ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Maret 2023 Nama : Mazin Lilianing Bati NIM : 221070076 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL, KETERPAPARAN SUMBER INFORMASI DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG xvii + 70 Halaman + 9 Tabel + 11 Lampiran ABSTRAK Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang serius pada saat persalinan. Ibu hamil harus mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, terpapar sumber informasi dan mendapat dukungan suami agar berperilaku baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 94 responden. Uji analisis bivariat menggunakan chi-square untuk menganalisa adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Hasil analisis bivariat untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,035 OR 2,825 CI 95% (1,161-6,871), keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,036 OR 1,376 CI 95% (1,163-1,872) dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,002 OR 4,125 CI 95% (1,744-9,754). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat penngetahuan ibu hamil keterpapan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Bahan Bacaan : 36 Jurnal, 13 Buku (2016-2022). Kata Kunci : Diabetes Gestasional, Pengetahuan, Sumber Informasi, Dukungan Suami. Suherman Medical University (UMS) BACHELOR OF NURSING STUDY PROGRAM AND NERS PROFESSIONAL EDUCATION Under Graduate Thesis, March 2023 Name : Mazin Lilianing Bati ID : 221070076 THE RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN KNOWLEDGE LEVELS, EXPOSURE TO INFORMATION SOURCES AND HUSBAND’S SUPPORT WITH PREVENTION BEHAVIOR OF GESTATIONAL DIABETES MELLITUS AT SENTRA MEDIKA CIKARANG HOSPITAL xvii + 70 Pages + 9 Tables + 11 Attachments ABSTRACT Gestational diabetes mellitus is one of the main causes of maternal and infant mortality and is very dangerous because it causes serious complications during labor. Pregnant women must have a good level of knowledge, exposed to sources of information and have the support of their husbands so that they will behave well in preventing gestational diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between pregnant women knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestasional diabetes mellitus prevention behaviour at Sentra Medika Cikarang Hospital in 2023. The design of this study was quantitative analysis with a cross sectional approach. The research sample used a simple random sampling technique with a total of 94 respondents. Bivariate analysis test using chi-square to analyze the relationship between pregnant woman knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention behavior. The results of bivariate analysis for the relationship between knowledge levels with gestational diabetes mellitus prevention behavior p-value 0.035 OR 2.825 CI 95% (1,161-6,871), exposure to information sources with gestational diabetes mellitus prevention behavior p-value 0.036 OR 1.376 CI 95% (1,163-1,872) and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention behavior p-value 0.002 OR 4.125 CI 95% (1,744-9,754). The conclusion of this study there is a relationship between pregnant woman knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention behavior. Reading Materials: 36 Journals, 13 Books (2016-2022). Keywords: Gestational Diabetes, Knowledge, Information Sources, Husband's Support.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, masih terdapat ibu yang mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 51 responden mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif dan 33 responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif, masing-masing dengan p-value<0,001. Kesimpulan: Pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan edukasi ASI eksklusif serta dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, khususnya bagi ibu bekerja.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pemberian ASI diberikan selama enam bulan pertama namun masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui determinan atau faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Sukarahayu, wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Metode Penelitian: jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 dengan melibatkan populasi sebanyak 51 ibu menyusui. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 51 responden. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square (α = 0,05). Hasil Penelitian: bahwa sebagian besar responden 33 (64,7%) tidak memberikan ASI eksklusif. Analisis bivariat membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan pendidikan ibu (p < 0,001), pengetahuan ibu (p < 0,001), dukungan suami (p < 0,001), dan dukungan keluarga (p < 0,001). Kesimpulan: rendahnya capaian ASI eksklusif di Desa Sukarahayu dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pendidikan, kurangnya pengetahuan, serta minimnya dukungan dari suami dan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang komprehensif dengan melibatkan partisipasi suami dan keluarga untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Wanita premenopause sering tidak memiliki kesadaran lengkap mengenai peristiwa menopause yang akan datang, yang menyebabkan peningkatan prevalensi gejala menopause. Penyelidikan dilakukan pada tahun 2024 di Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kecemasan wanita premenopause terhadap transformasi fisik dan psikologis. Subyek dan Metode: Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Desa Karang Rahayu terletak di Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, lokasi penelitian berlangsung. Penelitian ini melibatkan 110 responden wanita yang berusia antara 40 dan 49 tahun, dan