BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, di mana rendahnya kinerja dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan pencapaian program kesehatan. Namun, di Puskesmas Sirnajaya masih ditemukan beberapa masalah seperti keterbatasan jumlah pegawai, kedisiplinan yang belum optimal, serta beban kerja yang tidak seimbang, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sirnajaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden (PNS dan PTT) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan data dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki kinerja baik (75,6%), sikap positif (70,7%), motivasi tinggi (80,5%), serta kepemimpinan mendukung (82,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,047), motivasi (p=0,047), dan kepemimpinan (p=0,031) dengan kinerja pegawai, sedangkan kemampuan (p=0,059) tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kinerja pegawai lebih banyak berhubungan dengan faktor sikap, motivasi, dan kepemimpinan, sehingga diperlukan pembinaan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, serta evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kejadian komplikasi kehamilan dan persalinan merupakan penentu dari kesakitan maternal.
Perlunya persiapan adalah sebagai program pendidikan yang bertujuan tertentu dan terstruktur. Tujuan
penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Pengaruh Konseling Faktor Resiko Kehamilan Terhadap
Kemampuan Deteksi Dini Ibu Dalam Menghadapi Persiapan Persalinan di PMB Bidan Nelly Tahun
2022.
Jenis Penelitian menggunakan eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan pre eksperimental
one group Pretest-Posttest. Populasi yang digunakan yaitu ibu hamil yang berkunjung ke PMB Bidan
Nelly sebanyak 45 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga total sampel
sebanyak 45 Ibu. Pengumpulan data menggunakan lembar leaflet dan Kuesioner. Teknik pengolahan
data menggunakan Editing, pengkodean data, entry data dan analisis ( Univariat dan Bivariat).
Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai sig 0,002 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan
terdapat pengaruh tehnik Conseling Faktor Resiko Kehamilan Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Ibu
Dalam Menghadapi Persiapan Persalinan di PMB Nelly Tahun 2023. Melalui proses konseling
menjadi salah satu upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kesehatan. semakin
petugas kesehatan selalu memberikan konseling terhadap ibu hamil maka pengetahuan dan kemampuan
ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan akan semakin meningkat.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat. pengaruh konseling faktor resiko kehamilan terhadap
kemampuan deteksi dini ibu dalam menghadapi persiapan persalinan di PMB Nelly tahun 2023.
Penelitian ini menyarankan agar dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran tambahan pengetahuan
bagi mahasiswa, untuk meningkatkan pelayanan kepada Ibu hamil di PMB Bidan Nelly, dan dapat
menggunakan hasil penelitian sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda bahaya yang menunjukan ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya kehamilan meliputi perdarahan, nyeri perut hebat, pembengkakan pada bagian tubuh, nyeri kepala, lemah dan pingsan sampai dengan kurangnya gerakan janin. Ibu hamil harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan supaya kehamilan aman sampai dengan proses persalinan dan apabila mengalami tanda bahaya dapa segera melakukan tindakan penanganan. Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi tanda bahaya kehamilan diengaruhi oleh umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC dan pemanfaatan media informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 ibu hamil dengan usia kehamilan 0-42 minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh faktor umur (p-value 0.003), pengetahuan (p-value 0.008), paritas (p-value 0.028), pendidikan (p-value 0.000), keteraturan pemeriksaan ANC (p-value 0.014) dan pemanfaatan media informasi (p-value
0.000) terhadap kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya dalam kehamilan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda bahaya yang menunjukan ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya kehamilan meliputi perdarahan, nyeri perut hebat, pembengkakan pada bagian tubuh, nyeri kepala, lemah dan pingsan sampai dengan kurangnya gerakan janin. Ibu hamil harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan supaya kehamilan aman sampai dengan proses persalinan dan apabila mengalami tanda bahaya dapa segera melakukan tindakan penanganan. Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi tanda bahaya kehamilan diengaruhi oleh umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC dan pemanfaatan media informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 ibu hamil dengan usia kehamilan 0-42 minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh faktor umur (p-value 0.003), pengetahuan (p-value 0.008), paritas (p-value 0.028), pendidikan (p-value 0.000), keteraturan pemeriksaan ANC (p-value 0.014) dan pemanfaatan media informasi (p-value 0.000) terhadap kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya dalam kehamilan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN. Skripsi, April 2023 Nama : Resti Juniarty Nim : 221050078 PENGARUH CONSELING FAKTOR RESIKO KEHAMILAN TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PMB NELLY KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022 xvii+66 Halaman+12 Tabel+ 9 Lampiran ABSTRAK Kejadian komplikasi kehamilan dan persalinan merupakan penentu dari kesakitan maternal. Perlunya persiapan adalah sebagai program pendidikan yang bertujuan tertentu dan terstruktur. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Pengaruh Konseling Faktor Resiko Kehamilan Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Ibu Dalam Menghadapi Persiapan Persalinan di PMB Bidan Nelly Tahun 2022. Jenis Penelitian menggunakan eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan pre eksperimental one group Pretest-Posttest. Populasi yang digunakan yaitu ibu hamil yang berkunjung ke PMB Bidan Nelly sebanyak 45 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga total sampel sebanyak 45 Ibu. Pengumpulan data menggunakan lembar leaflet dan Kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, pengkodean data, entry data dan analisis ( Univariat dan Bivariat). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai sig 0,002 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh tehnik Conseling Faktor Resiko Kehamilan Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Ibu Dalam Menghadapi Persiapan Persalinan di PMB Nelly Tahun 2023. Melalui proses konseling menjadi salah satu upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kesehatan. semakin petugas kesehatan selalu memberikan konseling terhadap ibu hamil maka pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan akan semakin meningkat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat. pengaruh konseling faktor resiko kehamilan terhadap kemampuan deteksi dini ibu dalam menghadapi persiapan persalinan di PMB Nelly tahun 2023. Penelitian ini menyarankan agar dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran tambahan pengetahuan bagi mahasiswa, untuk meningkatkan pelayanan kepada Ibu hamil di PMB Bidan Nelly, dan dapat menggunakan hasil penelitian sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Sistem informasi keperawatan tanpa sumber daya manusia yang kompeten untuk mengkoordinasikan sistem
akan menghasilkan informasi yang kurang efektif dan efisien. Untuk itu perlunya pengetahuan yang baik
tentang sistem informasi manajemen keperawatan ini. Agar sistem tersebut bisa berjalan dengan baik, maka
kemampuan informatika para perawat juga tak kalah penting, salah satu faktor yang mempengaruhi
kemampuan adalah pengetahuan. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan
Sistem Informasi Dengan Kemampuan Informatika Perawat di Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang. Metode
Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan correlation study dan teknik pengambilan sampel yaitu
total sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 55 perawat di Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang. Hasil:
Tingkat pengetahuan sistem informasi sedang mayoritas memiliki kemampuan informatika kompeten
sebanyak 7% sedangkan tingkat pengetahuan sistem informasi baik mayoritas memiliki kemampuan
informatika sangat kompeten sebanyak 38%. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
antara tingkat pengetahuan sistem informasi dengan kemampuan informatika perawat (p 0,345). Kesimpulan:
Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sistem informasi dengan kemampuan
informatika perawat. Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian berikutnya
terkait efektifitas pelatihan di kelas maupun secara daring terhadap peningkatan kemampuan informatika
perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem informasi keperawatan tanpa sumber daya manusia yang kompeten untuk mengkoordinasikan sistem akan menghasilkan informasi yang kurang efektif dan efisien. Untuk itu perlunya pengetahuan yang baik tentang sistem informasi manajemen keperawatan ini. Agar sistem tersebut bisa berjalan dengan baik, maka kemampuan informatika para perawat juga tak kalah penting, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan adalah pengetahuan. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Sistem Informasi Dengan Kemampuan Informatika Perawat di Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan correlation study dan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 55 perawat di Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang. Hasil: Tingkat pengetahuan sistem informasi sedang mayoritas memiliki kemampuan informatika kompeten sebanyak 7,3% sedangkan tingkat pengetahuan sistem informasi baik mayoritas memiliki kemampuan informatika sangat kompeten sebanyak 38,2%. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan sistem informasi dengan kemampuan informatika perawat (p 0,345). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sistem informasi dengan kemampuan informatika perawat. Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian berikutnya terkait efektifitas pelatihan di kelas maupun secara daring terhadap peningkatan kemampuan informatika perawat.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN
HAND HYGIENE PADA PERAWAT INTENSIVE CARE
TERHADAP PENCEGAHAN HAIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018
Sri Setianingsih*), Ns. Armi, S.Kep, M.Kep**), Ns. Yana Setiawan, SKM, S.Kep, M.Kep**)
*) Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang
**) Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected]
ABSTRAK
Presentase infeksi yang didapatkan dari RS di negara Asia mencapai 9% atau lebih 1,4 juta pasien (Depkes, 2012). Tahun 2016 di RS Sentra Medika Cibinong terjadii Phlebitis 6.7‰, IDO 0.07% dan VAP 3,5‰. Hal ini diperlukan pencegahan dan pengendalian infeksi lebih lanjut yang salah satunya adalah peningkatan kepatuhan melakukan hand hygiene dimana angka kepatuhan hand hygiene perawat intensive care mencapai 58,7%. Kepatuhan dipengaruhi faktor pengetahuan, motivasi dan kemampuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Pengetahuan, motivasi dan kemampuan dengan kepatuhan hand hygiene perawat intensive care Rs Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) dengan rancangan penelitian Cohort bersifat retrospektif. Besar sampel 36 responden, data diolah menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan pengetahuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,009), adanya hubungan motivasi perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,001) dan adanya hubungan kemampuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value=0,006). Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan pelatihan secara terprogram, memasukan peraturan hand hygiene di setiap tindakan Standar Prosedur Operasional keperawatan ataupun medis serta melakukan pengawasan kepatuhan hand hygiene secara terus menerus.
Kepustakaan : 40 Buku (2002-2017)
Kata Kunci : Pengetahuan, motivasi, kemampuan, kepatuhan, hand hygiene, perawat
intensive care.