Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: audiovisual
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Sikap Remaja Putri tentang Pencegahan Perilaku Masturbasi yang Berisiko pada Kesehatan Reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Berdasarkan survei pendahuluan terhadap 10 siswi, sebanyak 70% siswi telah terpapar informasi terkait perilaku seksual dan masturbasi, sedangkan 30% lainnya masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai masturbasi dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap remaja terhadap pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sikap meningkat dari 82,97 sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Hasil uji menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Menarche di SDN Ciledug 03 Kab. Bekasi 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami remaja putri sebagai tanda dimulainya masa pubertas. Pengetahuan yang baik mengenai menarche sangat diperlukan agar remaja putri memahami perubahan yang terjadi pada dirinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang menarche. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (57,1%), pengetahuan cukup 11 responden (26,2%), dan pengetahuan baik 7 responden (16,7%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 responden (83,3%), pengetahuan cukup 6 responden (14,3%), dan pengetahuan kurang 1 responden (2,4%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Media audiovisual dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah utamanya terkait dengan persiapan menghadapi menarche

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Edukasi Kesehatan Dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue) Antara Siswa Kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Usia sekolah dasar (7–12 tahun) merupakan kelompok penting dalam pendidikan kesehatan karena perkembangan kemampuan kognitif dan pembentukan kebiasaan. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak sebagai kelompok rentan, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pencegahan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan sejak dini diperlukan, dengan media audiovisual sebagai pilihan yang lebih efektif karena mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan DBD antara siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain Quasi eksperimental (Pretest-Posttest Two Group). Sampel penelitian berjumlah 66 siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No:005517/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil Penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara siswa kelas 3 dan 4 setelah diberikan edukasi kesehatan dengan audiovisual, hasil analisis uji Mann Whitney p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan audiovisual lebih efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan DBD pada siswa kelas 4 dibandingkan siswa kelas 3 di SDIT Insan Taqwa tahun 2025.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual Tentang Pencegahan Gagal Ginjal Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan pola hidup mandiri. Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup tidak sehat, seperti konsumsi minuman tinggi gula, meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gagal ginjal. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang pencegahan gagal ginjal melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 77 siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian: Hasil analisis data sebelum edukasi, mayoritas responden (61%) memiliki pengetahuan kategori cukup. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dimana mayoritas responden (61%) beralih ke kategori baik. Uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis audiovisual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Media ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan ginjal pada kelompok remaja.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pada Kejadian Syncope Berbasis Audiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat penurunan aliran darah ke otak, yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan awal syncope berpotensi meningkatkan risiko cedera sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan tenik total sampling. Instrumen Penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah diuji validitas (r hitung 0,517-0,786; p <0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,812). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkal signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan baik (57,0%), cukup (34,9%), dan kurang (8,1%). Setelah diberikan edukasi audiovisual, seluruh siswa (100%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,109 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p <0,05), sehingga pengaruh yang signifikan dari edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa. Kesimpulan: Pada Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa secara bermakna. Rekomendasi: Pihak sekolah diharapkan agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta dikembangkan pada Penelitian selanjutnya dengan desain kontrol dan evaluasi retensi jangka panjang.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi FAST Berbasis Audiovisual Terhadap Deteksi Dini Stroke Pada Masyarakat Dengan Hipertensi di Desa Sukainda Kabupaten Bekasi 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak secara progresif. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala awal stroke menyebabkan keterlambatan penanganan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi FAST berbasis audiovisual terhadap deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi di Desa Sukaindah Kabupaten Bekasi Tahun 2026 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi berjumlah 596 penderita hipertensi, dengan sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner 15 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi FAST selama 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Seluruh responden mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan: Edukasi FAST berbasis audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi.Saran: Edukasi FAST berbasis audiovisual dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat sebagai upaya meningkatkan deteksi dini stroke serta dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar.

42 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh KIE Dengan Media Audiovisual Untuk Menurunkan Minat Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Desa Mulyajaya Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya (n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA (67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876; p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Distraksi Audio Visual Terhadap Keberhasilan Pemasangan Infus Pada Anak Usia Pra Sekolah di Rumah Sakit "X" Cikarang Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Anak usia prasekolah adalah anak usia 3-6 tahun. Anak-anak dibawah usia 6 tahun kurang mampu berpikir tentang suatu peristiwa secara keseluruhan, belum bisa menentukan perilaku yang dapat mengatasi suatu masalah yang baru dihadapi dan kurang memahami suatu peristiwa yang dialami. Krisis utama yang terjadi pada anak adalah ketika anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Stresor utama dari hospitalize pada anak yaitu kehilangan kendali dan stres yang berlebihan sehingga dapat menghambat dalam pemberian tindakan keperawatan invasif. Pemasangan infus merupakan salah satu tindakan invasif yang memiliki resiko anak mengalami dampak hospitalisasi. Distraksi melalui audio, visual, dan audio visual adalah salah satu bentuk pengalihan perhatian yang efektif untuk anak usia pra sekolah yang sedang dalam proses hospitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh distraksi audio visual terhadap keberhasilan pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Jenis Penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental. Sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar SOP pemasangan infus. Hasil analisa statistik didapatkan nilai p-value 0.000 <0.05, ada pengaruh distraksi audio visual terhadap keberhasilan pemasangan infus pada anak usia pra sekolah di Rumah Sakit X tahun 2021. Hasil penelitian tersebut sebaiknya mempertahankan distraksi dengan audio visual saat pemasangan infus pada anak, atau dapat mencari cara distraksi lainnya untuk mengalihkan anak saat pemasangan infus.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail