Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: merokok
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Dodi Lestiono NIM : 221070009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran ABSTRAK PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan Pencegahan Merokok Pada Remaja Usia 15-17 Tahun di Pondok Pesantren Ro'iyatul Mujahidin Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku berisiko yang sering dimulai pada usia remaja dan berdampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan adanya santri yang merokok karena kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pengetahuan pretest dan posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan merokok pada responden. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja. Media ini dapat menjadi strategi intervensi yang menarik dan edukatif bagi lingkungan pesantren untuk mencegah perilaku merokok di kalangan santri.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas X di Wilayah Bekasi Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.

28 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Remaja Terhadap Kejadian Merokok Pada Siswa SMA Negeri 3 Tambun Selatan Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

prevalensi kebiasaan merokok perhatian serius pada perokok laki – laki dewasa didunia sebesar 35,7% didunia, sedangkan di Indonesia mencapai 62,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan perilaku remaja terhadap kejadian merokok pada siswa SMA Negeri 3 Tambun Selatan 2025. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan coss sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Laki – laki SMAN 3 Tambun Selatan yang berjumlah 452 siswa, ditentukan sampel siswa sebanyak 440 responden. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 31 Januari 2025. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Chi square dengan menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian merokok dengan p-value = 0,005 (<0,05), dan terdapat hubungan antara Perilaku dengan kejadian merokok dengan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulannya, pengetahuan dan perilaku remaja berpengaruh terhadap kebiasaan merokok. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya merokok perlu ditingkatkan di sekolah guna menekan angka merokok di kalangan remaja.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berhenti Merokok Pada Remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodologi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p<0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja Pesisir Pantai Sederhana.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya ISPA Pada Balita di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia Kab. Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dimana penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Penelitian ini dilakukan di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia yang bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia tahun 2023. Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p<0,005. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat diperoleh hasil status gizi (p=0,415), pendidikan ibu (p=1,000) yang artinya status gizi dan pendidikan ibu tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan kebiasaan merokok keluarga (p=0,0001), riwayat asi eksklusif (p=0,0000) yang artinya kebiasaan merokok keluarga dan riwayat ASI Eksklusif ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil dari penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan pendidikan ibu tidak mempengaruhi kejadian ISPA pada balita, sedangkan kebiasaan merokok keluarga dan riwayat ASI Eksklusif mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian ini disarankan untuk tenaga kesehatan mampu meningkatkan pemberian informasi kepada ibu serta masyarakat berupa penyuluhan dan promosi kesehatan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Janutng Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 30 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 30 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Serangan Jantung Koroner Pada Pasien di Ruang Cathlab di RS Sentra Medika Cisalak Kota Depok

2023•Koleksi Perpustakaan

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kondisi pasokan darah dan oksigen yang tidak memadai ke miokardium. Faktor resiko penyebab jantung koroner dibagi menjadi 2 yaitu dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu usia, jenis kelamin, etnis, riwayat keluarga. Sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya yaitu hipertensi, hiperlipidemia, diabetes mellitus, obesitas, riwayat merokok, pola diet yang buruk, dan gaya hidup buruk Penelitian ini merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Analisa data menggunakan uji statistik chi square Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi dengan nilai (p value) merokok 0,001 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara merokok dengan serangan jantung koroner, diabetes melitus dengan nilai (p value) 0,000 maka H1 diterima artinya ada hubungan anatara diabetes mellitus dengan serangan jantung coroner, dan hipertensi dengan nilai (p value) 0,007 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara hipertensi dengan serangan jantung coroner, pada pasien diruang cathlab Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Kota Depok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah merokok, diabetes mellitus, dan hipertensi merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan serangan jantung coroner di Ruang Chathlab RS. Sentra Medika Cisalak.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok Pvalue: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Masa Kehamilan di Puskesmas Sukatani Tahun 2019

2022•Koleksi Perpustakaan

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang di kandung.bila status gizi normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkianan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain, kualitas bayi yang dilahirkan sangat bergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan di Puskesmas Suktani tahun 2019 Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Sukatani pada bulan oktober- desember Tahun 2019 yang berjumlah 504 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 203 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bivariat menunjukan umur ibu P=0,034, OR 2,049. pendidikan P=0,002, OR 2,574. Pengetahuan P=0,003, OR 2,421. Pekerjaan P=0,010, OR 2,178. pendapatan P=0,001, OR 2,778. jarak kehamilan p=0,001, OR 2,496. riwayat merokok p=0,009, OR 2,203. Ada hubungan signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan, riwayat merokok dan tidak ada kesenjangan. Kesimpulan penelitian ini adalah dari 7 variabel yang diteliti, pada variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan dan riwayat merokok memiliki hubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan. Disarankan bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi selama kehamilan. Bagi petugas Puskesmas untuk memberikan informasi kepada ibu hamil tentang gizi pada masa kehamilan agar tidak ada ibu hamil yang Kurang Energi Kronis.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140/90 mmHg. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya hipertensi seperti faktor genetik, umur, jenis kelamin, kegemukan, serta gaya hidup. Gaya Hidup yang dimaksud seperti merokok, stress, aktivits fisik dan pola makan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 133 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini didapatkan dari 57 responden sebanyak 22 orang (73,3%) yang menerapkan gaya hidup sehat memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat penderita hipertensi agar terhindar dari komplikasi yang lebih lanjut, ikut dalam memodifikasi gaya hidup sehari-harinya agar penderita terbiasa.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Merokok Pada Siswa Kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Leher Rahim di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Kanker merupakan penyakit yang tidak menular.Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Di Indonesia kanker rahim menempati urutan ke 2 terbesar yang menyerang perempuan sebanyak (10,3%) setelah kanker payudara (18,4%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada pasangan usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasangan usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya ke poli kebidanan di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 889 pasangan usia subur.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre.Penelitian ini menggunakan data sekunder,sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,001),paritas (P.value= 0,001),kelebihan berat badan (P.value= 0,02),infeksi klamidia (P.value= 0,039),merokok (P.value= 0,000),riwayat kanker leher rahim pada keluarga (P.value= 0,000).Tidak ada kesenjangan antara factor-faktor yang berhubungan (usia,paritas,kelebihan berat badan,infeksi klamidia,merokok & riwayat kanker leher rahim pada keluarga) dengan teori. Saran diharapkan pasangan usia subur dapat memeriksakan keadaannya dan melakukan skrining sedini mungkin dan bagi RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khusus kanker leher rahim agar pasangan usia subur mendapatan pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat demi terwujudnya keluarga yang sehar dan sejahtera.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kista Ovarium Pada Wanita Usia Subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Kista ovarium merupakan salah satu tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai pada wanita dimasa reproduksinya. Kista ovarium merupakan penyebab kematian semua kanker ginekologi diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 23,400 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kista ovarium pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018 Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya kepoli kebidanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 823 wanita usia subur. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 262 resonden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,002), paritas (P.value= 0,001),menarche dini (P.value= 0,002),merokok (P.value= 0,001),riwayat kista ovarium padakeluarga (P.value= 0,004).Tidak ada kesenjangan antara usia, paritas, menarche dini, merokok & riwayat kista ovarium pada keluarga dengan teori. Dari 5 variabel yang diteliti (usia, paritas, menarche dini, merokok dan riwayat kista ovarium pada keluarga) ternyata ada hubungan dengan kejadian kista ovarium, pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Saran diharapkan wanita usia subur memahami tentang kejadian kista ovarium, tanda dan gejala serta memperhatikan cara hidup sehat sebagai salah satu cara untuk mencegah dan bagi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khususnya kista ovarium agar wanita usia subur mendapat pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail