BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di RW 003 Desa Sukahurip
Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2018 – Juli 2018 didapatkan
penderita dengan hipertensi sebanyak 42 orang, dengan umur 23-61 tahun. Kejadian
hipertensi sering kali dikaitkan dengan faktor yang dapat memperbesar risiko atau
kecenderungan seseorang menderita hipertensi, diantaranya adalah pola makan,
aktivitas fisik, perilaku merokok, stres (faktor yang dapat dimodifikasi), sedangkan
faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor genetik, riwayat
keluarga, usia, ras.
Tujuan : Mengetahui hubungan gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, perilaku
merokok, manajemen stres) dengan derajat tekanan darah di RW 003 Desa
Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan
atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita
hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan
Sukatani Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 42 responden. Analisis data di
lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai
signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji continuity correction sebagai alternatif
nya.
Hasil : Ada hubungan antara pola makan, aktifitas fisik, manajemen stres dan tidak
ada hubungan antara perilaku merokok dengan derajat tekanan darah pada penderita
hipertensi di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun
2018, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pola makan 7,600, aktivitas fisik
7,000, manajemen stres 4,875.
Kesimpulan : Pola makan, aktivitas fisik dan manajemen stres berhubungan dan
prilaku merokok tidak berubungan dengan derajat tekanan darah karena sebagian
besar penderita hipertensi tidak merokok.
Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita
hipertensi dapat melakukan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi lebih
lanjut.