Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

48 hasil
Subjek: Motivasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN DALAM MENERAPKAN 5 PILAR PADA PASIEN DM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Maret 2023 Faozah Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan BundaTahun 2023 VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026, dan Ada Hubungan Motivasi dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan Dukungan Keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada Pasien DM yang Melakukan perawatan dirumah diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Bougenville RSUD Bayu Asih

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ERNA PUJIWATI NIM : 020319714 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULCUS DIABETIK FOOT DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA xv + 74 Halaman + 6 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Hubungan Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di Ruang Perawatan Bedah (Ruang Bougenville dan Ruang Mawar) yang berjumlah 26 orang. Tehnik sampel menggunakan accindental sampling dengan jumlah 22 orang. Instrumen penelitian untuk variabel motivasi menggunakan kuesioner dan variabel tindakan perawatan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi tiap variabel dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya. Bahan bacaan : 19 (2009-2017) Kata Kunci : Motivasi, Tindakan Perawatan Luka.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien DM Tipe 2 dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telaga Sari Kabupaten Karawang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, 19 April 2023 Nama : FIRMAN SENTOSA Nim : 221070069 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS TELAGASARI KARAWANG +68 Halaman + 2Bagan+7 Tabel + 12 Lampiran ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis. Kata kunci : pengetahuan, Motivasi Mengikuti Prolanis Suherman Medical University GRADUATE NURSING AND NERS PROFESSION STUDY PROGRAM THESIS, 19 April 2023 Name : Firman Sentosa Nim : 221070069 THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN FOLLOWING THE CHRONIC DISEASE MANAGEMENT PROGRAM (PROLANIS) IN TELAGASARI KARAWANG HEALTH CENTER + 68 Page + 2 Chart + 7 Table + 12 Attachment Abstract Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease in the form of metabolic disorders characterized by sugar levels that exceed normal limits. Prolais is a health service system and proactive approach that is carried out in an integrated manner by involving participants, health service facilities and BPJS Kesehatan in the framework of health services for BPJS Kesehatan participants who have chronic diseases to achieve the highest quality of life with effective and efficient health service costs. Research Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and motivation of Type II Diabetes Mellitus Patients about the Activities of the Chronic Disease Management Program ( PROLANIS) at the Telagasari Karawang Health Center. Method: This study used a sectional cros design. The sample in this study was 57 respondents of DM patients who participated in the prolanis at the Telagasari Karawang Health Center. The data collected using cakes. Results: The results show that there is a relationship between knowledge and motivation in following the prolanist (p value = 0.002). Conclusion: it is important to educate and support DM patients and their families to increase the motivation of DM patients to follow the prolanis. Keywords: knowledge, motivation to follow the prolanist

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Anak Usia 9-15 Tahun dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan pengobatan antiepilepsi dalam jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan, pengetahuan dan motivasi anak dalam mengonsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi anak usia 9–15 tahun dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden anak usia 9–15 tahun yang menjalani terapi obat antiepilepsi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, 26 responden (48,1%) memiliki motivasi sedang, dan 23 responden (42,6%) berada dalam kategori patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p=0,007 dan rho=0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dengan nilai p<0,001 dan rho=0,476, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulannya, pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi pada anak usia 9–15 tahun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepemimpinan, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Mekarmukti Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan baik sebesar 65,1%, disiplin kerja baik 60,3%, motivasi kerja baik 57,1%, dan kinerja pegawai baik 61,9%. Terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai (p=0,034; r=0,267), disiplin kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,508), dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,500). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja, semakin baik pula kecenderungan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Konsentrasi Belajar Anak di Kelas V Sekolah Dasar Cikarang Kota 01 Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masalah konsentrasi belajar masih banyak dialami siswa sekolah dasar. Studi pendahuluan di SD Negeri Cikarang Kota 01 menunjukkan banyak siswa kelas V mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti mudah terdistraksi dan sering melamun. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan sarapan pagi, pola tidur, motivasi belajar, dan lingkungan belajar dengan konsentrasi belajar anak kelas V SD Negeri Cikarang Kota 01. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 42 siswa menggunakan total sampling. Instrumen meliputi Barkley Child Attention Scale (BCAS), kuesioner kebiasaan sarapan pagi, Children's Sleep Habits Questionnaire (CSHQ), kuesioner motivasi belajar, dan What Is Happening in This Class (WIHIC). Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: Sebanyak 50% siswa memiliki konsentrasi rendah (n=21), 33,3% tinggi (n=14), dan 16,7% sedang (n=7). Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan konsentrasi belajar (χ²=14,344; p=0,006; C=0,505) dengan 69,2% siswa motivasi tinggi memiliki konsentrasi tinggi. Kebiasaan sarapan pagi (p=0,092), pola tidur (p=0,147), dan lingkungan belajar (p=0,670) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Motivasi belajar merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar. Saran: Sekolah mengembangkan program peningkatan motivasi belajar melalui metode pembelajaran interaktif, sistem reward, dan menciptakan suasana belajar menyenangkan.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Sirnajaya

2025•Koleksi Perpustakaan

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, di mana rendahnya kinerja dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan pencapaian program kesehatan. Namun, di Puskesmas Sirnajaya masih ditemukan beberapa masalah seperti keterbatasan jumlah pegawai, kedisiplinan yang belum optimal, serta beban kerja yang tidak seimbang, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sirnajaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden (PNS dan PTT) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan data dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki kinerja baik (75,6%), sikap positif (70,7%), motivasi tinggi (80,5%), serta kepemimpinan mendukung (82,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,047), motivasi (p=0,047), dan kepemimpinan (p=0,031) dengan kinerja pegawai, sedangkan kemampuan (p=0,059) tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kinerja pegawai lebih banyak berhubungan dengan faktor sikap, motivasi, dan kepemimpinan, sehingga diperlukan pembinaan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, serta evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berhenti Merokok Pada Remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodologi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p<0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja Pesisir Pantai Sederhana.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi, Mekanisme Koping dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama di Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyakit kanker serviks ialah penyakit kedua terbanyak pada perempuan dan ialah penyakit beresiko tinggi yang menyerang remaja. Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) diharapkan dapat menghentikan peningkatan sel-sel kanker, khususnya di negara-negara yang masih sulit melakukan program skrining. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Subyek dan Metode: Jenis penelitian yang dimanfaatkan ialah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang mengukur motivasi remaja putri dalam melakukan vaksin HPV dan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Populasi pada penelitian ini ialah siswi remaja putri kelas X.1 sampai X.10 di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan dengan total 253 siswi. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 155 siswi. Hasil: Hasil penelitian membuktikan mayoritas remaja putri mempunyai tingkat pengetahuan baik sejumlah 108 responden (69,7%) serta motivasi melaksanakan vaksin HPV baik sejumlah 104 responden (67,1%). Kesimpulan: Ada korelasi pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks dengan motivasi melaksanakan vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan (p value=0,000 <a=0,05).

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Beban Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi

2023•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan kerja merupakan salah satu kunci bagi pegawai untuk menyelesaikan tugasnya. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya menampilkan sikap dan emosi yang positif sehingga mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui beban kerja dan motivasi kerja terharap kepuasan kerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pegawai Puskesmas Mekarmukti. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa untuk kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi di dapatkan 36 responden (63,8%) Kepuasan kerja pegawai rendah, sedangkan 21 responden (36,8%) kepuasan kerja pegawai tinggi. Didapatkan ada hubungan antara beban kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,000) dan jenis kelamin (p=0,049). Kemudian yang tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,806), status pernikahan (p=1,000), umur (p=1,000), status kepegawaian (p=0,522) dan lama kerja perhari (p=0,938) dengan kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telagasari Kabuapaten Karawang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Peran Kader Kesehatan Dalam Pelaksanaan PHBS di Desa Mekar Mukti Cikarang Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 di Desa Mekarmukti. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Terdapat hubungan antara pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Dapat disimpulkan bahwa kader kesehatan memiliki peran yang aktif kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Motivasi Pasien Dengan Penerapan 5 Pilar Pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dan Motivasi Pasien Dengan Penerapan 5 Pilar Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rs Harapan Bunda Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian : usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Disimpulkan : Ada hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus Di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026 , dan Ada Hubungan Motivasi Dengan Penerapan 5 Pilar Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rs Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan dan Saran : Dukungan keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kepuasan kerja merupakan salah satu kunci bagi pegawai untuk menyelesaikan tugasnya. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya menampilkan sikap dan emosi yang positif sehingga mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui beban kerja dan motivasi kerja terharap kepuasan kerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pegawai Puskesmas Mekarmukti. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa untuk kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi di dapatkan 36 responden (63,8%) Kepuasan kerja pegawai rendah, sedangkan 21 responden (36,8%) kepuasan kerja pegawai tinggi. Didapatkan ada hubungan antara beban kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,000) dan jenis kelamin (p=0,049). Kemudian yang tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,806), status pernikahan (p=1,000), umur (p=1,000), status kepegawaian (p=0,522) dan lama kerja perhari (p=0,938) dengan kepuasan pegawai di Puskesmas Mekarmukti kabupaten bekasi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan PHBS di Desa MekarMukti Cikarang Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh kader kesehatan memiliki peran yang aktif. Lebih dari separuh kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif. Disarankan kepada puskesmas untuk selalu memperhatikan kualitas, memberikan penghargaan, melakukan evaluasi bagi kader kesehatan dan tokoh masyarakat diharapkan lebih giat serta meningkatkan koordinasi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail