BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular
melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak
sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi
tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum
memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan
simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan.
Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan
bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur
Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental
One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki
dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data
dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil:
Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin
dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif
meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa
menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Sindrom angin dingin merupakan gangguan kesehatan umum pada anak yang ditandai dengan batuk, hidung tersumbat, dan produksi dahak encer. Kencur (Shā Jiāng) sebagai herbal tradisional Tiongkok diketahui memiliki sifat hangat dan pedas yang berpotensi meredakan gejala tersebut.
Tujuan: Mengetahui efektivitas kencur dalam mengurangi frekuensi dan intensitas batuk pada anak dengan sindrom angin dingin berdasarkan parameter Traditional Tiongkok dan penilaian klinis. Metode: Penelitian menggunakan kuesioner observasional dengan skala penilaian frekuensi batuk (0-5) dan intensitas batuk (0-10). Partisipan terdiri dari 30 anak usia 2-12 tahun yang diberikan terapi kencur selama 7 hari. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik parametrik. Hasil:Terdapat penurunan signifikan pada frekuensi batuk (rerata dari skala 4 menjadi 2) dan intensitas batuk (rerata dari skala 7 menjadi 3). Gejala penyerta seperti hidung tersumbat dan produksi dahak juga menunjukkan perbaikan. Tidak dilaporkan efek samping serius. Kesimpulan: Kencur efektif meredakan gejala batuk pada anak dengan sindrom angin dingin berdasarkan kriteria tradisional chinese medice. Penelitian lanjutan dengan desain lebih ketat dan sampel lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Batuk persisten dengan dahak lembab merupakan masalah kesehatan umum di daerah tropis seperti Indonesia, terkait faktor lingkungan dan infeksi saluran napas. Dalam pengobatan Tiongkok, kondisi ini dikenal sebagai sindrom dahak lembab, ditandai batuk berulang, produksi dahak berlebihan, nafsu makan menurun, serta lidah pucat/normal dengan lapisan putih. Penelitian ini mengevaluasi keamanan dan efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit pada anak-anak dengan sindrom tersebut.
Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit dalam mengurangi gejala batuk sindrom dahak lembab pada anak usia 2–17 tahun.
Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest melibatkan 22 anak usia 2-17 tahun yang dipilih secara purposif. Studi dilakukan di Klinik Griya Sehat Alami, Bekasi selama Maret-Juni 2025. Responden menerima terapi kombinasi Kencur (1-3g/hari) dan Kunyit (1-3g/hari) disesuaikan usia selama 7 hari. Evaluasi gejala sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi herbal ini berhasil meredakan gejala batuk, menurunkan frekuensi batuk, dan meningkatkan nafsu makan, tanpa laporan efek samping serius. Temuan ini menawarkan terapi yang aman dan efektif untuk batuk pada anak dengan sindrom dahak lembab.
Kesimpulan: Hasil penelitian membuktikan ramuan Kencur dan Kunyit dengan takaran tepat bisa mengatasi batuk lembab dahak pada anak. Ramuan ini aman digunakan dan bisa menjadi pilihan pengobatan alami. Temuan ini memberikan solusi praktis untuk mengobati batuk berlendir pada anak dengan bahan alami yang minim efek samping.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi atau self medication merupakan upaya untuk mengobati atau mencegah suatu gejala atau penyakit yang dapat diidentifikasi secara mandiri dengan menggunakan obat yang diperoleh tanpa resep dokter, seperti obat bebas, obat bebas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan mengenai tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam tindakan swamedikasi batuk pada kalangan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan corss sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 90 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Spearman's rank test dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil pada tingkat pengetahuan menunjukan 93,3% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi batuk yang tinggi, dan 5,6% yang rendah kemudian sebanyak 93,3% masyarakat memiliki perilaku swamedikasi yang tepat, dan 6,7% yang tidak tepat. Terdapat korelasi yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi batuk dengan mendapatkan hasil nilai 0,000 ≤ 0,1.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit tuberculosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium
tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru. Masalah pada studi kasus ini yaitu memberikan gambaran tentang
pemberian Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Bersihan jalan nafas tidak efektif akibat Tuberkulosis Paru. Metode
yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien
(Ny. M) yang mengalami tuberkulosis dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Sumber data didapatkan melalui
wawancara dan pengkajian. Hasil pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk dimunculkan masalah
keperawatan utama, diantaranya klien mengalami batuk lebih dari 7hari, demam kurang lebih 5 hari, dan nyeri pada
bagian tulang belakang, terdapat suara nafas tambahan yaitu ronkhi, Tes kulit mantoux: 8mm, BTA: +1. Masalah
keperawatan utama adalah Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret. Intervensi yang
dilakukan berdasarkan teori manajemen jalan nafas menurut SIKI. Implementasi disesuaikan dengan buku SIKI. Evaluasi
yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil batuk efektif meningkat dan sekret mudah dikeluarkan.