ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi
Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square.
Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : RENA JUWITA SARI
NIM : 020319680
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021
xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran
ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”.
Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi.
Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2
Daftar Pustaka: 25
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun 2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong. Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah
dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan
setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun
2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong.
Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara
mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stress. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stress diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi- square.Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stress (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stress dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan banyak terjadi dimasyarakat.
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalankan kepatuhan diet hipertensi yaitu
:Kepercayaan, Sikap, pengetahuan, motivasi pasien dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga juga dikaitan dengan
perbaikan tekanan darah pada keluarga yang sakit, berupadukungan emosional, penghargaan, dukungan instrumental
dan dukungan informasional. (Friedman, et.all 2010). Secara spesifik dengan adanya dukungan keluarga dapat
menurunya mortalitas (fajryah, et all 2016). Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya
engidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di RS Annisa Bogor
Tahun 2021. Desain penelitian adalah metode yang dimanfaatkan oleh peneliti untuk melaksanakan suatu penelitian
yang memberikan petunjuk terhadap jalannya penelitian (Dharma, 2011).Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan desain penelitiannya adalah cross-sectional (potong lintang), yaitu pengumpulan data penelitian
yang mengimplementasikan pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2012). Berdasarkan hasil
pengolahan data dalam penelitian uji Chi Square didapat hasil : nilai Sig sebesar 0,002 < 0,005 dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan atara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di
Rumah Sakit Annisa Bogor Tahun 2021. Saran untuk Rumah Sakit Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan
bagi institusi pelayanan.Bagi Peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai data dasar pada pengembangan penelitian
selanjutnya dalam ruanglingkup yang sama dan dapat digunakan sebagai media informasi serta pengembangan ilmu
keperawatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Bagi responden Hasil penelitian dapat menjadi salah satu
informasi yang penting untuk keluarga pasien hipertensi agar dapat meningkatkan kepatuhan diet pasien maka
dibutuhkan dukungan keluarga
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 62 responden. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan (p value=0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,381), persepsi (p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu rakin mengontrol kadar gula darah dan harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.