ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi
Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square.
Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : RENA JUWITA SARI
NIM : 020319680
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021
xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran
ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”.
Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi.
Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2
Daftar Pustaka: 25
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun 2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong. Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengalami kekambuhan dan berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Pengetahuan mengenai pola diet pencegahan penting untuk mendukung penerapan manajemen pola diet secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 61 penderita batu ginjal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan manajemen pola diet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square test. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik penelitian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan nomor No:006834/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 22 responden (36,1%), diikuti kategori kurang sebanyak 21 responden (34,4%) dan baik sebanyak 18 responden (29,5%). Manajemen pola diet sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 39 responden (63,9%), sedangkan patuh sebanyak 22 responden (36,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p<0,001. Proporsi kepatuhan pada responden dengan pengetahuan baik sebesar 72,2%, cukup sebesar 38,1%, dan kurang sebesar 4,5%. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin tinggi proporsi kepatuhan dalam menerapkan manajemen pola diet. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen pola diet sebagai upaya mendukung pencegahan kekambuhan batu ginjal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang semakin meningkat dan pola konsumsi yang kurang sesuai dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan berpotensi berkaitan dengan status gizi. Mahasiswa memiliki berbagai aktivitas akademik dan sosial yang dapat memengaruhi kebiasaan penggunaan media sosial serta pola makan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 33 mahasiswa dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Intensitas penggunaan media sosial diukur menggunakan Social Networking Time Use Scale (SONTUS), kualitas diet diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dinilai menggunakan Diet Quality Index-International (DQI-I), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 18 mahasiswa (54,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori rendah dan 15 mahasiswa (45,5%) kategori tinggi. Sebanyak 27 mahasiswa (81,8%) memiliki kualitas diet rendah dan 6 mahasiswa (18,2%) memiliki kualitas diet tinggi. Berdasarkan status gizi, 21 mahasiswa (63,6%) tergolong kurus, 5 mahasiswa (15,2%) normal, dan 7 mahasiswa (21,2%) gemuk. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p = 0,540) dan antara kualitas diet dengan status gizi (p = 0,556).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial maupun kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, lingkungan, dan faktor gaya hidup lainnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama karena berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah adalah pola makan dengan konsumsi natrium berlebih. Penerapan pola makan rendah natrium menjadi upaya nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode:Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan rendah natrium diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden dengan pola makan rendah natrium kategori baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 1 sebanyak 35 responden (63,6%). Responden dengan kategori tidak baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 2 sebanyak 25 responden (62,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,012 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah. Kesimpulan:
Terdapat hubungan signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan pengelolaan diet rendah natrium serta pemantauan tekanan darah secara rutin pada pasien hipertensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah
dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan
setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun
2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong.
Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara
mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stress. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stress diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi- square.Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stress (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stress dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan banyak terjadi dimasyarakat.
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalankan kepatuhan diet hipertensi yaitu
:Kepercayaan, Sikap, pengetahuan, motivasi pasien dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga juga dikaitan dengan
perbaikan tekanan darah pada keluarga yang sakit, berupadukungan emosional, penghargaan, dukungan instrumental
dan dukungan informasional. (Friedman, et.all 2010). Secara spesifik dengan adanya dukungan keluarga dapat
menurunya mortalitas (fajryah, et all 2016). Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya
engidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di RS Annisa Bogor
Tahun 2021. Desain penelitian adalah metode yang dimanfaatkan oleh peneliti untuk melaksanakan suatu penelitian
yang memberikan petunjuk terhadap jalannya penelitian (Dharma, 2011).Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan desain penelitiannya adalah cross-sectional (potong lintang), yaitu pengumpulan data penelitian
yang mengimplementasikan pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2012). Berdasarkan hasil
pengolahan data dalam penelitian uji Chi Square didapat hasil : nilai Sig sebesar 0,002 < 0,005 dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan atara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di
Rumah Sakit Annisa Bogor Tahun 2021. Saran untuk Rumah Sakit Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan
bagi institusi pelayanan.Bagi Peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai data dasar pada pengembangan penelitian
selanjutnya dalam ruanglingkup yang sama dan dapat digunakan sebagai media informasi serta pengembangan ilmu
keperawatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Bagi responden Hasil penelitian dapat menjadi salah satu
informasi yang penting untuk keluarga pasien hipertensi agar dapat meningkatkan kepatuhan diet pasien maka
dibutuhkan dukungan keluarga
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur.
Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809
orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1
diantara kota atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes melitus di
Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk Menganalisis hubungan tingkat
pengetahuan diet dengan Self-Management pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur
Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang
menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu
kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam
penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self
management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ a (0,05) yang
menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self Management pada
pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini
menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien
Diabeteus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Abstrak : Prevalensi Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahunnya hingga menjadikan Indonesia sebagai
salah satu negara penyumbang Diabetes Melitus terbanyak di dunia. Aktivitas fisik dan pengaturan diet konsumsi gula
menjadi hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya penatalaksanaan masalah kesehatan global tersebut. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan diet konsumsi gula dengan nilai pengukuran kadar
glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan. Jenis penelitian ini adalah
observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 34 responden. Pengumpulan data
dilaksanakan sejak 07-25 Juni 2022 dengan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)
dan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna dengan p-value 0,000 < 0,05 sehingga H0
gagal ditolak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lahan penelitian guna meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan masyarakat pada program pencegahan penyakit tidak menular.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur. Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809 orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1 diantara kota
atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes
melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk
Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan diet dengan SelfManagement pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian
yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self
Management pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien Diabetes Melitus.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah arteri lebih dari normal. Tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan Diastolik ≥85 mmHg merupakan batas normal tekanan darah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai diet hipertensi dengan tingkat kekambuhan hipertensi pada lansia di Desa Pulo Asem Wilayah Kerja Puskesmas Sukalaksana Kab. Bekasi Tahun 2019.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai diet hipertensi dengan tingkat kekambuhan hipertensi pada lansia di Desa Pulo Asem Wilayah Kerja Puskesmas Sukalaksana Kab. Bekasi Tahun 2019.
Metodologi: teknik pengambilan data menggunakan Total sampling. Analisis data menggunakan anlisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan(5% = 0,05).
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Mengenai Diet Hipertensi dengan Tingkat Kekambuhan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Sukalaksana Kab. Bekasi Tahun 2019. dengan nilai p-value = 0,027 dan OR = 2,400, hubungan yang signifikan sikap dengan tingkat kekambuhan hipertensi dengan nilai p-value = 0,037 dan OR = 2,722,
Kesimpulan dan Saran: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Mengenai Diet Hipertensi dengan Tingkat Kekambuhan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Sukalaksana Kab. Bekasi Tahun 2019.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi Diabetes Melitus semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang penderita Diabetes Melitus terbanyak di dunia menurut WHO. Aktivitas fisik dan pengaturan diet konsumsi gula menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebagai penatalaksanaan masalah kesehatan global tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan diet konsumsi gula dengan nilai pengukuran kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilaksanakan sejak 07-25 Juni 2022 dengan menggunakan kuesioer Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan SemiQuantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna dengan pvalue 0,000 0,05 sehingga H0 gagal ditolak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lahan penelitian guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada program pencegahan penyakit tidak menular.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 62 responden. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan (p value=0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,381), persepsi (p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu rakin mengontrol kadar gula darah dan harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diet diabetes melitus merupakan salah satu dari lima PILAR DM yaitu untuk mengontrol kadar gula darah pasien,
memberikan energi yang cukup dan menghindari komplikasi dari penyakit baik akut maupun kronis. Pada lansia sangat
rentan terkena diabetes melitus karena seiring bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun dan terjadi perubahanperubahan
fisologis terutama pada sistem endokrin. Perubahan fisiologis pada usia lanjut normal terjadi namun
tergantung pada kesehatan, gaya hidup, stres, dan kondisi lingkungan yang ada jadi pada setiap orang berbeda-beda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Diabetes
Melitus Pada Lansia Di Poli Spesialis RS X Cikarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperiemen dengan
metode kuantitatif. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu 41 responden dengan menggunakan total sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer
dengan instrument kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan diet DM. Uji statistic
menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan
kepatuhan diet DM dengan hasil P Value 0,001. Terdapat hubungan antara sikap dengan kepatuhan diet DM dengan
hasil P Value 0,000. Terdapat hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan diet DM dengan P
Value 0,001. Penderita diabetes melitus pada lansia di poli spesialis RS X Cikarang sudah memiliki pengetahuan yang
baik tentang diet diabetes melitus dan dapat melakukan diet dengan baik, maka dari itu diet diabetes melitus perlu
dipertahankan dan mendapat dukungan dari petugas kesahatan maupun orang disekitarnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.