Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ike Maya Permanasari

16 karya publik ditemukan.

2025: 42024: 12

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Praktik Pelaporan Efek Samping Obat Oleh Perawat di RS Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang dan Tujuan: Pelaporan efek samping obat merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pelaporan efek samping obat oleh perawat di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Sampel sebanyak 58 perawat ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari variabel pengetahuan, sikap, lingkungan, kebijakan, dan praktik pelaporan ESO. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan (r=0,400; p=0,002), sikap (r=0,467; p=0,000), lingkungan (r=0,602; p=0,000), serta kebijakan (r=0,312; p=0,017) terhadap praktik pelaporan ESO. Saran: Peningkatan pelatihan dan sosialisasi kebijakan serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaporan ESO guna menjaga keselamatan pasien.

Monitoring Evaluasi Efek Samping Obat Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Hipertensi adalah penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang. Obat antihipertensi berisiko menimbulkan Efek Samping Obat (ESO) yang dapat memengaruhi kepatuhan dan kualitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dugaan ESO pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, meliputi obat penyebab, manifestasi, penanganan, riwayat, dan kesudahannya. Metode: Penelitian menggunakan desain non eksperimental deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi periode Januari–Desember 2024, dengan sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis kemudian dianalisis secara deskriptif univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien dan distribusi ESO. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ESO paling banyak dikaitkan dengan Amlodipin (40%), diikuti Ramipril (15%), Spironolactone (15%), Lisinopril (10%), dan Captopril (10%). Manifestasi ESO yang sering muncul adalah pusing dan sakit kepala (35%), diikuti keluhan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan reaksi kulit. Sebagian besar pasien (80%) tidak diberikan terapi tambahan untuk mengatasi ESO, sementara sebagian kecil memperoleh Paracetamol (15%) atau Ondansetron (5%). Riwayat ESO sebelumnya hanya ditemukan pada 20% pasien, dan seluruh kasus (100%) dinyatakan sembuh. Simpulan: Amlodipin merupakan obat yang paling sering dikaitkan dengan ESO pada pasien hipertensi di rumah sakit ini. Monitoring efek samping obat perlu ditingkatkan melalui pencatatan.

Evaluasi Farmakovigilans Terhadap Pengobatan Hipertensi Pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang umum di Indonesia dan dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan pembuluh darah. Pengobatan hipertensi biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama, yang dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap obat (ADR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kejadian farmakovigilans terkait pengobatan hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-analitik melalui accidental sampling pada 61 pasien hipertensi antara Januari hingga April 2025. Informasi diperoleh melalui rekam medis dan lembar Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) amlodipin (75%), diikuti oleh kombinasi CCB+CCB (12,5%), CCB+Diuretik (3,13%), ACEI (3,13%), dan ARB (3,13%). Efek samping yang dilaporkan meliputi pusing, mual, dan sesak napas (40,6%), nyeri di dada (25%), kesulitan bernapas (3,1%), serta rasa lelah yang berlebihan (31,2%). Evaluasi farmakovigilans menyatakan bahwa sebagian besar ADR termasuk dalam kategori "kemungkinan besar" menurut skala Naranjo.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Kejadian Adverse Drug Reaction di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.

Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Simpang Purwakarta

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan hal yang sangat penting guna mencegah rusaknya mutu obat, baik secara fisik maupun kimia. Karena, dengan pengelolaan yang tidak tepat penderita penyakit jadi tidak bisa terlayani dengan maksimal. Menurut Permenkes No. 73 Tahun 2016. Apotek Simpang yang berlokasi di Purwakarta belum pernah melakukan evaluasi terhadap penyimpanan obat. Hal ini yang menimbulkan pertanyaan apakah sistem penyimpanan obat di apotek tersebut sudah memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Dalam observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Ditemukan bahwa obat-obatan yang wujud dan namanya mirip tidak dipisahkan. Penelitian lebih lanjut pun diperlukan guna meningkatkan penyimpanan obat yang lebih baik lagi di Apotek Simpang Purwakarta. Dalam penelitian lebih lanjut yang menggunakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Peneliti melakukan wawancara terhadap Apoteker di tempat. Wawancara yang dilakukan menggunakan lembaran checklist ini bertujuan untuk memperoleh data primer mengenai sistem penyimpanan obat di apotek tersebut. Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi di gudang farmasi di apotek Simpang. Dengan mengacu kepada tabel kualifikasi presentase penyimpanan obat, ditemukan bahwa kondisi ruangan penyimpanan obat sudah baik dengan presentas sebesar 70%. Selain itu, Metode yang digunakan untuk penyimpanan obat sudah baik dengan presentase sebesar 60%. Pengecekan terhadap temperatur penyimpanan obat juga sudah baik dengan presentase sebesar 50%.

Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayan Kefarmasian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas salah satunya adalah pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan lima parameter untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental secara prospektif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan instrument kuesioner. Cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 sampel. Hasil penelitian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang dengan total 95 responden disimpulkan bahwa responden terbanyak yaitu perempuan umur 21-30 tahun, pendidikan SD, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) tertinggi adalah parameter bukti langsung (tangible) sebesar 89,34% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah parameter jaminan (assurance) sebesar 79,65%. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kepuasan dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cilamaya.

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis di Puskesmas Cilamaya Karawang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberkulosis secara teratur sampai tuntas dan patuh merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengobatan Tuberkulosis paru. Tujuan untuk mengetahui karakteristik dan hubungan tingkat kepatuhan pasien terhadap Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Puskesmas Cilamaya Metode jenis yang penelitian ini merupakan Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif alat yang digunakan untuk pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian berdasarkan jenis kelamin jumlah penderita laki-laki sebesar 54,0%, umur pada rentang usia 15-34 tahun yaitu sebesar 63,5%, pendidikan tingkat SMA 34,9%, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 25,9%, lama pengobatan pasien 2 sebanyak 47,6%, pengetahuan baik sebanyak 79,4%. Kesimpulan karakteristik pasien meliputi pekerjaan dan pengetahuan mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien Obat Anti Tuberkulosis (OAT) karena nilai p value yang diperoleh kurang dari nilai signifikan yang digunakan yaitu 0,005. Nilai pekerjaan (p = 0,001) dan pengetahuan (p = 0,030).

Evaluasi Pengelolaan Obat di Gudang Farmasi Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang mengelola program kesehatan masyarakat dan perorangan tingkat pertama dengan penekanan yang lebih besar pada tindakan preventif dan promotif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Penyimpanan obat adalah komponen penting dalam pengelolaan obat di puskesmas. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian persyaratan gudang penyimpanan, untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, untuk mengetahui sistem penerimaan obat dan untuk mengetahui sistem pengeluaran obat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil: Penelitian di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti, kesesuaian persyaratan gudang belum memenuhi persyaratan menurut Dirjen Bina Farmasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan terkait dengan pencatatan suhu kelembaban. Penyimpanan obat menerapkan FIFO dan FEFO. Penyusunan sesuai alfabet dan berdasarkan bentuk sediaan. Penerimaan obat dilakukan dengan memeriksa dokumen lembar permintaan dan lembar pelaporan (LPLPO). Pengeluaran obat di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti dilakukan setelah ada permintaan dari unit yang membutuhkan dan jumlah pengeluaran sama dengan yang tercantum di surat bukti barang keluar. Kesimpulan: Pengelolaan obat yang memenuhi dengan standar pelayanan kefarmasian yaitu penyusunan obat, penerimaan obat, pengeluaran obat, sedangkan pengelolaan obat yang tidak sesuai yaitu penyimpanan obat di puskesmas.

Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Desa Karang Baru Cikarang Utara

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Salah satu ciri pubertas pada remaja putri adalah menstruasi. Menstruasi suatu khodrat wanita yaitu keluarnya darah secara periodik dari rahim yang terjadi setiap bulan selama masa reproduksi aktif seorang wanita. Siklus haid terjadi secara teratur setiap bulan dengan durasi normal 28 hari, sedangkan siklus haid berlangsung 3 sampai 7 hari. Semua wanita mengharapkan menstruasi yang normal, namun pada kenyataannya kebanyakan dari mereka mengalami nyeri saat menstruasi. Dysmenorrhea yaitu nyeri perut bagian bawah atau kram menjelang haid yang berlangsung selama 2-3 hari dan dimulai satu hari sebelum haid. Metode: Metode penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (spearman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil: Uji korelasi ini menggunakan Spearman Rho. Hasil uji hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore didapatkan nilai r hitung -0,208 dengan nilai signifikasi 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa nilai r hitung < 0,001 yang artinya terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore. Nilai signifikasi < 0,050 (0,001 < 0,050) terdapat hubungan. Koefisien korelasi (r tabel) -0,208 bernilai negatif dan masuk hubungan rendah. Kesimpulan: ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik dan Obat Merek Dagang di Puskesmas Sukaraya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Menurut kementrian kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/068/I/2010 Obat generik merupakan obat dengan nama resi Internasional Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat khasiat yang dikandungnya. Obat merk dagang adalah obat dengan nama dagang perusahaan dan di jual dengan merk sesuai keinginan perusaha. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Merk Dagang di Puskesmas Sukaraya meliputi definisi, harga, kualitas, dan keamanan. Metode : Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh merupakan data primer dengan alat bantu berupa kuesioner serta pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling kepada masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Sukaraya pada bulan Maret sampai April 2023. Hasil : penelitian dilakukan di Puskesmas Sukaraya dengan total 100 responden pada karakteristik responden Usia paling tinggi adalah 46-65 Tahun sebesar 38%, berdasarkan Jenis Kelamin paling tinggi adalah perempuan sebesar 67%, berdasarkan Pendidikan paling tinggi adalah SMA sebesar 32%, berdasarkan Pekerjaan paling tinggi adalah tidak bekerja sebesar 59%. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik dan obat merk dagang berdasarkan variabel definisi obat 74,3%, harga obat 74,7%, kualitas obat sebesar 74,6%, dan keamanan obat 74,6%. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Sukaraya tentang obat generik dan obat merk dagang pada bulan Maret sampai April 2023 termasuk dalam kategori baik

Gambaran Pola Peresepan Obat Pada Pasien Penderita Hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar) menyebutkan ada 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid, maka secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. National Center for Health Statistics (NCHS) melaporkan terdapat 10 juta orang di Amerika Serikat mengalami hemoroid. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat hemoroid yang biasa digunakan pada pasien hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan kriteria pasien dan kriteria obat. Metode : Penelitian yang dillakukan yaitu deskriptif kualitatif, Data yang digunakan berupa resep pasien hemoroid pada tahun 2022 di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Hasil : berdasarkan usia penderita paling banyak pada usia 17-40 tahun (57%), berdasarkan jenis kelamin pasien dengan penderita paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 21 pasien (54%), berdasarkan pekerjaan pasien yang bekerja paling banyak yaitu 20 pasien (51%) dan berdasarkan penyakit penyerta yang terdiagnosa dengan beberapa penyakit penyerta yaitu pasien maag, flu dan batuk, asma dan infeksi bakteri. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia 17 hingga 60 tahun yang paling sering menderita hemoroid berada di Puskesmas Karang Bahagia, dan kelompok usia ini diobati dengan antihemoroid suppositoria 2 mg. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan maag, infeksi bakteri, asma, flu, dan batuk mendapatkan pengobatan Hemoroid dengan suplai obat antihemoroid 2 mg.

Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Asma merupakan kelainan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan sesak napas ditandai dengan mengi, batuk dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran penapasan. Tujuannya untuk mengetahui karakterisrtik pasien asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dan untuk mengetahui krakteristik berdasarkan nama zat dan kekuatan obat serta golongannya. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis data kualitatif merupakan jenis data yang tidak dapat di ukur atau dihitung secara langsung. Data yang diambil yaitu semua data resep obat asma yang ada di bulan Juli 2023. Hasil Karakteristik jenis kelamin laki – laki sebanyak 19 orang, perempuan sebanyak 11 orang. golongan obat beta-agonis 10 orang sedangkan Antagonis muskarinik 8 orang, kekuatan sediaan obat Spiriva yakni 8 orang, Salbutamol 7orang, bentuk sediaan obat asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang paling banyak digunakan bentuk sediaan inhaler 15 pasien, sediaan obat terbanyak ke dua adalah tablet sebanyak 12 pasien. Pasien yang paling banyak jenis kelamin laki-laki (63%),paling banyak golongan obat beta- agonis (33%), antagonis muskarinik (27%), zat aktif spiriva 2,5mg yaitu Tiotropium (26%),zat aktif Salbutamol 2mg ( 22%),bentuk sediaan yaitu inhaler (50%),untuk kekuatan sediaan obat terbanyak ke dua yaitu tablet (40%).

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Dengan Penyerta Dislipidemia di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 < 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.

Gambaran Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Sukaraya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa di atas 18 tahun). Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui karakteristik pasien dan gambaran penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di puskesmas sukaraya. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien yang mendapat pengobatan hipertensi yang didapat dari pasien rawat jalan puskesmas sukaraya pada periode November 2022 – Januari 2023 sebanyak 100 sampel . Hasil penelitian ini yaitu hipertensi sering dialami oleh pasien berjenis kelamin Perempuan sebanyak 56 orang (56%) dan yang paling banyak berusia 36 – 55 sebanyak 45 orang (45%). Penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan di puskesmas sukaraya adalah amlodipin (CCB) sebanyak 68 pasien (68%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Sukaraya terbanyak berjenis kelamin perempuan sebesar 45%, dan usia 36 – 55 tahun sebesar 56%, serta tekanan darah yang paling banyak dialami pada tahap hipertensi tingkat 1 sebanyak 57%, dan berdasarkan penggunaan obat anti hipertensi yang paling banyak digunakan golongan Calcium channel blocker sebesar 80% dengan zat aktif yaitu Amlodipin sebesar 68%.

Profil Penyimpanan Obat di Gudang Obat Puskesmas Cikarang Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan menyimpan dengan cara menempatkan perbekalan farmasi pada tempat yang di nilai aman sesuai dengan standarisasi penyimpanan dan gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Tujuan: Untuk mengetahui dan menilai bagaimana pengaturan tata ruang, penyusunan penyimpanan obat, pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu obat. Metode: Penelitian ini menggunakan observasi dengan metode cek list dan wawancara dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil: Pada pengaturan tata ruang memperoleh hasil 89% dengan kategori sangat baik. Pada penyusunan penyimpanan obat di gudang obat Puskesmas Cikarang diperoleh hasil 100% dengan kategori yang sangat baik. Pada pencatatan kartu stok obat di gudang obat Puskesmas Cikarang diperoleh hasil 100% dengan kategori yang sangat baik. Kesimpulan: Berdasarkan profil penyimpanan obat pada pengamatan mutu obat, penyusunan penyimpanan obat pencatatan kartu stok di gudang obat Puskesmas Cikarang diperoleh hasi 100% dengan kategori sangat baik.

Evaluasi Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai di UPTD Puskesmas Ciasem Subang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut Permenkes RI No. 74 Tahun 2016, terdapat dua standar dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian puskesmas, yaitu: pengelolaan sediaan farmasi Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan standar pelayanan farmasi Puskesmas. Pengelolaan sediaan farmasi Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) merupakan hal yang sangat penting. Karena, penyimpanan yang baik dan benar dapat memastikan mutu dan kestabilan obat, mencegah kerusakan fisik dan kimiawi, serta memastikan obat tersedia dengan aman dan terjamin mutunya. Dalam studi sebelumnya yang dilakukan di gudang dan di apotek Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu dan Puskesmas Kecamatan Wara Utara Kota menunjukan belum semua unit fasilitas kesehatan menerapkan standar penyimpanan obat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang tersedia di Puskesmas Ciasem berdasarkan parameter kondisi ruangan, penyimpanan, dan temperatur. Dengan mengacu kepada Permenkes yang sudah ditetapkan peneliti melakukan observasi dengan teknik Purposive sampling. Beberapa hal yang diperhatikan dalam indikator penilaian meliputi kondisi ruangan, penyimpanan, dan temperatur. Adapun hasil presentase yang diperoleh dari observasi tersebut dengan indikator penilaian kondisi ruangan adalah 72,72%, Pada indikator penilaian penyimpanan memiliki presentase 88,23%, dan pada indikator penilaian temperatur memiliki presentase sebesar 60%. Ketiga indikator tersebut menunjukan bahwa penyimpanan obat dan BMHP yang ada di gudang penyimpanan UPTD Puskesmas Ciasem Subang sudah cukup baik.