2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan jenis Healthcare-Associated Infections (HAIs) dengan prevalensi tertinggi di ruang Intensive Care Unit (ICU), yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, dan lama rawat pasien dengan ventilasi mekanik. Salah satu upaya pencegahan VAP adalah kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik di Ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak, tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi dan sampel berjumlah 34 pasien, diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia lansia akhir (56–65 tahun) sebanyak 17 orang (50%), dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang (58,8%). Sebanyak 29 responden (85,3%) patuh dalam pelaksanaan Closed Suction System, dan 28 responden (82,4%) tidak mengalami VAP. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value < 0,001 (< α 0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 29,0, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP, di mana ketidakpatuhan pelaksanaan Closed Suction System meningkatkan risiko kejadian VAP hingga 29 kali lipat dibandingkan pasien dengan kepatuhan sesuai SOP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pencegahan VAP di ruang ICU, dengan memperluas variabel penelitian, memperbesar jumlah sampel, atau menggunakan desain penelitian yang berbeda.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kesehatan kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan fungsi ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berpengaruh, salah satunya melalui pendekatan edukasi home visit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi home visit terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan comparison pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 77 responden hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale untuk menilai kepatuhan minum obat pasien hipertensi, sedangkan tekanan darah diperoleh melalui data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum obat setelah diberikan edukasi home visit pada pasien hipertensi dengan nilai (p < 0,05). Pasien yang menerapkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan dengan pasien yang tidak mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berpengaruh dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi, dan edukasi home visit mendukung peningkatan kepatuhan minum obat melalui pemberian informasi terarah serta pemantauan langsung oleh tenaga kesehatan di tingkat komunitas. Peneliti selanjutnya dianjurkan untuk mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain, menerapkan metode edukasi yang berbeda, serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar sehingga efektivitas intervensi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengendalian tekanan darah dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: UNESCO (2025) mencatat 264 juta mahasiswa global pada 2023 dengan tingkat partisipasi 43%. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan 8.467.714 mahasiswa, termasuk 856.961 di Jawa Barat. International Coffee Organization (2024) menyebut konsumsi kopi global mencapai 177 juta kantong. Di Jawa Barat, 93,4% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan sekitar 90% mengalami penurunan konsentrasi belajar. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner konsentrasi belajar yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor 000948. Hasil: Responden memiliki konsumsi kopi tidak berisiko (84.9%) dan kualitas tidur buruk (95,9%), namun sebagian besar menunjukkan konsentrasi belajar tinggi (79,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur (p = 0,456), begitupun hasil terhadap konsentrasi belajar (p = 0,833). Kesimpulan: Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan mengatur konsumsi kopi dan menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor stres, manajemen waktu, dan kondisi psikologis.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat penurunan aliran darah ke otak, yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan awal syncope berpotensi meningkatkan risiko cedera sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan tenik total sampling. Instrumen Penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah diuji validitas (r hitung 0,517-0,786; p <0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,812). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkal signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan baik (57,0%), cukup (34,9%), dan kurang (8,1%). Setelah diberikan edukasi audiovisual, seluruh siswa (100%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,109 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p <0,05), sehingga pengaruh yang signifikan dari edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa.
Kesimpulan: Pada Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa secara bermakna. Rekomendasi: Pihak sekolah diharapkan agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta dikembangkan pada Penelitian selanjutnya dengan desain kontrol dan evaluasi retensi jangka panjang.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama karena berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah adalah pola makan dengan konsumsi natrium berlebih. Penerapan pola makan rendah natrium menjadi upaya nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode:Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan rendah natrium diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden dengan pola makan rendah natrium kategori baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 1 sebanyak 35 responden (63,6%). Responden dengan kategori tidak baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 2 sebanyak 25 responden (62,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,012 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah. Kesimpulan:
Terdapat hubungan signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan pengelolaan diet rendah natrium serta pemantauan tekanan darah secara rutin pada pasien hipertensi.