Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: swamedikasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis Pada Mahasiswa Sarjana Farmasi Universitas Medika Suherman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati diri sendiri atau untuk mengatasi gejala penyakit yang ringan sebelum memutuskan mencari pertolongan ke dokter atau petugas kesehatan Gastritis salah satu penyakit ringan yang dapat di atasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis pada mahasiswa sarjana farmasi universitas medika suherman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswa yang diambil sebagai subjek penelitian. Dimana dalam penelitian ini hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis tersebut di dapat dengan menggunakan metode survey dan menggunakan kuisioner. Populasi ini berjumlah 151 orang serta jumlah sampel sebanyak 110 responden. Nilai signifikasi perilaku 7 adalah sebesar 0,019 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ( Perilaku meminum obat magh sebelum makan ) . Nilai signifikasi perilaku 10 adalah 0,005 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku ( penyimpanan obat magh ) .

68 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Media Power Point dengan Tingkat Pengetahuan Tindakan Swamedikasi Pada Penyakit Gastritis Pada Remaja Umur 10-19 Tahun di Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan umumnya ditangani melalui tindakan swamedikasi. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat secara rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait tindakan swamedikasi yang tepat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint terhadap tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi penyakit gastritis pada remaja usia 10–19 tahun di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 95 remaja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan swamedikasi gastritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -8,512 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi menggunakan media PowerPoint terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi gastritis pada remaja. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai tindakan swamedikasi gastritis yang rasional. Media PowerPoint dapat direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi remaja dalam upaya pencegahan dan pengelolaan gastritis.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Batuk Pada Masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi atau self medication merupakan upaya untuk mengobati atau mencegah suatu gejala atau penyakit yang dapat diidentifikasi secara mandiri dengan menggunakan obat yang diperoleh tanpa resep dokter, seperti obat bebas, obat bebas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan mengenai tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam tindakan swamedikasi batuk pada kalangan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan corss sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 90 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Spearman's rank test dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil pada tingkat pengetahuan menunjukan 93,3% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi batuk yang tinggi, dan 5,6% yang rendah kemudian sebanyak 93,3% masyarakat memiliki perilaku swamedikasi yang tepat, dan 6,7% yang tidak tepat. Terdapat korelasi yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi batuk dengan mendapatkan hasil nilai 0,000 ≤ 0,1.

27 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis di Desa Kalijaya Cikarang Barat

2024•Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Desa Karang Baru Cikarang Utara

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Salah satu ciri pubertas pada remaja putri adalah menstruasi. Menstruasi suatu khodrat wanita yaitu keluarnya darah secara periodik dari rahim yang terjadi setiap bulan selama masa reproduksi aktif seorang wanita. Siklus haid terjadi secara teratur setiap bulan dengan durasi normal 28 hari, sedangkan siklus haid berlangsung 3 sampai 7 hari. Semua wanita mengharapkan menstruasi yang normal, namun pada kenyataannya kebanyakan dari mereka mengalami nyeri saat menstruasi. Dysmenorrhea yaitu nyeri perut bagian bawah atau kram menjelang haid yang berlangsung selama 2-3 hari dan dimulai satu hari sebelum haid. Metode: Metode penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (spearman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil: Uji korelasi ini menggunakan Spearman Rho. Hasil uji hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore didapatkan nilai r hitung -0,208 dengan nilai signifikasi 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa nilai r hitung < 0,001 yang artinya terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore. Nilai signifikasi < 0,050 (0,001 < 0,050) terdapat hubungan. Koefisien korelasi (r tabel) -0,208 bernilai negatif dan masuk hubungan rendah. Kesimpulan: ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dismenore.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Gratritis Pada Mahasiswa Sarjana Farmasi Universitas Medika Suherman

2023•Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati diri sendiri atau untuk mengatasi gejala penyakit yang ringan sebelum memutuskan mencari pertolongan ke dokter atau petugas kesehatan Gastritis salah satu penyakit ringan yang dapat di atasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis pada mahasiswa sarjana farmasi universitas medika suherman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswa yang diambil sebagai subjek penelitian. Dimana dalam penelitian ini hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis tersebut di dapat dengan menggunakan metode survey dan menggunakan kuisioner. Populasi ini berjumlah 151 orang serta jumlah sampel sebanyak 110 responden.. Nilai signifikasi perilaku 7 adalah sebesar 0,019 < 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ( Perilaku meminum obat magh sebelum makan ) . Nilai signifikasi perilaku 10 adalah 0,005 < 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku (penyimpanan obat magh).

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Swamedikasi Jerawat Pada Mahasiswa Sarjana Farmasi di Universitas Medika Suherman

2023•Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah pemilihan dan pemakaian obat yang dilakukan sendiri. Keterbatasan pengetahuan terhadap obat dan penggunaannya dapat menimbulkan kesalahan pengobatan untuk melakukan swamedikasi, khususnya dalam swamedikasi jerawat. Jerawat adalah sistem peradangan kronik kelenjar-kelenjar sebasea.. Jerawat diderita oleh sekitar 80% populasi masyarakat usia 12-25 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengetahuan Sikap Dan Tindakan Swamedikasi Jerawat Pada Mahasiswa di Universitas Medika Suherman. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu penomena yang terjadi dalam masyarakat. Populasi pada penelitian ini berjumlah 151 orang serta jumlah sampel sebanyak 110 orang responden. Hasil dan kesimpulan pada penelitian ini mahasiswa sarjana farmasi di Universitas Medika Suherman memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 91 orang dari 110 responden. Sikap yang cukup baik terdapat 58 orang dari 110 responden, Tindakan yang baik terdapat 88 orang dari 110 responden.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Swamedikasi Vitamin dan Imunostimulan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika pada Periode Maret 2020 - Juni 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, 16 Agustus 2022 Nama : Atu Zelva Aulia NIM : 010718004 GAMBARAN SWAMEDIKASI VITAMIN DAN IMUNOSTIMULAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI APOTEK KHANZA MEDIKA PADA PERIODE MARET 2020 – JUNI 2022 Xvi + 46 Halaman + 2 Tabel + 11 Gambar + 12 Lampiran ABSTRAK Coronavirus Disease atau Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Potensi terinfeksi virus Covid-19 sangat dipengaruhi oleh tingkat imunitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun yaitu melalui multivitamin ataupun suplemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui vitamin dan imunostimulan apa saja yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh penjualan obat di apotek. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan vitamin dan imunostimulan di apotek. Data dianalisis dalam bentuk diagram. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat penjualan tertinggi vitamin B di Apotek Khanza Medika pada masa pandemi Covid-19 pada bulan Juli 2020. Tingkat penjualan tertinggi vitamin C di Apotek Khanza pada bulan Juli 2021. Tingkat penjualan tertinggi multivitamin di Apotek Khanza Medika pada bulan April 2020. Tingkat penjualan tertinggi imunostimulan di Apotek Khanza Medika pada bulan Maret 2020. Dan vitamin yang sering digunakan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika yaitu vitamin C dan Multivitamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika yaitu vitamin C dan multivitamin.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail