Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Desa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Oksigen Melalui Nasal Cannula dan Semirecumbent Positioning 30 Terhadap Pencegahan Desaturasi pada Pasien Perokok Pasca General Anesthesia di Pacu RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Desaturasi pasca general anesthesia adalah komplikasi yang umum ditemukan pada pasien perokok, prosedur general anesthesia memiliki risiko yang signifikan terhadap desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Intervensi yang diperlukan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen salah satunya pemberian oksigen menggunakan nasal cannula dan semirecumbent positioning 30. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan saturasi sebelum dan sesudah diberikannya intervensi pasca anestesi umum di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat saturasi oksigen Instrumen penelitian berupa skoring adaptasi National Early Warning Score (NEWS). dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil dari tujuan umum dengan menggunakan Uji Paired T-test diperoleh bahwa sebanyak 44 responden mengalami perubahan, nilai signifikan sebesar p=0,000 (p<0,05). Sehingga ada perbedaan rata-rata antara hasil nilai pretest dengan hasil nilai posttest pada pasien perokok pasca general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° berpengaruh signifikan terhadap pencegahan desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia ditunjukkan dengan adanya peningkatan saturasi oksigen dengan nilai sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Saran: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° terbukti efektif mencegah desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia dan direkomendasikan untuk praktik klinis serta penelitian selanjutnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Perbandingan Kecemasan Pada Siswi Kelas 4-6 di Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Bekasi Dalam Menghadapi Menarche

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Perempuan mengalami menstruasi pertama yang disebut dengan menarche. Setiap anak memiliki usia yang berbeda untuk menarche, tetapi tiap tahun nya terdapat kecenderungan anak perempuan mendapat menstruasi pertama atau menarche ke arah umur yang lebih muda sehingga saat ini banyak anak perempuan di sekolah dasar sudah mengalami menarche. Karena tubuh mengalami perubahan selama menarche, anak perempuan dapat mengalami kondisi psikologis diantaranya kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan tingkat kecemasan pada siswi kelas 4-6 di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Subyek dan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif dengan desain penelitian cross-sectional. Lokasi penelitian di SD Sukasari 04 yang mewakili pedesaan dan SDN Bekasi Jaya III yang mewakili perkotaan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas 4-6 yang sudah mengalami menarche dengan total 30 siswi pedesaan dan 30 siswi di perkotaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini variabel independen adalah siswi SD kelas 4-6 di pedesaan (X1), siswi SD kelas 4-6 di perkotaan (X2) dan variabel dependen adalah kecemasan siswi dalam menghadapi menarche (Y) metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif yaitu uji Mann whitney. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kecemasan siswi di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Hasil uji Mann whitney p=0,000<0,05. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh rata- rata tingkat kecemasan 52.10 di pedesaan dan 42.53 di perkotaan. Kesimpulan: Sebagian besar siswi di pedesaan memiliki tingkat pengetahuan cukup dan mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan di perkotaan sebagian besar siswi memiliki tingkat pengetahuan baik dan mengalami tingkat kecemasan ringan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19. Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran. Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail