ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya tetanus pada ibu dan bayi baru lahir. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal, dan efek samping imunisasi TT berperan dalam mendukung penerimaan dan pelaksanaan imunisasi. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan adalah booklet karena materi dapat disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebanyak 20 ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, 9 ibu hamil (30,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 26 ibu hamil (86,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik, 3 ibu hamil (10,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,30 sebelum intervensi menjadi 18,33 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Media booklet dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai imunisasi TT
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi
menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi,
dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Imunisasi adalah proses pemberian vaksinasi kepada seseorang untuk membantu mereka menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Vaksin merangsang system kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat melawan penyakit tertentu. Indikator data dari Klinik Amelia. Jumlah anak Indonesia yang tidak divaksinasi pada tahun 2018 hingga 2023 adalah 1.879.820 anak. Cakupan vaksinasi dasar di Indonesia juga mengalami penurunan, dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,5% pada tahun 2021. Capain imunisasi dasar lengkap dari januari sampai dengan maret 2025 hanya 62,5% yang tercapai Imunisasi dasar lengkap. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik Amelia tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain cross sectional, populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan yang tinggal di wilayah layanan Klinik Amelia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis hubungan antar variable menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini dengan uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa usia (p= 0,000) , pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara usia, pekerjaaan, pendidikan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik amelia tahun 2025.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Abstrak: Imunisasi adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu
melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut, bayi dan anak yang mendapat
imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya dan akan mencegah
penularan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi 0-12 bulan, Jenis penelitian ini
adalah survey kuantitatif, dengan desain non eksperimental dan pengumpulan data dilakukan secara cross sectional. populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel 50 responden.
pengumpulan data dengan menyebarkan kuesoner. analisis yang digunakan adalah univariat dan
bivariat dengan uji chis quare. Hasil Penelitian uji statistic univariat di dapatkan cakupan imunisasi
tidak tercapai sebanyak 27 responden (54,0%), dan hasil imunisasi yang tercapai sebanyak 23
responden (46.0%), Analisis bivariat menunjukan variabel yang berhubungan signifikan dengan
rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi 0-12 bulan adalah varibel tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0.000 or 13,571 (95% ci 3,416-53,926), variabel pendidikan dengan nilai p value 0.000 ,or 12,600 (95% ci: 3,288-48,287), varibel sumber informasi dengan nilai p value 0.000, or 11,281 (95 ci: 2,900-43,878), variabel dukungan keluarga dengan nilai p value 0.000, or 16,292
(95% ci: 3,970-66,860), variabel peran kader dengan nilai p value 0.000, or 4,453 (95 ci: 1.35314.653).
Kesimpulan: Bahwa adanya hubungan pengetahuan,pendidikan,sumber informasi, dukungan keluarga, peran kader terhadap rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi 012 bulan
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa batita dalam masa emas, atau “golden age” mengalami masalah perkembangan dalam hal emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Di masa depan, gangguan ini dapat memengaruhi sikap dan perilakunya. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. selain itu, kondisi keuangan keluarga dan cara orang tua membesarkan anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Batita membutuhkan pengawasan penuh selama masa usianya, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan gizinya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian yang digunakan cross sectional, Menggunakan metode consecutive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu batita yang berusia 1-3 tahun berjumlah 823. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05. Hasil: Mayoritas dari mereka berusia 3 tahun 96 orang (36,2%), status gizi kurang 109 orang (41,1%), pola asuh negatif 134 orang (50,6%), imunisasi Mr/campak pada batita usia 3 tahun 96 orang (36,2%). Kesimpulan: dari penelitian ini hanya faktor pola asuh dengan kpsp yang memiliki hubungan dengan nilai chi square P = 0,001 < a 0,05. Sedangkan, umur, status gizi,imunisasi tidak terdapat hubungan dengan tumbuh kembang pada batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Data Globocan tahun 2020 mencatat total kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian sebesar 234.511 kasus. Kanker serviks (leher rahim) menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker. Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia adalah kurangnya kesadaran dan akses terhadap pemeriksaan rutin dan vaksinasi. Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang bisa dicegah yaitu dengan imunisasi vaksin HPV dan melakukan deteksi dini
kanker serviks dengan pemeriksaan Papsmear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam acetat). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya pengetahuan WUS tentang imunisasi Ca servix di RT 05 RW 02 Kelurahan Telaga Asih Bekasi tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di RT 05 RW 02 Kelurahan Telaga Asih sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 50 orang responden wanita usia subur di RT 05 RW 02. Analisa univariate menggunakan distribusi frekuensi dan untuk uji bivariate menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh responden.
Berdasarkan hasil analisa dari 50 responden paling banyak memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 31 orang (62,0%), berusia 20-35 tahun sebanyak 41 orang (82,0%). Wanita yang paritasnya tidak berisiko sebanyak 29 orang (58%), berpendidikan minimal SMA sebanyak 29 orang (58%), dan mendapatkan sumber informasi melalui elektronik sebanyak 34 orang (68%). Variabel yang berhubungan pengetahuan adalah Pendidikan dan Sumber informasi dengan nilai 0,000 < 0,05. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah Usia dan Paritas.
Penelitian ini diharapkan menjadi Setelah diketahui hubungan antara pendidikan dan sumber informasi dengan pengetahuan tentang imunisasi HPV dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendekatan secara intesif pada WUS. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai pembuka wawasan yang lebih luas mengenai ilmu kebidanan dan khususnya dalam bidang kesehatan reproduksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Anak balita yang tidak
mendapat imunisasi lanjutan mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit infeksi
dan menular. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi capaian umunisasi
anak diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pendidikan, dan dukungan keluarga
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
kuantitatif. Menggunakan pendekatan Cross sectional yaitu penelitian yang di
lakukan dengan cara mengumpulkan data pada satu waktu yang sama selama satu
periode hari, minggu, atau bulan. Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini
sebanyak 60 orang responden. Dan kemudain di uji data menggunakan kuesioner
yang sudah di siapkan dengan metode Uji chi square untuk mengetahui nilai
hubungan antar variabelnya.
Hasil uji statistik dengan melihat uji chi square dengan derajat kemaknaan
5% atau < p 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak,
yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat pengetahuan
dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik menunjukan
hasil p = 0,05 (p < 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho
ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat
pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik
menunjukan hasil p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disampulkan bahwa Ha
diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara
faktor tingkat pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap.
Ketiga Uji Bivariat tersebut mendapatkan nilai Odd Ratio (OR) = 19.000 yang
berarti bahwa ibu dengan pendidikan tinggi berpeluang 19.000 yang berarti
hubungan antar variabel adalah hubungan yang kuat.
Diharapkan bidan dapat terus memotivasi orang tua dan keluarga untuk
lebih perduli untuk membawa anak dalam pemenuhan kebutuhan imunisasi pada
anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi merupakan salah satu bentuk preventif, dalam peningkatan kesehatan dan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi , pada study pendahuluan didapatkan 55% bayi tidak melakukan imunisasi sesuai jadwal dan 45% sesuai jadwal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan diklinik Bunda Aulia Cikarang Barat Tahun 2023
Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif , dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah Populasi sebesar 151 responden, tehnik sampel dengan accidental sampling, dan mendapatkan sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisoner, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variable dan analisa bivariate berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p<0,005.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat diperoleh 37,0% tidak patuh, pendidikan rendah 62,0%, ibu tidak bekerja 43,0%, pengetahuan kurang baik 38,0%, keluarga yang tidak mendukung 33,3%, Hasil analisis bivariat diperoleh p value pendidikan (p=0,000) , pekerjaan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000), yang artinya ada hubungan antara variable independen dengan variable dependen
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari keempat variable tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada bayi. Dengan adanya hubungan dari keempat variable ini maka petugas kesehatan dan kader masyarakat dapat meningkatkan perannya untuk melakukan promosi kesehatan melalui penyuluhan ataupun membentuk suatu kelompok yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pemberian imunisasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan cakupan imunisasi Pentabio 3 tingkat nasional sebesar 61,3
%. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 di Jawa Barat cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi mencapai 99,2% (863,931). Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan capaian imunisasi Pentabio pada bayi di Posyandu Cempaka 2 desa Jayalaksana kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak 4-11 bulan di Posyandu Cempaka 2 Desa Jayalaksana kabupaten Bekasi tahun 2023 yang berjumlah 50 responden. Tehnik pengambilan sample menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisia data menggunakan Univariat dan Bivariat (Chi-Square). Adapun variabel yang diteliti yaitu (Pengetahuan, pekerjaan Ibu, kepemilikan buku KIA, peran bidan dan tenaga Kesehatan, peran suami dan dukungan keluarga).
Hasil Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square Pengetahuan dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05) , Pekerjaan Ibu dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05), kepemilikan buku KIA dengan P-Value/ 0,237 (P>0,05), peran Bidan dan Tenaga Kesehatan dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05) dan Peran Suami dan Dukungan Keluarga dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05).
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan, pekerjaan Ibu, peran bidan dan tenaga Kesehatan, peran suami dan dukungan keluarga dengan capaian imunisasi Pentabio dan tidak terdapat hubungan kepemilikan buku KIA dengan capaian imunisasi Pentabio. Saran: agar peneliti dapat menjadikan sumber ilmu pengetahuan, institusi
Pendidikan dapat menjadikan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa, untuk Ibu yang memiliki bayi agar membaca
buku KIA agar pemanfaatan buku KIA lebih efisien, tempat penelitian memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya Imunisasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Sekitar 190.000 kasus infeksi campak dan rubella dilaporkan ke WHO pada tahun 2017 dari seluruh dunia. Ada lebih dari
130.000 kasus pada tahun 2016. Lonjakan kasus sekitar 30%, yang sebagian besar adalah anak-anak. Salah satu penyebabnya Karena sibuk bekerja dan memiliki waktu yang sedikit, ibu yang bekerja pada pagi hari tidak dapat mengunjungi posyandu dan mengabaikan kesehatan anaknya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sumber informasi. terhadap faktor rendahnya cakupan dalam pemberian imunisasi. Variabel yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sumber informasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik Cross Sectional. Menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan accidental Sampling. Jumlah responden 120 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mangun Jaya terhitung dari september 2021 – januari 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian didapatkan uji chi square nilai p value 0.000 ada hubungan antara pekerjaan dengan pencapaian cakupan dalam pemberian imunisasi dengan hasil OR 2.408. Simpulan ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan akses informasi dengan pencapaian cakupan dalam pemberian imunisasi dan tidak ada hubungan umur dengan pencapaian cakupan imunisasi rubella (MR) pad a balita usia
18 bulan-4 tahun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Distribusi buku KIA, sebagai sarana pencatatan pelayanan kesehatan dan media KIE kesehatan ibu dan anak. salah satu target global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per
100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Garut (2020), AKI/AKB kita (atau) Angka Kematian Ibu (dan) Angka Kematian Bayi cukup tinggi. survey awal melalui wawancara singkat dengan pengelola program KIA di Posyandu Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, pemanfaatan Buku KIA masih rendah. Rendahnya pemanfaatan buku KIA masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan dan sikap ibu tentang manfaat dari buku KIA dan sebagian ibu juga menganggap hal-hal yang berhubungan dengan buku KIA hanya sekedar buku catatan pemeriksaan.Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil di Posyandu Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut tahun 2022.Variabel yang diteliti pengetahuan,sikap dan dukungan petigas kesehatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah kua ntitatif analitik Cross Sectional. Menggunakan Teknik Total Sampling. Jumlah responden 50 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di posyandu terhitung dari september 2022 – desember 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan Pemanfaatan Buku KIA pada Ibu Hamil adalah Pengetahuan nilai P=0,000,nilai OR=79,168,dukungan petugas kesehatan P=0,000,nilai OR=79,168 Sedangkan variabel yang tidak berhubungan sikap P=0,351,hasil OR=5.802. Simpulan ada hubungan dengan pengetahuan,dukungan petugas kesehatan terhadap Pemanfaatan Buku KIA pada Ibu Hamil .Dan tidak ada hubungan sikap.Disarankan kepada petugas kesehatan untuk bisa memberikan informasi dan edukasi tentang
pentingnya pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) dari 91,3% anak di Indonesia yang pernah diimunisasi, terdapat 33,4% pernah mengalami KIPI. Keluhan yang marak terjadi adalah bengkak pada lokasi penyuntikan, kemerahan, dan 6,8% anak mengeluh demam tinggi. Beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi dengan lengkap yaitu karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan imunisasi dan takut akan persepsi yang salah dari masyarakat tentang imunisasi. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Praktek Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung tahun 2022.
Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner dengan 100 orang sebagai sampel.
Hasil uji statistic Chi Square antara pendidikan dan pengetahuan ibu didapatkan nilai P value = 0,000 (P< 0,05), sedangkan pada faktor umur dan pengetahuan didapatkan P Value = 0,089 atau p > 0,05. Uji pada faktor paritas serta faktor sumber informasi dengan pengetahuan didapatkan masing-masing nilai p = 0,0000.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI adalah faktor pendidikan, paritas dan sumber informasi. Sedangkan faktor umur tidak berhubungan dengan pengetahuan. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan faktor-faktor yang terkait dengan pengetahuan dan perilaku di antaranya, pengalaman, informasi dan status ekonomi budaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi adalah cara meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-24 bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara- Bekasi 2022. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yaitu semua ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 78 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dan keterjangkauan ke tempat pelayanan imunisasi (P value =0.001, 0.001, 0.001,0.000, 0.002 ) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian diharapkan mengadakan penyuluhan disetiap jadwal imunisasi dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi dasar lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skipsi, Maret 2023 Nama : Sapnah haryati Nim : 221050055 FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IMUNISASI BAYI UMUR 0-12 BULAN DIKLINIK BUNDA AULIA CIKARANG BARAT vii + 78 hal + 6 tabel+ 7 lampiran ABSTRAK Imunisais merupakan salah satu bentuk preventif, dalam peningkatan kesehatan dan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi , pada study pendahuluan didapatkan 55% bayi tidak melakukan imunisasi sesuai jadwal dan 45% sesuai jadwal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan diklinik Bunda Aulia Cikarang Barat Tahun 2023 Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif , dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah Populasi sebesar 151 responden, tehnik sampel dengan accidental sampling, dan mendapatkan sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisoner, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variable dan analisa bivariate berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat diperoleh 37,0% tidak patuh, pendidikan rendah 62,0%, ibu tidak bekerja 43,0%, pengetahuan kurang baik 38,0%, keluarga yang tidak mendukung 33,3%, Hasil analisis bivariat diperoleh p value pendidikan (p=0,000) , pekerjaan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000), yang artinya ada hubungan antara variable independen dengan variable dependen Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari keempat variable tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada bayi. Dengan adanya hubungan dari keempat variable ini maka petugas kesehatan dan kader masyarakat dapat meningkatkan perannya untuk melakukan promosi kesehatan melalui penyuluhan ataupun membentuk suatu kelompok yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pemberian imunisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rosita Dewi NIM : 221050069 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN ROSITA DEWI TAHUN 2022 xviii + 57 Halaman + 8 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) dari 91,3% anak di Indonesia yang pernah diimunisasi, terdapat 33,4% pernah mengalami KIPI. Keluhan yang marak terjadi adalah bengkak pada lokasi penyuntikan, kemerahan, dan 6,8% anak mengeluh demam tinggi. Beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi dengan lengkap yaitu karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan imunisasi dan takut akan persepsi yang salah dari masyarakat tentang imunisasi. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Praktek Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner dengan 100 orang sebagai sampel. Hasil uji statistic Chi Square antara pendidikan dan pengetahuan ibu didapatkan nilai P value = 0,000 (P 0,05), sedangkan pada faktor umur dan pengetahuan didapatkan P Value = 0,089 atau p > 0,05. Uji pada faktor paritas serta faktor sumber informasi dengan pengetahuan didapatkan masing-masing nilai p = 0,0000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI adalah faktor pendidikan, paritas dan sumber informasi. Sedangkan faktor umur tidak berhubungan dengan pengetahuan. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan faktor-faktor yang terkait dengan pengetahuan dan perilaku di antaranya, pengalaman, informasi dan status ekonomi budaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Imunisasi adalah cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, meningitis, polio dan campak. Tujuan: untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-24 bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara- Bekasi Tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini semua ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 78 orang dan data yang diperoleh menggunakan kuesioner dan KMS /Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 25 (32,1%) responden tidak memberikan imunisasi dasar lengkap, responden memiliki tingkat pendidikan rendah 24,4%, untuk tingkat pengetahuan kurang 56,4%, yang bekerja 70,5%, penghasilan kurang dari UMR 53,8%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 46,2%, memiliki jarak jauh 67,9%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dan keterjangkauan ke tempat pelayanan imunisasi (P value =0.001, 0.001, 0.001,0.000, 0.002 ) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Diharapkan mengadakan penyuluhan disetiap jadwal imunisasi dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada Kader Posyandu untuk membantu petugas kesehatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi dasar lengkap.