Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: Nur Miladiyah
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Nyeri Terhadap Kemandirian Pada Lansia Dengan Osteoarthritis di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Osteoarthritis atau disebut juga penyakit sendi degeneratif adalah suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan sendi) yang ditandai dengan perubahan klinis, histologi dan radiologi. Penyakit ini bersifat asimetris tidak meradang dan tidak ada komponen sistemik. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering dialami pada lansia.Selain itu dapat menimbulkan kegagalan organ dan kematian atau mengakibatkan masalah seperti rasa nyeri. Penduduk yang mengalami Osteoarthritis diindonesia pada tahun 2018 tercatat sebanyak 7,3% dari total penduduk indonesia dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 6,1% dan yang berjenis perempuan sebanyak 8,5%. di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019, terdapat ada 19 orang lansia yang menderita Osteoarthritis, ada 15 orang lansia (78,9%) mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas mandiri dengan kondisi Osteoarthritis. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Nyeri Terhadap Kemandirian Pada Lansia Dengan Osteoarthritis Di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik, dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu adalah lansia yang memiliki penyakit Osteoarthritis sebanyak 90 Orang di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Sampel yang diambil menggunakan random sampling dimana pada penelitian ini adalah lansia dengan Osteoarthritis sebanyak 71 lansia . Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan. pendidikan (p value 0,019), pengetahuan (p value 0,002), budaya (p value 0,003), sikap, (p value 0,038), sumber informasi (p value 0,007), dukungan keluarga (p value 0,010) dan dukungan petugas kesehatan (p value 0,001). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh faktor-faktor yang di teliti dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antar nyeri dengan kemandirian lansia dengan osteoarthitis di puskesmas karang bahagia Kab. Bekasi tahun 2019. Saran : Diharapkan tenaga kesehatan yang mengelola program posbidu memberikan dukungan kepada keluarga lanjut usia.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Meningkatkan Kunjungan ke Posbindu di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Meningkatnya jumlah lansia membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia itu mengalami kemunduran baik dari fisik, biologis, maupun mentalnya, hal ini tidak terlepas dari masalah ekonomi, sosial dan budaya sehingga perlu adanya peran serta dan dukungan dari keluarga dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Mengikuti Kunjungan Ke Posbindu Di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi 2019. Penelitian Menggunakan cross sectional, menetukan sempel menggunakan rumus slovin, Populasi penelitian ini dilakukan terhadap 87 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi lanjut usia untuk mengikuti posbindu dengan p value = 0.002 (OR = 4,643 CI = 1,721 – 12,542). perlu peningkatan upaya kesehatan dalam memberikan edukasi terhadap keluarga yang memiliki lansia.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Bekang : masa remaja merupakan masa perpindahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, ditandai dengan kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang cepat untuk mempersiapkan diri menjadi laki-laki dewasa dan wanita dewasa. Batasan pada remaja sulit ditetapkan, namun periode ini biasanya digambarkan pertama kali dengan perkembangan karakteristik seks sekunder pada usia 11 sampai 12 tahun dan hingga berhentinya pertumbuhan pada usia 18 sampai 20 tahun. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap individu. Waktu yang dibutuhkan untuk tidur pada remaja usia 16-30 tahun adalah 7-9 jam setiap malamnya. Remaja sekarang ini mengalami gangguan saat tidur, seperti kurangnya waktu tidur. Hal ini terjadi dikarenakan lebih suka berada di depan layar seperti smartphone, Televisi, dan computer. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, terhadap 5 mahasiswa/i di Institut Medika Drg Suherman, didapatkan bahwa 5 mahasiswa/i menggunakan smartphone di malam hari untuk mencari tugas dan membuka sosial media, 4 dari 5 mahasiswa/i mengatakan bahwa mereka menggunakan smartphone hingga jam 11 malam dan membuat mereka sulit untuk bangun dan mengantuk di pagi hari. Berdasarkan wawancara ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Institut Medika Drg Suherman untuk mengetahui bagaimana hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Metode : Metode yang digunakan Desain penelitian survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Cikarang 2019 dengan jumlah 480 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Institut Medika Drg Suherman (P value =0,003). Kesimpulan : Ada hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Saran : Diharapkan diharapkan mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan terutama mengenai kualitas tidur mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail