Abstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.