Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Instumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, dengan populasi 149 dan didapatkan besar sampel 108 responden. Analisis data dilakukan secara secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan program SPSS. Hasil: Uji chi square menunjukkan bahwa nilai p value pada variabel cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik adalah (0,0190,05), (0,0180,05), (0,0010,05), (0,0130,05), (0,0000,05), (0,0450,05). Kesimpulan : Ada hubungan cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring.

15 dilihat · 8 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Motivasi Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Penanganan Pasien Covid-19 di Ruang IGD RS X Kabupaten Bekasi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Covid-19 saat ini merupakan penyakit pandemi di seluruh negara dengan tingkat penyebaran infeksi tertinggi. untuk mencegah tertular Covid 19 perawat harus menggunakan alat pelindung diri, salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat adalah motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri pada penanganan pasien Covid-19 di Ruang IGD RS X Kabupaten Bekasi.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, Jumlah sampel 30 perawat dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri pada penanganan pasien Covid-19 di Ruang IGD RS X Kabupaten Bekasi.p = 0,009 (<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) menunjukkan 0,148 terdapat hubungan yang kuat. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan alat pelindung diri pada penanganan pasien Covid-19 di Ruang IGD RS X Kabupaten Bekasi

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalah Depok Tahun 2020

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Motivasi adalah sesuatu yang bersifat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah pikiran atau perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menjalankan pekerjaan serta kekuasaan, terutama dalam hal perilaku (Nursalam, 2014). Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan cara wawancara kepada 10 perawat, 3 perawat mengatakan beban kerja yang cukup tinggi, 5 perawat mengatakan gaji yang tidak sesuai dengan masa kerja dan 2 perawat mengatakan keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui faktor gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat dan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak dengan responden sebanyak 93 perawat dengan metode Cross Sectional, dengan analitik kuantitatif. Berdasarkan analistik statistik, Peghargaan dan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028 (p<0,005), maka dapat disimpulkan Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, sedangkan Peran Kepala Ruang dengan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028(p<0,005), Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat. Hubungan gaji dan insentif dengan motivasi kerja, P Value 0,064 (p<0,005), maka dapat di simpulkan Ho gagal di tolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat. Hubungan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat P Value 0,062 (p<0,005), Ho gagal di tolak , dapat di simpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat di RS Sentra medika Cisalak.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Terapi Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari ketidak mampuan kerja fungsi insulin. Di jawa barat angka kejadian diabetes melitus 4,2%. Berdasarkan RISKESDAS Tahun 2013 kasus diabetes melitus di Kota Bekasi diketahui sebesar 69,6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang berobat di puskesmas wanasari tahun 2020 sebanyak 34 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara Pengetahuan (p = 0,011 < α = 0,05), Sikap (p = 0,002 < α = 0,05), Dukungan Keluarga (p = 0,045 < α = 0,05), dan tidak adanya hubungan antara Motivasi (p = 0,539 > α = 0,05), dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pengetahuan, sikap, dukungan keluarga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah motivasi. Saran : Di harapkan untuk para penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mematuhi pola makan yang benar menurut 3j, agar gula darah dapat terkontrol sehingga tubuh tetap sehat serta mencegah terjadinya komplikasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien TB Paru MDR (Multy Drug Resisten) Dalam Mengkonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan terhadap pasien dalam pengobatan dengan jangka panjang atas penyakit kronis di negara maju ini sebesar 50%, sedangkan pada negera berkembang cukup lebih rendah, Ketidak patuhan terhadap pasien dalam pengobatan yaitu dengan permasalahan kesehatan sangat serius serta sering terjadi pada pasien pengidap penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru, Kepatuhan pada pasien TB terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu faktor internal karakteristik pasien TB dan yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, penyakit penyerta sedangkan yang dapat diubah yaitu pengetahuan pasein, dan motivasi sembuh dan PHBS pada pasien tersebut, faktor eksternal pada pasien TB yaitu seorang petugas kesehatan, akses ke fasilitas kesehtan, dukungan keluarga, dukungan sosial, PMO yang mendampingi. Jenis penelitian ini analitik kuantitatip dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sempel 40 responden dan pengambilan sempel dilakukan dengan cara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian univariat didapatkan bahwa kepatuhan pasein dalam mengkonsumsi (OAT) yang patuh berjumlah 16 responden (40%) sedangkan yang tidak patuh berjumlah 24 responden (60%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 9,000, ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 8,556, dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 11,000, dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 7,000. Sedangkan pada variabel usia dengan tingkat kepatuhan tidak ada hubungan dengan nilai p vulue = 0,104 dan OR = 0,333. Dapat di simpulkan dari 5 variabel yang diteliti ada 4 variabel yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan yaitu pengetahuan, motivasi sembuh, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan ada 1 variabel yang tidak berhungan dengan tingkat kepatuhan yaitu usia. Dapat disimpilkan dukungan keluarga dan sosial penting sebagai faktor eksternal terhadap kepatuhan lebih lanjut, pengetahuan dan motivasi penting sebagai faktor internal kepatuhan pasien TB MDR.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Meningkatkan Kunjungan ke Posbindu di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya jumlah lansia membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia itu mengalami kemunduran baik dari fisik, biologis, maupun mentalnya, hal ini tidak terlepas dari masalah ekonomi, sosial dan budaya sehingga perlu adanya peran serta dan dukungan dari keluarga dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Mengikuti Kunjungan Ke Posbindu Di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi 2019. Penelitian Menggunakan cross sectional, menetukan sempel menggunakan rumus slovin, Populasi penelitian ini dilakukan terhadap 87 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi lanjut usia untuk mengikuti posbindu dengan p value = 0.002 (OR = 4,643 CI = 1,721 – 12,542). perlu peningkatan upaya kesehatan dalam memberikan edukasi terhadap keluarga yang memiliki lansia.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail