BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Intra Uterine Device (IUD) atau yang juga dikenal sebagai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
(AKDR) adalah salah satu jenis alat kontrasepsi modern yang telah dirancang secara khusus untuk
dimasukkan ke dalam rahim.(Patimah & Nurani, 2022)
Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian analitik.Pendekatan observasional
digunakan untuk mengumpulkan data primer, termasuk variabel dependen dan independen, melalui
kuesioner. Data ini menggunakan sampel sebanyak 122 akseptor KB.instrumen yang digunakan
adalah kuesioner .analisis uji penelitian ini menggunakan uji chi square.Karena kurangnya
Pengetahuan,Pendidikan dan Usia yang belum matang sehingga WUS tidak berminat menggunakan
KB IUD.(Dismenor & Remaja, 2021)
Berdasarkan Hasil Analisis dan Uji chisquare ada pengaruh dari Usia,Pendidikan dan
pengetahuan ibu dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan KB IUD dan tidak ada pengaruh
Sumber Informasi dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan KB IUD.berdasarkan hasil uji
chesquare pada Usia p=0,000,Pendidikan p=0,001. Pengetahuan p=0,003.Sumber Informasi
p=0,095.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Petugas Kesehatan diharapkan meningkatkan pemahaman
masyarakat mengenai KB IUD dengan memberikan pengetahuan dan mengedukasi mengenai KB
IUD
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p- value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN
Skripsi, 01 September 2023
Nama : Dewi Khoirunisa
NIM : 020619024
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI TPMB BD. HJ. HANNI PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023
x + 115 Halaman + 16 Tabel + 10 Lampiran
ABSTRAK
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p-value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.