BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada penurunan imunitas, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi karena mengalami siklus menstruasi setiap bulan dan sering kali memiliki perilaku makan yang kurang memperhatikan asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X SMAN 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 338 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Random sampling dengan rumus slovin dan diperoleh jumlah responden sebanyak 85 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat haemometer easy touch. Analisis data dilakukan secara presentase univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), lama menstruasi (p = 0,004), dan pendapatan orang tua (p = 0,001) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Pengetahuan, lama menstruasi, dan pendapatan orang tua merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan. Sekolah disarankan mengadakan edukasi berkala mengenai gizi seimbang dan manajemen menstruasi guna meningkatkan pengetahuan siswi dalam mengantisipasi risiko kehilangan darah yang lama. Selain itu, sekolah perlu menyediakan pilihan jajanan kaya zat besi yang murah di kantin untuk menyiasati keterbatasan daya beli akibat faktor ekonomi orang tua
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan yang tercangkup dalam domain kognitif mempunyai enam tiangkatan yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Tujuan : Untuk menganalisis pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan tingginya tingkat penggunaan kontrasepsi suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti. Metode : Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diamati Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 173 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p= 0.001 < 0,05 untuk umur, p=0.021 <0,05 untuk pendidikan, p= 0.001 <0,05 untuk pekerjaan, p=0.014 <0,05 untuk sumber informasi dan p= 0.000 <0,05 untuk dukungan keluarga. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan keluarga terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) di TPMB Masitoh Hardiyanti. Kesimpulan: Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakteristik akseptor KB suntik dan menjadi bahan evaluasi bagi petugas kesehatan untuk pemberian konseling
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Angka kematian ibu, bersama angka kematian bayi, merupakan indikator penting kesehatan suatu negara. WHO melaporkan angka kematian ibu yang tinggi pada tahun 2024, salah satu penyebab tidak langsungnya adalah terlambatnya pengenalan tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling dari 149 ibu hamil. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,004), pendidikan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,001), dan sumber informasi (p = 0,040) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu hamil, sementara pekerjaan (p = 0,242) dan pendapatan (p = 0,085) tidak signifikan. Kesimpulan: Usia, pendidikan, dan dukungan keluarga mempengaruhi pengetahuan ibu hamil. Disarankan untuk meningkatkan program edukasi berbasis komunitas, dukungan keluarga, penggunaan media sosial, serta akses dan pelatihan untuk tenaga medis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi adalah cara meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-24 bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara- Bekasi 2022. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yaitu semua ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 78 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dan keterjangkauan ke tempat pelayanan imunisasi (P value =0.001, 0.001, 0.001,0.000, 0.002 ) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian diharapkan mengadakan penyuluhan disetiap jadwal imunisasi dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi dasar lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Imunisasi adalah cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, meningitis, polio dan campak. Tujuan: untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-24 bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara- Bekasi Tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini semua ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 78 orang dan data yang diperoleh menggunakan kuesioner dan KMS /Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 25 (32,1%) responden tidak memberikan imunisasi dasar lengkap, responden memiliki tingkat pendidikan rendah 24,4%, untuk tingkat pengetahuan kurang 56,4%, yang bekerja 70,5%, penghasilan kurang dari UMR 53,8%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 46,2%, memiliki jarak jauh 67,9%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dan keterjangkauan ke tempat pelayanan imunisasi (P value =0.001, 0.001, 0.001,0.000, 0.002 ) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Diharapkan mengadakan penyuluhan disetiap jadwal imunisasi dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada Kader Posyandu untuk membantu petugas kesehatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi dasar lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang di kandung.bila status gizi normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkianan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain, kualitas bayi yang dilahirkan sangat bergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan di Puskesmas Suktani tahun 2019
Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Sukatani pada bulan oktober- desember Tahun 2019 yang berjumlah 504 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 203 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan umur ibu P=0,034, OR 2,049. pendidikan P=0,002, OR 2,574. Pengetahuan P=0,003, OR 2,421. Pekerjaan P=0,010, OR 2,178. pendapatan P=0,001, OR 2,778. jarak kehamilan p=0,001, OR 2,496. riwayat merokok p=0,009, OR 2,203. Ada hubungan signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan, riwayat merokok dan tidak ada kesenjangan.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari 7 variabel yang diteliti, pada variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan dan riwayat merokok memiliki hubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan. Disarankan bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi selama kehamilan. Bagi petugas Puskesmas untuk memberikan informasi kepada ibu hamil tentang gizi pada masa kehamilan agar tidak ada ibu hamil yang Kurang Energi Kronis.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen.
Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks adalah jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Namun sayangnya cakupan vaksinasi HPV masih sangat rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 227 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan (P-Value = 0,000), pengetahuan (P-Value = 0,046), dukungan suami (P-Value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (P-Value = 1,000), tingkat pendapatan (P-Value = 0,100), dan riwayat keluarga menderita kanker serviks (P-Value = 1,000) dengan vaksinasi HPV. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan untuk wanita dan keluarganya mengenai vaksinasi HPV.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk Negara Indonesia. Pemerintah melalui BKKBN mengajukan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), tetapi pada kenyataan di masyarakat alat kontrasepsi yang sedikit digunakan adalah kotrasepsi implant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.164 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil analisis bivariat umur ada hubungunan dengan P Value 0,029 P < a 0,05 dan OR 8,387 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendidikan ada hubungan dengan P Value 0,037 P < a 0,05 dan OR 3,200 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pengetahuan ada hubungan dengan P Value 0,019 P < a 0,05 dan OR 5,700 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendapatan ada hubungan dengan P Value 0,023 P < a 0,05 dan OR 3,511 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti, Sumber informasi ada hubungan dengan P Value 0,040 P < a 0,05 dan OR 2,772 adanya kesesuaian antar teori dengan apa yang diteliti, Dukungan suami ada hubungan dengan P Value 0,027 P < a 0,05 dan OR 3,813 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti.
Kesimpulan dari hasil penelitian 6 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, sumber informasi, dukungan suami) mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi implant. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi dari pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi sehingga dapat memilih alat kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dan banyak bertanya dengan tenaga kesehatan, bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang KB.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Stunting adalah tinggi Badan dibawah persentil-ketiga, yang sesuai dengan nilai 1,9 atau dibulatkan menjadi 2 Standar Deviasi. Stunting dapat dilihat dari tinggi badan menurut umur serta dapat menyebabkan gangguan Intelligence Quotient, perkembangan psikomotor, kemampuan motorik, dan integrasi neurosensori.
Desain dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu di Desa Karang Satu yang memiliki balita usia 24-59 bulan sebanyak 36 responden. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, menggunakan data primer, data diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan variabel pendidikan (P.value=0,041), pendapatan (P.value=0,018), asupan makanan (P.value=0,007), riwayat BBLR (P.value=0,018), riwayat penyakit (P.value=0,037), riayat ASI Eksklusif (P.value=0,000), yang kurang dari nilai alpha (0,05).
Kesimpulannya ada hubungan antara pendidikan, pendapatan, asupan makanan, riwayat BBLR, riwayat penyakit, riwayat ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Karang Satu tahun 2019. Saran diharapkan ibu menambah wawasan maupun pengetahuan tentang kebutuhan anak dalam proses tumbuh kembang, serta dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.