teknik pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan data. Para responden akan diwawancarai secara pribadi melalui kuesioner terstruktur. Variabel independent pada penelitian ini ialah usia, sikap, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, serta dukungan suami, sedangkan variabel dependent ialah tingkat kecemasan pada wanita premenopause. Instrumen yang dimanfaatkan pada studi ini ialah kuesioner. Data yang dikumpulkan menjalani berbagai proses termasuk pengeditan, pengkodean, penilaian, tabulasi, pembersihan, dan penyebaran informasi. Analisis data pada penelitian ini mencakup dua fase utama: Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Dari hasil peneltian diperoleh dari 110 responden, menggunakan uji chi-square diperoleh hasil Tingkat kecemasan dengan usia memiliki nilai (OR=0,320; 95% CI= 0,108 hingga 0,948; p-value=0,034), Tingkat kecemasan dengan pendidikan memiliki nilai (OR= 2.434; 95% CI= 1.126 hingga 5.261; p-value = 0,023), Tingkat kecemasan dengan pekerjaan memiliki nilai (OR= 4.957; 95% CI= 1.282 hingga 19.171; p-value= 0,012), Tingkat kecemasan dengan pengetahuan memiliki nilai (OR= 2.711; 95% CI= 1.244 hingga 5.905; p-value= 0,011), Tingkat kecemasan dengan sikap memiliki nilai (OR= 6.346; 95% CI= 2.013 hingga 20.010; p-value= 0,001), Tingkat kecemasan dengan dukungan suami memiliki nilai (OR= 3.750; 95% CI= 1.679 hingga 8.375; p-value= 0,001). Kesimpulan: Dari hasil tersebut bisa ditarik kesimpulan ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, serta dukungan suami dengan tngkat kecemasan wanita premenopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kehamilan merupakan hal yang wajar bagi wanita yang sedang berada dalam masa produktif. Pada masa ini, ibu hamil mengalami berbagai perubahan, termasuk perubahan psikologis. Pada trimester pertama, ibu hamil sering kali menghadapi masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, menurunnya rasa kepercayaan diri, dan sulit mengontrol emosi. Dukungan dari suami dapat membantu mengatasi perubahan psikologis yang ibu hamil alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan ibu hamil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantittif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tambelang Bekasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 50 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan suami dan perubahan psikologis ibu hamil. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi dukungan suami paling banyak adalah kurangnya dukungan suami yaitu sebanyak 35 responden (70%), frekuensi perubahan psikologis paling banyak adalah adanya perubahan psikologis terhadap ibu hamil sebanyak 36 responden (72%). Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pola kecenderungan pemakaian kontrasepsi di Indonesia ini lebih didominasi oleh penggunaan suntikan dan peminatan terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami penurunan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat akseptor kb dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 100 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 sampel. Hasil angka menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat akseptor KB dengan umur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,714, pengetahuan dengan nilai p value = 0,005 dan nilai OR =3,173, paritas dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,945, dan dukungan suami dengan nilai p value = 0,009 dan nilai OR = 2945. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran yang disampaikan semoga penilitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan peningkatan minat akseptor KB jangka panjang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor
diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untyk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Unmeed KB pada wanita usia subur. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) yang sudah menikah terhadap Unmeed Need KB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan faktor-faktor pendukung Unmeed Need KB. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS)terhadap Unmeed Need KB. Kata Kunci: WUS, Unmeed Need KB, umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi, paritas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang serius pada saat persalinan. Ibu hamil harus mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, terpapar sumber informasi dan mendapat dukungan suami agar berperilaku baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 94 responden. Uji analisis bivariat menggunakan chi-square untuk menganalisa adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Hasil analisis bivariat untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,035 OR 2,825 CI 95% (1,161-6,871), keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,036 OR 1,376 CI 95% (1,163-1,872) dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan
diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,002 OR 4,125 CI 95% (1,744-9,754). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat penngetahuan ibu hamil keterpapan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian ASI ekslusif. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum. Kesimpulan menunjukan bahwa hampir seluruh ibu mendapatkan dukungan suami, dukungan keluarga dan peran bidan. Terdapat pula hubungan pula antara pemberian ASI di tiga hari pertama Postpartum antara Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan penghasilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian asi ekslusif. Tujuan: untuk mengetahui keberhasilan menyusui 3 hari pertama postpartum berdasarkan variable yang diteliti. Metode: metode cross sectional. Populasi semua ibu post-partum pervaginam menggunakan keadaan ibu baik dan bayi sehat, Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 12 (38,71%) responden tidak memberikan ASI di tiga hari pertama postpartum,responden memiliki tingkat pendidikan rendah 57,89%,yang bekerja 14,29%,untuk tingkat pengetahuan kurang 56,25%,responden yang tidak didukung oleh suami 13,33%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 22,22%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia harus dikendalikan. AKDR (Alat kontrasepsi dalam Rahim) merupakan alat kontrasepsi jangka Panjang yang paling efektif dan aman apabila dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya. AKDR akan dapat menekan angka kematian ibu dan meningkatkan Kesehatan ibu serta mampu mengendalikan pertambahan penduduk karena tingkat keefektifannya mencapai 99,4%. Berdasarkan hasil survei di PMB Manondang Tambunan, selama 6 bulan, periode April sampai September 2021 kunjungan akseptor, KB AKDR hanya 0,9% dari seluruh kunjungan peserta KB lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan. Jenis penelitian ini adalah jenis survei dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor pengetahuan,usia, pendidikan, paritas dan dukungan suami, terhadap rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan Desember 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB sebanyak 360 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 78 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 responden, sebanyak 1,3% menggunakan KB AKDR dan 98,7% tidak menggunakan KB AKDR. Variabel pengetahuan (p=0,000) memiliki hubungan terhadap penggunaan KB AKDR. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan petugas kesehatan meningkatkan pemahaman masyarakat dengan melakukan pendekatan dan mengubah pengetahuan masyarakat dengan mitos yang salah tentang KB AKDR. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja PMB Manondang Tambunan tentang efektifitas, keuntungan dan kerugian KB AKDR. Peningkatan pengetahuan peserta akan memengaruhi penggunaan KB AKDR, penyuluhan serta sosialisasi tentang KB AKDR.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kecemasan juga merupakan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan akan berdampak
negatif pada wanita sejak masa kehamilan sampai persalinan. Secara psikologis, ibu yang tidak
tenang dapat menurunkan kondisi tersebut kepada bayinya sehingga bayi mudah merasa gelisah,
yang akhirnya berdampak pada kesehatannya seiring ia tumbuh besar.
Metode penelitian ini bersifat desain korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. .
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil usia kehamilan trisemester III yang berada
di wilayah kerja BPM Ratna Ningsih di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon yaitu sebanyak
111 ibu hamil dimana sampel akhir 61 orang dengan menggunakan teknik Accidental sampling.
Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat, uji statistik dengan uji Chi-square.
Hasil analisa univariat didapatkan hasil dari 61 responden terdapat 41 responden (67.2%) yang
memiliki kecemasan dalam menghadapi persalinan, sedangkan terdapat 20 responden (32.8%) yang
tidak cemas dalam menghadapi persalinan. Hasil analisa bivariat dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara pembedahan (p value=0.004), status ekonomi (p value=0.000) , lingkungan (p
value=0.045) , usia (p value=0.000) , dukungan suami (p value=0.002) dengan kecemasan ibu hamil
dalam menghadapi persalinan.
Diharapkan dengan adanya penelitian ini responden dapat memperluas wawasan dan ilmu
pengetahuannya tentang faktor yang berhubungan dalam menghadapi persalinan dan meningkatkan
kesadaran responden bahwa persalinan tidak harus dilakukan dengan pembedahan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Program pemerintah keluarga Berencana yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, bertujuan untuk pengendalian jumlah penduduk, menunda kehamilan atau mencegah kehamilan, menurunkan kehamilan serta menghentikan atau mengakhiri kesuburan sehingga terwujudnya Norma Keluarga Kecil Sejahtera. Pemerintah menyarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur. Mayoritas PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan pil dan suntik, sebab kurangnya pengetahuan mereka mengenai alat kontrasepsi IUD serta tidak mengetahui keuntungan (keefektifan) dari alat kontrasepsi tersebut. Adapun untuk meningkatkan pengetahuan dan minat PUS terhadap KB IUD salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan komunikasi menggunakan media flipchart. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan minat PUS sebelum dan sesudah intervensi media flipchart tentang alat kontrasepsi IUD di klinik Fathurrohaman Cibarusah tahun 2021. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel minimum 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan flipchart. Teknik analisis data terdiri dari tahap uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil uji reliabilitas diperoleh Cronbach’s Alpha untuk instrument angket sebesar 0,943. Hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi Shapiro Wilk test untuk pengetahuan pretes 0,378 dan posttes nilai signifikasi 0,180 serta minat sebelum dilakukan tindakan bernilai 0,312 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sedangkan minat setelah dilakukan tindakan berdistribusi tidak normal dengan nilai 0,025, dimana p>0,05 sehingga uji perbandingan yang digunakan adalah uji Wilcoxon Test diperoleh nilai p-value pengetahuan dan minat p=0.000 berarti ada pengaruh pemberian media flipchart terhadap pengetahuan dan minat PUS tentang IUD dan uji chi-square yang terdapat hubungan yang signikan hanya paritas dan minat PUS dengan dengan nilai p=0.020. Sedangkan umur, pendidikan, paritas terhadap pengetahuan dan dukungan suami tidak terdapat hubungan yang bermakna
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron menimbulkan lemahnya organ reproduksi dan muncul perubahan fisik pada tubuh, selain itu rasa takut yang dialami seperti : kecantikan memudar serta hawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun sehingga timbul kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Jatiranggon Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling, populasi ibu usia 40-50 tahun di kampung pabuaran 71 orang dan sampel 71 responden, instrument penelitian yaitu kuesioner, data yang didapatkan berupa data primer, analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dukungan suami dengan kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi menopause. Tidak ada hubungan antara pekerjaan, usia menarche, paritas dengan kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi menopause. Saran mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan agar siap menghadapi menopause sehingga terhindar dari kecemasan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data yang di dapat dari dinas Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 wanita yang terkena kanker serviks diperkirakan sebanyak 105 wanita yang mengalami kanker serviks. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Kp. Kalen Kacing dari 30 responden ternyata 25 responden tidak mengetahui tentang pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran distribusi frekuensi pengetahuan tentang pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur di Kp Kalen Kacing DS. Sukka tenang Kec. Sukawangi–Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 90 pasangan usia subur di Kp. Kalen Kacing dan didapatkan hasil 40 orang pasangan usia subur yang pengetahuan rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Usia, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan, Dukungan Suami) hasilnya tidak ada kesenjangan dengan pengetahuan terhadap pemeriksaaan IVA pada pasangan usia subur di Kp Kalen Kacing. Saran penelitian yaitu bagi masyarakat Kp. Kalen kacing lebih memperhatikan kesehatannya dengan mendeteksi secara dini tentang kanker serviks dengan menngunakan pemeriksaan IVA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron menimbulkan lemahnya organ reproduksi dan muncul perubahan fisik pada tubuh, selain itu rasa takut yang dialami seperti : kecantikan memudar serta hawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun sehingga timbul kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Jatiranggon Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat masih-masing variabel independen yang terdiri dari pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, usia menarche, paritas, dan dukungan suami, sedangkan variabel dependen yaitu kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, populasi yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun di kampung pabuaran sebanyak 71 orang dan sampel dalam penelitian yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun sebanyak 71 responden, instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, data yang didapatkan berupa data primer, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil uji statistik bivariat pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 dengan nilai OR 6,458. Pendidikan menunjukkan bahwa nilai p = 0,007 dengan nilai OR 4,295. Pekerjaan menunjukkan bahwa nilai p = 0,516. Usia menarche menunjukkan bahwa nilai p = 0.996. Paritas menunjukkan bahwa nilai p = 0,297. Dukungan suami menunjukkan bahwa nilai p = 0,002 dengan nilai OR 5,878. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, ada hubungan antara pendidikan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara usia menarche dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara paritas dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, dan ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Saran mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan agar siap menghadapi menopause sehingga terhindar dari kecemasan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
K4 adalah kontak dengan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan yang keempat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan kehamilan sesuai dengan standar. Pada Kabupaten Bekasi cakupan K4 sebesar 95,89%, sedangkan data di puskesmas Pebayuran cakupan K4 sebesar 63.9% yang berarti cakupan K4 di desa tersebut masih berada dibawah cakupan kab.Bekasi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kunjungan k4 pada ibu hamil di desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kab. Bekasi Tahun 2020. Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form dan catatan kehamilan dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Hasil: analisis menggunakan uji chi- square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) dan menunjukan ada hubungan paritas ibu hamil (P=0,001), pengetahuan (P=0,003), sosial ekonomi (P=0,012), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (P=0,001) dan dukungan suami (P=0,013).
Kesimpulan : terdapat hubungan paritas, pengetahuan, sosial ekonomi, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran kab. Bekasi.
Saran : Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya ibu hamil yang tidak lengkap dalam melakukan kunjungan K4, dan dapat mengetahui data dasar bahwa masih banyak ibu hamil yang belum melakukan kunjungan kehamilan secara lengkap dan mengetahui program yang tepat untuk mencapai target yang telah di tetapkan oleh pemerintah