Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

92 hasil
Subjek: Perawat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fakto - Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketepatan Perawatan Luka Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Pasca Rawat Inap di RS Sentra Medika Cibinong Dan RS Sentra

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dengan gangguan metabolisme tubuh dalam waktu lama yang ditandai dengan kadar gula di dalam darah yang tinggi. Luka diabetik dikategorikan sebagai luka kronis dikarenakan respon inflamasi yang memanjang. Luka diabetik yang tidak sembuh menjadi faktor resiko infeksi yang menyebabkan amputasi bahkan berujung kematian. Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi perawatan luka yaitu usia yang bertambah akan meningkatkan kedewasaan seseorang sehingga seorang dapat berfikir secara lebih rasional, jenis kelamin perempuan lebih peduli didalam melakukan perawatan diri dan berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perawatan diri dari penyakit yang dideritanya, tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir, tingkat pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan perilaku pasien terhadap perawatan luka diabetik, begitu juga dengan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di poli bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang Berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak adalah usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan nilai p- value kurang dari 0,05. Kata kunci: Diabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Bougenville RSUD Bayu Asih

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ERNA PUJIWATI NIM : 020319714 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULCUS DIABETIK FOOT DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA xv + 74 Halaman + 6 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Hubungan Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di Ruang Perawatan Bedah (Ruang Bougenville dan Ruang Mawar) yang berjumlah 26 orang. Tehnik sampel menggunakan accindental sampling dengan jumlah 22 orang. Instrumen penelitian untuk variabel motivasi menggunakan kuesioner dan variabel tindakan perawatan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi tiap variabel dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya. Bahan bacaan : 19 (2009-2017) Kata Kunci : Motivasi, Tindakan Perawatan Luka.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kinerja Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perawat yang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memberikan pelayanan keparawatan harus mampu memberikan andil dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas untuk menjamin kepuasan pasien. Komplain pasien yang tidak puas jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien sangat berpengaruh dalam menjaga mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kenerja dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Sentra Madika Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain analitik correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang sejumlah 61 orang dan dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar kuisioner. Analisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan uji Spearman Rho karena tujuan penelitian bersifat korelasi, jumlah variabel ada 2, skala data variabel yang dianalisis adalah skala ordinal. Uji Spearman Rho dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar penilaian kinerja perawat dalam kategori cukup (50.8%) dan sebagian besar penilaian kepuasan pasien dalam kategori baik (70.5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya kurang dari 0.05 maka kesimpulannya ada hubungan signifikan antar kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Untuk tingkat kekuatan antara hubungan didapatkan hasil 0.415 artinya tingkat kekuatan hubungan adalah hubungan sedang anntara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Angka koefisien korelasi diatas bernilai 0.415 maka arah hubungan variebelnya itu positif yang artinya hubungan/korelasi searah maka semakin besar nilai kinerja perawat maka semakin besar pula tingkat kepuasan pasien. Daftar Pustaka : 8 buku dan 16 jurnal (Tahun 2013 s/d 2022) Kata Kunci : Kinerja Perawat, Kepuasan Pasien.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Koma Diabetikum (Hipoglikemia) pada Pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Dodi Lestiono NIM : 221070009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran ABSTRAK PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KLINIK RUMAT DEPOK TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Luka ulkus diabetik adalah komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang disebabkan oleh kerusakan jaringan nekrosis yaitu emboli pembuluh darah arteri pada bagian tubuh sehingga suplai darah berhenti. Salah satu perawatan luka yang berasal dalam perubahan luka dengan menggunakkan tehnik modern. Tujuan Penelitian : Mengetahui Pengaruh Perawatan Luka Modern terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di pelayanan kesehatan wilayah depok tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test-post test design. Dengan jumlah populasi 20 responden dan jumlah sample 20 responden. Hasil Penelitian : usia 46th-55th (60%), jenis kelamin laki-laki (70%) , pendidikan SMA (75%), pekerjaan swasta (85%), pre test rawat luka modern hampir seluruhnya degenerasi (100%), post test rawat luka modern luka sembuh (80%). Disimpulkan : Ada Pengaruh Perawatan Luka Modern Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di klinik RUMAT Depok tahun 2023 (p value 0,05)=0,000. Kesimpulan dan Saran : perawatan luka modern bisa dijadikan terapi rawat luka dengan kesembuhan yang sangat efektif dan cepat. Bisa dijadikan pilihan kedua terapi setelah terapi konvensional.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Dan Perawatan Kaki Terhadap Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Cikarang Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Saidatul Ummah Nim : 020319639 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAWATAN KAKI TERHADAP KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 Abstrak Pada penderita DM tipe II mempunyai resiko tinggi sebesar 20% terkena ulkus diabetikum. Pengetahuan tentang ulkus diabetikum dan perawatan kaki sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 79 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikarang. Sampel yang akan digunakan sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukan sejumlah 19 responden (28.8%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan cukup sebanyak 22 responden (33.3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (37.9%). Sejumlah 37 responden (56.1%) meilki perawatan kaki kurang baik dan perawatan kaki baik sebanyak 29 responden (43.9%). Dan responden yang memiliki riwayat ulkus yaitu sebanyak 26 responden (39.4%) dan yang tidak memilki Riwayat ulkus diabetikum sebanyak 40 responden (60.6%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan dan perawatan kaki berpengaruh terhadap kejadian ulkus diabetikum. Dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pada penderita DM terkait pencegahan ulkus diabetikum

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Karakteristik Perawat Berhubungan Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Daerah Cikarang Selatan Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres kerja merupakan permasalahan yang dapat dialami perawat pelaksana akibat tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kepuasan kerja perawat, yang berperan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (66,7%) mengalami stres kerja ringan dan 41 responden (54,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi −0,625 yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan di Rumah Pada Anak Thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin, anemia kronis, dan membutuhkan transfusi darah secara berkala. Perawatan anak thalasemia juga memerlukan peran ibu di rumah, sehingga pengetahuan ibu penting dalam mendukung perawatan yang tepat Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 67 responden dari 80 populasi, yaitu ibu yang memiliki anak penderita thalasemia berusia 1–10 tahun dan menjalani transfusi darah secara terjadwal di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,353 dengan P-Value = 0,003 (P< 0,05), sehingga Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia. Kesimpulan : Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab, yakni terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya pengetahuan dalam melaksanakan perawatan anak thalasemia di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi karena kompleksitas tindakan pembedahan, kebutuhan akan ketelitian, serta tuntutan fisik dan mental selama pelayanan perioperatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA-TLX, sedangkan stres kerja menggunakan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 35 responden (83,3%) dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (16,7%). Tingkat stres kerja sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 25 responden (59,5%) dan sedang sebanyak 17 responden (40,5%). Hasil uji Spearman's Rank menunjukkan ρ = 0,042 dan p-value = 0,791 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik Beauty Cikarang

2026•Koleksi Perpustakaan

Period After Opening dan Expired Date merupakan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat penggunaan Kosmetik Perawatan Kulit. Kurangnya pengetahuan mengenai Period After Opening dan Expired Date dapat memengaruhi sikap dalam menggunakan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik Beauty Cikarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72 responden; 82,6%), sedangkan 46 responden (52,0%) memiliki sikap positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,306 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date pada Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik Beauty Cikarang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemandirian Dengan Kualitas Hidup Pada Mahasiswa Perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue = 0,000 (p < 0,05) dan nilai χ² = 28,954. Nilai Contingency Coefficient sebesar 0,577 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di perantauan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai standar minimal kepuasan pasien di atas 95%. Komunikasi terapeutik merupakan instrumen krusial bagi perawat dalam membangun hubungan saling percaya, menyampaikan informasi medis, dan memberikan dukungan emosional yang berdampak langsung pada kenyamanan pasien. Fenomena di Ruang Gladiol RS Sentra Medika Cikarang menunjukkan adanya kesenjangan, di mana skor kepuasan pasien baru mencapai 75,37% dan masih ditemukan keluhan terkait kurangnya penjelasan tindakan oleh perawat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat, mengidentifikasi gambaran tingkat kepuasan pasien, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode: Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling terhadap 30 responden yang menjalani rawat inap pada Februari 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik yang telah diuji validitasnya serta kuesioner kepuasan pasien standar rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (50%) dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi (63,3%). Hasil uji bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05$) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,588. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hal ini menginterpretasikan bahwa semakin optimal perawat dalam menjalankan tahapan komunikasi terapeutik—mulai dari prainteraksi hingga terminasi—maka persepsi kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit akan semakin meningkat.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Caring Perawat Dengan Kecemasaan Pasien Pre Operatif di Ruang Kamar Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021

2025•Koleksi Perpustakaan

Preoperatif adalah proses keperawatan untuk mengembangkan rencana asuhan secara individual dan mengkoordinasikan serta memberikan asuhan pada pasien yang mengalami pembedahan atau prosedur invasif. (AORN, 2013). Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien .Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021, dengan desain penelitian analitik cross sectional. Populasi pada penelitian pasien pre operasi dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden, Tehnik sampel acidental sampling, uji statistik dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan nilai p=0,02 < a=0,05 (OR= 0,154) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021. Kesimpulan melakukan edukasi preoperatif yang terstruktur yang bertujuan untuk menurunkan kecemasan. Saran untuk penelitian lain untuk menambahkan variabel karakteristik responden.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Praktik Pelaporan Efek Samping Obat Oleh Perawat di RS Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang dan Tujuan: Pelaporan efek samping obat merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pelaporan efek samping obat oleh perawat di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Sampel sebanyak 58 perawat ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari variabel pengetahuan, sikap, lingkungan, kebijakan, dan praktik pelaporan ESO. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan (r=0,400; p=0,002), sikap (r=0,467; p=0,000), lingkungan (r=0,602; p=0,000), serta kebijakan (r=0,312; p=0,017) terhadap praktik pelaporan ESO. Saran: Peningkatan pelatihan dan sosialisasi kebijakan serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaporan ESO guna menjaga keselamatan pasien.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Kejadian Adverse Drug Reaction di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dalam Kepatuhan Perawatan Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan ditandai peningkatan kadar glukosa dalam darah, yang dikenal sebagai hiperglikemia yang dikarenakan gangguan dalam sekresi insulin dan ketidakcukupan fungsi insulin itu sendiri dan dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, serta berdampak signifikan pada kualitas hidup penderita. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan memberikan gambaran demografi mengenai hubungan antara dukungan keluarga dalam kepatuhan perawatan pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dan menekankan pada waktu yang dihabiskan untuk mengukur atau mengamati data variabel dependen dan independen satu per satu terhadap 62 sample dari 160 populasi dibulan Oktober sampai November di RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan Uji Normalitas data Kolmogrov-Smirnov dan penelitian diperoleh asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,576 atau > 0,05 artinya data terdistribusi dengan normal dan berdasarkan analisis statistik uji chi-square menunjukkan bahwa P-Value = 0,005 (P<alpa 0,05), maka Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga tinggi dengan peningkatan kepatuhan perawatan di RS Sentra Medika Cibinong. Dari hasil penelitian ini, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab yakni ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi RS Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan promosi kepada pasien diabetes melitus mengenai pentingnya menjaga kepatuhan dalam melaksanakan aktivitas perawatan diri.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hemodialisa Terhadap Kemampuan Perawatan Cimino Secara Mandiri di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium akhir merupakan isu kesehatan global yang signifikan. Komplikasi pada pasien PGK stadium akhir dengan hemodialisis menggunakan cimino dapat dicegah melalui perilaku self-care. Perilaku self-care didefinisikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh pasien PGK stadium akhir guna memelihara dan meningkatkan kesehatan serta fungsi cimino selama proses hemodialisis. Dan hal ini harus didasari oleh pengetahuan pasien terkait perawatan cimino yang dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 102 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-suqare test. Hasil : Hasil menunjukan terdapat nilai signifikan p-value = 0,000 (p<α). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Saran : Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengetahuan pasien PGK yang menjalani hemodialisa, disarankan kepada pihak managemen rumah sakit untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan cimino mandiri kepada pasien. Sehingga, dengan pemberian eduaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien dalam perawatan cimino secara mandiri.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail