ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Viral Marketing dan Flash
Sale terhadap minat beli konsumen Shopee Generasi Z di Kota Depok. Namun,
terdapat inkonsistensi dari penelitian sebelumnya (research gap) terkait efektivitas
kedua strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan asosiatif kausal. Pengumpulan data primer dilakukan dengan
menggunakan kuesioner online (Google Form). Populasi dalam penelitian ini yaitu
Generasi Z di Kota Depok. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non
Probability Sampling melalui metode Quota Sampling sebanyak 60 responden yang
diolah menggunakan IBM SPSS 26. Teknik analisis data menggunakan uji validitas,
uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien
determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian uji t Viral Marketing (X1) menunjukkan
thitung 3,397 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, dan Flash Sale
(X2) thitung 3,338 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Uji F
menunjukkan Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2) secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dengan nilai
Fhitung 40,749 > Ftabel 3,16 dan nilai signifikansi p < 0,001 < 0,05. Hasil uji koefisien
determinasi menunjukkan variabel Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2)
mampu menjelaskan variasi minat beli konsumen (Y) sebesar 58,8% sedangkan
selebihnya 41,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Mendeteksi cacat bawaan melalui skrining bayi baru lahir (SBBL) adalah salah satu langkah untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Menurut perkiraan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1-3% dari total populasi anak mengalami retardasi mental. Cakupan skrinning hipotiroid di Indonesia menurut data pada tahun 2022 sebanyak 31,8% dari tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah ditemukan sebanyak 8 kasus yang terdeteksi di Kabupaten Bogor, tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian promosi Kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan skrinning hipotiroid kongenital terhadap tingkat pengetahuan dan minat ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra experiment dalam Forum Group Discussion dengan one group pretest postest design dengan media video animasi. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner. Dengan menggunakan uji statistik yaitu uji Paired Sample T-Test. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan menggunakan Non-probability Sampling yaitu metode purposive sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan dimana hasil pengetahuan memiliki nilai p value sebesar 0,014 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap pengetahuan ibu. Dan pada minat diperoleh nilai p value sebesar 0,003 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap minat ibu mengenai pemeriksaan Skrinning Hipotiroid Kongenital. Kesimpulan: Dalam penelitian ini didapatkan bahwa promosi Kesehatan menggunakan metode video animasi berpengaruh dalam perubahan dan meningkatkan pengetahuan dan minat ibu Mengenai Pentingnya Tentang Skrinning Hipotiroid Klinik A Cibinong, Kab.Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pola kecenderungan pemakaian kontrasepsi di Indonesia ini lebih didominasi oleh penggunaan suntikan dan peminatan terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami penurunan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat akseptor kb dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 100 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 sampel. Hasil angka menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat akseptor KB dengan umur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,714, pengetahuan dengan nilai p value = 0,005 dan nilai OR =3,173, paritas dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,945, dan dukungan suami dengan nilai p value = 0,009 dan nilai OR = 2945. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran yang disampaikan semoga penilitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan peningkatan minat akseptor KB jangka panjang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Data WHO menunjukan bahwa pengguna alat kontrasepsi Implant di seluruh dunia masih di bawah
alat kontrasepsi suntik, pil, kondom dan IUD, terutama di Negaranegara berkembang. Presentasi
penggunaan alat kontrasepsi suntik yaitu 35,3%, pil 30,5%, IUD 15,2%, sedangkan Implant dibawah
10% yaitu 7,3%, dan alat kontrasepsi lainnya sebesar 11,7%. Pada saat ini diperkirakan memakai
IUD/AKDR, 30% terdapat di Cina, 13% di Eropa, 5% di Amerika Serikat, 6,7% di Negara-negara
berkembang lainnya (Nurmalita Sari dkk., 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Pemilihan Alat
Kontasepsi Implan Di Klinik Pratama Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan
adalah Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh setiap
responden. Jumlah populasi pada penelitian ini 197 orang dan sampel yang di ambil sebanyak 132
responden. Teknik sampel menggunakan accidental sampling atau teknik pengambilan sampel
berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti maka dapat dijadikan sebagai sempel.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan minat implant di Klinik Pratama
Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah pengetahuan (P value 0,004), umur (P
value 0,001), dan dukungan suami ( P value 0,003), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah
Pendidikan ( P value 0,558), paritas (P value 0,082), dan pekerjaa ( P value 0,859).
Diharapkan dengan adanya penelitian ini ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi
dan pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi
sehingga dapat memilih ala kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dengan banyak
bertanya kepada tenaga Kesehatan agar wawasan pengetahuan mengai alat kontrasepsi lebih luas dan bis memperluas informasi dari mana saja contohnya dari media social.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Intra Uterine Device (IUD) atau yang juga dikenal sebagai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
(AKDR) adalah salah satu jenis alat kontrasepsi modern yang telah dirancang secara khusus untuk
dimasukkan ke dalam rahim.(Patimah & Nurani, 2022)
Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian analitik.Pendekatan observasional
digunakan untuk mengumpulkan data primer, termasuk variabel dependen dan independen, melalui
kuesioner. Data ini menggunakan sampel sebanyak 122 akseptor KB.instrumen yang digunakan
adalah kuesioner .analisis uji penelitian ini menggunakan uji chi square.Karena kurangnya
Pengetahuan,Pendidikan dan Usia yang belum matang sehingga WUS tidak berminat menggunakan
KB IUD.(Dismenor & Remaja, 2021)
Berdasarkan Hasil Analisis dan Uji chisquare ada pengaruh dari Usia,Pendidikan dan
pengetahuan ibu dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan KB IUD dan tidak ada pengaruh
Sumber Informasi dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan KB IUD.berdasarkan hasil uji
chesquare pada Usia p=0,000,Pendidikan p=0,001. Pengetahuan p=0,003.Sumber Informasi
p=0,095.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Petugas Kesehatan diharapkan meningkatkan pemahaman
masyarakat mengenai KB IUD dengan memberikan pengetahuan dan mengedukasi mengenai KB
IUD
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Insiden kanker serviks setiap tahunnya adalah 15.000 kasus baru, dengan tingkat kematian 7.500 kasus. Sementara Jawa Barat memiliki cakupan IVA 6,8%,di kabupaten bekasi 0,16%.Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan September 2022 di Puskesmas Mangunjaya, terdapat 15.334 pasangan usia subur (PUS) berusia 18 hingga 50 tahun, dan 30 orang (0,19%) dari target 70 orang telah menjalani pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat PUS melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan teknik non-Probability dengan pendekatan Accidental Sampling. Jumlah responden 134 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan minat PUS melakukan IVA adalah Pendidikan p=0,015,hasil OR=2,500.Pekerjaan p=0,000,hasil OR= 2,134.Pengetahuan nilai p=0,000,nilai OR=3,493.Sedangkan variabel yang tidak berhubungan usia p=0,275,hasil OR=1,566. Sarankan kepada petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pencegahan kanker serviks dengan pemeriksaan IVA tes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Insiden kanker serviks setiap tahunnya adalah 15.000 kasus baru, dengan tingkat kematian 7.500 kasus.Sementara 341.831 wanita di seluruh dunia meninggal akibat penyakit ca serviks(WHO,2020) Sementara Jawa Barat memiliki cakupan IVA 6,8%,di kabupaten bekasi 0,16%.Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan September 2022 di Puskesmas Mangunjaya, terdapat 15.334 pasangan usia subur (PUS) berusia 18 hingga 50 tahun, dan 30 orang (0,19%) dari target 70 orang telah menjalani pemeriksaan IVA. Kurangnya kesadaran tentang kanker serviks dan kurangnya semangat untuk melakukan pemeriksaan merupakan faktor yang menghambat perempuan untuk mengikuti skrining dini.Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat PUS melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya tahun 2022.Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sumber informasi, dan dukungan Suami.Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik Cross Sectional. Menggunakan teknik non-Probability dengan pendekatan Accidental Sampling. Jumlah responden 134 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya terhitung dari september 2022 – desember 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan minat PUS melakukan IVA adalah pendidikan P=0,015,hasil OR= 2.500.Pekerjaan P=0,000,hasil OR= 2.134.Pengetahuan nilai P=0,000,nilai OR=3,493.Sedangkan variabel yang tidak berhubungan usia P=0,275,hasil OR=1.566. Simpulan ada hubungan antara pendidikan,pekerjaan,pengetahuan,akses informasi,dan dukungan suami terhadap minat PUS melakukan pemeriksaan IVA.Dan tidak ada hubungan usia terhadap minat PUS.Disarankan kepada petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pencegahan kanker serviks dengan pemeriksaan IVA tes
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dalam mengikuti perkuliahan mahasiswa tidak hanya mencatat dan mendengarkan saja, dalam proses
belajar pun minat sangat diperlukan. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal (faktor
jasmani, psikologis dan faktor kelelahan) dan eksternal (tujuan pengajaran, tenaga pendidik yang
mengajar dan metode pengajaran). Bahasa inggris merupakan Mata Kuliah Wajib Umum ( MKWU)
wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor
Yang Berhubungan Dengan Minat Belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Pada Mahasiswa program studi
sarjana keperawatan Di Universitas Medika Suherman. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode
analisis deskriptif. Teknik Pengambilan sample menggunakan teknik nonprobability sampling dengan
cara simple random sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 orang dan
sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis dengan uji univariat dan uji bivariate yaitu
uji chi square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil penelitian uji chi square didapatkan hasil
minat belajar dengan faktor jasmani p-value 0,001 < 0,05 minat belajar dengan faktor psikologis p-value
0,000 < 0,05 minat belajar dengan faktor kelelahan p-value 0,002<0,05, minat belajar dengan faktor
tujuan pengajaran p-value 0,033 < 0,05 minat belajar dengan faktor tenaga pendidik p-value 0,005<0,05,
minat belajar dengan metode pengajaran p-value 0,014<0,05 yang diartikan H0 ditolak Ha
diterima.Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat belajar agar proses
pembelajaran tidak sia-sia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Program pemerintah keluarga Berencana yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, bertujuan untuk pengendalian jumlah penduduk, menunda kehamilan atau mencegah kehamilan, menurunkan kehamilan serta menghentikan atau mengakhiri kesuburan sehingga terwujudnya Norma Keluarga Kecil Sejahtera. Pemerintah menyarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur. Mayoritas PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan pil dan suntik, sebab kurangnya pengetahuan mereka mengenai alat kontrasepsi IUD serta tidak mengetahui keuntungan (keefektifan) dari alat kontrasepsi tersebut. Adapun untuk meningkatkan pengetahuan dan minat PUS terhadap KB IUD salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan komunikasi menggunakan media flipchart. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan minat PUS sebelum dan sesudah intervensi media flipchart tentang alat kontrasepsi IUD di klinik Fathurrohaman Cibarusah tahun 2021. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel minimum 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan flipchart. Teknik analisis data terdiri dari tahap uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil uji reliabilitas diperoleh Cronbach’s Alpha untuk instrument angket sebesar 0,943. Hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi Shapiro Wilk test untuk pengetahuan pretes 0,378 dan posttes nilai signifikasi 0,180 serta minat sebelum dilakukan tindakan bernilai 0,312 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sedangkan minat setelah dilakukan tindakan berdistribusi tidak normal dengan nilai 0,025, dimana p>0,05 sehingga uji perbandingan yang digunakan adalah uji Wilcoxon Test diperoleh nilai p-value pengetahuan dan minat p=0.000 berarti ada pengaruh pemberian media flipchart terhadap pengetahuan dan minat PUS tentang IUD dan uji chi-square yang terdapat hubungan yang signikan hanya paritas dan minat PUS dengan dengan nilai p=0.020. Sedangkan umur, pendidikan, paritas terhadap pengetahuan dan dukungan suami tidak terdapat hubungan yang bermakna
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Dikalangan masyarakat penggunaan AKDR sangat sedikit. Penggunaan AKDR di Kabupaten Bekasi masih rendah sebanyak (1,98%) dan cakupan AKDR di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya hanya (0,6%). Upaya untuk meningkatkan penggunaan AKDR ditujukan pada ibu pasca bersalin dengan menggunakan AKDR post plasenta dalam mengatur jarak kehmilan tanpa mempengaruhi produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Cikarang Utara Tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi seluruh wanita dari pasangan usia subur di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Cikarang Utara sebanyak 328 dan sampel sebanyak 177 wanita dari pasangan usia subur. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000), paritas (p-value = 0,048), pendapatan (p-value = 0,024), suami tidak mendukung (p-value = 0,012), peran petugas kesehatan (p-value = 0,001), usia (p-value = 0,026), pendidikan (p-value = 0,001) dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, paritas, pendapatan, dukungan suami, peran petugas kesehatan, usia dan pendidikan dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR. Untuk lebih banyak lagi minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR maka harus sering diberikan penyuluhan kepada wanita dari pasangan usia subur tentang AKDR.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk Negara Indonesia. Pemerintah melalui BKKBN mengajukan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), tetapi pada kenyataan di masyarakat alat kontrasepsi yang sedikit digunakan adalah kotrasepsi implant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.164 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil analisis bivariat umur ada hubungunan dengan P Value 0,029 P < a 0,05 dan OR 8,387 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendidikan ada hubungan dengan P Value 0,037 P < a 0,05 dan OR 3,200 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pengetahuan ada hubungan dengan P Value 0,019 P < a 0,05 dan OR 5,700 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendapatan ada hubungan dengan P Value 0,023 P < a 0,05 dan OR 3,511 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti, Sumber informasi ada hubungan dengan P Value 0,040 P < a 0,05 dan OR 2,772 adanya kesesuaian antar teori dengan apa yang diteliti, Dukungan suami ada hubungan dengan P Value 0,027 P < a 0,05 dan OR 3,813 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti.
Kesimpulan dari hasil penelitian 6 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, sumber informasi, dukungan suami) mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi implant. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi dari pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi sehingga dapat memilih alat kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dan banyak bertanya dengan tenaga kesehatan, bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang KB.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia, sehubung dengan angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Saat ini didunia diperkirakan lebih dari 1 juta perempuan menderita kanker serviks dan terdapat 500.000 kasus baru pertahuan, dengan angka kematian 260.000, di indonesia terdapat 100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk, dengan angka kematian 20 perhari (nuranna,Laila et all, 2008) banyak faktor yang berhubungan dengan wanita usia subur dalam deteksi dini kanker leher rahim metode IVA antara lain pendidikan, pengetahuan, minat dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di puskesmas Cikarang 2018.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua wanita usia subur di puskesmas Cikarang berjumlah 132 wanita usia subur, dan sampel yang digunakan berjumlah 99 wanita usia subur dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah analisis univariat dab bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan pengunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,014;OR: 6,727) ada hubungan antara variabel pendidikan dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,011; OR: 5,561) ada hubungan antara variabel minat dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,004; OR: 8,573) ada hubungan antara variabel dukungan suami dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,025; OR: 4,744)
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pendidikan, minat dan dukungan suami dengan penggunaan metode inpeksi visual asam asetat (IVA) pada wanita usia subur. Saran dalam penelitin ini adalah diharapkan untuk tenaga kesehatan untuk memberikan pengetahuan dan informasi dalam deteksi dini kanker serviks dan mencegah terjadinya kanker stadium lanjut.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Jumlah suami yang menggunakan kontrasepsi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat keikutsertaan suami sebagai akseptor KB di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bakasi Tahun 2019.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional . Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah laki-laki yang sudah mempunyai istri di Desa Karang Mekar tahun 2019 sebanyak 424, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil analisis responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 44,9% (P value 0,024), pada responden dengan usia istri yang beresiko sebanyak 31,1% (P value 0,049), pada responden dengan jumlah anak yang grandemultipara sebanyak 22,6% (P value 0,049), pada responden yang memiliki sikap tidak setuju sebanyak 45,5% (P value 0,008), dan pada responden yang memiliki kebudayaan yang tidak mendukung sebanyak 31,1% (P value 0,049).
Untuk lebih banyak lagi keikutsertaan suami maka harus sering-sering diberikan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan kepada laki-laki tentang kontrasepsi yang ada untuk pria.