Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Rawat Inap.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai standar minimal kepuasan pasien di atas 95%. Komunikasi terapeutik merupakan instrumen krusial bagi perawat dalam membangun hubungan saling percaya, menyampaikan informasi medis, dan memberikan dukungan emosional yang berdampak langsung pada kenyamanan pasien. Fenomena di Ruang Gladiol RS Sentra Medika Cikarang menunjukkan adanya kesenjangan, di mana skor kepuasan pasien baru mencapai 75,37% dan masih ditemukan keluhan terkait kurangnya penjelasan tindakan oleh perawat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat, mengidentifikasi gambaran tingkat kepuasan pasien, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode: Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling terhadap 30 responden yang menjalani rawat inap pada Februari 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik yang telah diuji validitasnya serta kuesioner kepuasan pasien standar rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (50%) dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi (63,3%). Hasil uji bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05$) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,588. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hal ini menginterpretasikan bahwa semakin optimal perawat dalam menjalankan tahapan komunikasi terapeutik—mulai dari prainteraksi hingga terminasi—maka persepsi kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit akan semakin meningkat.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalah Depok Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Motivasi adalah sesuatu yang bersifat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah pikiran atau perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menjalankan pekerjaan serta kekuasaan, terutama dalam hal perilaku (Nursalam, 2014). Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan cara wawancara kepada 10 perawat, 3 perawat mengatakan beban kerja yang cukup tinggi, 5 perawat mengatakan gaji yang tidak sesuai dengan masa kerja dan 2 perawat mengatakan keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui faktor gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat dan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak dengan responden sebanyak 93 perawat dengan metode Cross Sectional, dengan analitik kuantitatif. Berdasarkan analistik statistik, Peghargaan dan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028 (p<0,005), maka dapat disimpulkan Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, sedangkan Peran Kepala Ruang dengan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028(p<0,005), Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat. Hubungan gaji dan insentif dengan motivasi kerja, P Value 0,064 (p<0,005), maka dapat di simpulkan Ho gagal di tolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat. Hubungan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat P Value 0,062 (p<0,005), Ho gagal di tolak , dapat di simpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat di RS Sentra medika Cisalak.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail