Pengaruh Pemberian Oksigen Melalui Nasal Cannula dan Semirecumbent Positioning 30 Terhadap Pencegahan Desaturasi pada Pasien Perokok Pasca General Anesthesia di Pacu RSUD Kabupaten Bekasi
Latar belakang: Desaturasi pasca general anesthesia adalah komplikasi yang umum ditemukan pada pasien perokok, prosedur general anesthesia memiliki risiko yang signifikan terhadap desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Intervensi yang diperlukan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen salah satunya pemberian oksigen menggunakan nasal cannula dan semirecumbent positioning 30. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan saturasi sebelum dan sesudah diberikannya intervensi pasca anestesi umum di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat saturasi oksigen Instrumen penelitian berupa skoring adaptasi National Early Warning Score (NEWS). dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil dari tujuan umum dengan menggunakan Uji Paired T-test diperoleh bahwa sebanyak 44 responden mengalami perubahan, nilai signifikan sebesar p=0,000 (p<0,05). Sehingga ada perbedaan rata-rata antara hasil nilai pretest dengan hasil nilai posttest pada pasien perokok pasca general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° berpengaruh signifikan terhadap pencegahan desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia ditunjukkan dengan adanya peningkatan saturasi oksigen dengan nilai sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Saran: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° terbukti efektif mencegah desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia dan direkomendasikan untuk praktik klinis serta penelitian selanjutnya.