BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, tetapi penggunaannya pada wanita usia subur di Desa Banjarsari masih rendah. Studi pendahuluan menunjukkan 65% wanita usia subur memiliki pengetahuan rendah dan 70% memiliki sikap negatif terhadap kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas media e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 70 wanita usia subur dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap melalui pretest, pemberian edukasi menggunakan e-booklet, dan posttest. Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 57 responden (81,4%) memiliki pengetahuan kurang dan setelah intervensi 56 responden (80,0%) memiliki pengetahuan baik. Median skor sikap meningkat dari 19 menjadi 25. Uji Wilcoxon menunjukkan pengetahuan meningkat pada 69 responden dan tetap pada 1 responden (Z=-7,226; p<0,001). Pada sikap, 63 responden meningkat, 4 menurun, dan 3 tetap (Z=-6,942; p<0,001). Media e-booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun penggunaannya masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Hasil studi pendahuluan di Posyandu Nusa Indah I menunjukkan bahwa dari 20 WUS yang diwawancarai, hanya 4 responden (20%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai AKDR, sedangkan 16 responden (80%) masih memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, salah satunya media leaflet. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah dan terdaftar di RT 01 RW 01 Desa Sukadami sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan mengenai AKDR yang terdiri dari 15 item pertanyaan valid. Intervensi diberikan melalui edukasi menggunakan media leaflet. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,466 dan data posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,367 (p > 0,05). Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -42,532, df = 44, dan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet serta terdapat pengaruh yang signifikan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai AKDR. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Media leaflet dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan dalam kegiatan promosi kesehatan dan program keluarga berencana untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai metode kontrasepsi jangka panjang
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Data WHO menunjukan bahwa pengguna alat kontrasepsi Implant di seluruh dunia masih di bawah
alat kontrasepsi suntik, pil, kondom dan IUD, terutama di Negaranegara berkembang. Presentasi
penggunaan alat kontrasepsi suntik yaitu 35,3%, pil 30,5%, IUD 15,2%, sedangkan Implant dibawah
10% yaitu 7,3%, dan alat kontrasepsi lainnya sebesar 11,7%. Pada saat ini diperkirakan memakai
IUD/AKDR, 30% terdapat di Cina, 13% di Eropa, 5% di Amerika Serikat, 6,7% di Negara-negara
berkembang lainnya (Nurmalita Sari dkk., 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Pemilihan Alat
Kontasepsi Implan Di Klinik Pratama Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan
adalah Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh setiap
responden. Jumlah populasi pada penelitian ini 197 orang dan sampel yang di ambil sebanyak 132
responden. Teknik sampel menggunakan accidental sampling atau teknik pengambilan sampel
berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti maka dapat dijadikan sebagai sempel.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan minat implant di Klinik Pratama
Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah pengetahuan (P value 0,004), umur (P
value 0,001), dan dukungan suami ( P value 0,003), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah
Pendidikan ( P value 0,558), paritas (P value 0,082), dan pekerjaa ( P value 0,859).
Diharapkan dengan adanya penelitian ini ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi
dan pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi
sehingga dapat memilih ala kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dengan banyak
bertanya kepada tenaga Kesehatan agar wawasan pengetahuan mengai alat kontrasepsi lebih luas dan bis memperluas informasi dari mana saja contohnya dari media social.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi DMPA adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progestin yaitu Depo Medroxyprogesteron
Asetat sebanyak 150 mg, yang diberikan setiap tiga bulan dengan cara disuntikan intramuskuler dalam , didaerah gluteus
maksimus atau deltoideus. Desain penelitian ini adalah penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 115 responden dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan
Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan peningkatan berat
badan yaitu Umur p value = 0,000 Nilai OR=91,125, Paritas p value = 0,003 Nilai OR=5,147, Jangka Waktu Penggunaan
Kontrasepsi p value = 0,000 Nilai OR=9,750 dan yang tidak berhubungan yaitu Pola Aktifitas dengan p value = 0,662.
Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara umur, paritas dan lamanya jangka waktu penggunaan kontrasepsi dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA, sedangkan untuk pola aktifitas tidak ada hubungann dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA. Disarankan bagi masyarakat khususnya akseptor kontrasepsi
DMPA untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi DMPA terhadap peningkatan berat badan, dan kepada
bidan agar memberikan konseling secara jelas kepada akseptor mengenai kontrasepsi dan efek samping nya terhadap
peningkatan berat badan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p- value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN
Skripsi, 01 September 2023
Nama : Dewi Khoirunisa
NIM : 020619024
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI TPMB BD. HJ. HANNI PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023
x + 115 Halaman + 16 Tabel + 10 Lampiran
ABSTRAK
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p-value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia sedang menghadapi permasalahan pada jumlah penduduk dan kualitas sumber
daya manusia dengan tingginya tingkat kelahiran setiap tahun. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan kontrasepsi telah meningkat di banyak bagian dunia. Di Provinsi Jawa Barat jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9,333,302 dan memilih KB suntik sebanyak 562,771. Pemerintah telah mencanangkan beberapa program, salah satunya adalah program Keluarga Berencana (KB) dan salah satunya adalah kontrasepsi DMPA. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lemeshow yaitu dari seluruh populasi 135 didapatkan sebanyak 63 orang responden WUS yang berkunjung di PMB Rohaya tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pemilihan kontrasepsi pada WUS dengan usia dengan nilai P-Value 0,023, pekerjaan = 0,008, pendidikan =
0,036, dan paritas = 0,004 dengan semua nilai P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan hasil dari 4 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi DMPA pada WUS. Saran penelitian ini agar masyarakat lebih mengetahui dan menambah wawasan tentang alat kontrasepsi serta lebih aktif lagi dalam mencari informasi terkait macam-macam alat kontrasepsi selain DMPA.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut hasil SDKI Tahun 2017 menunjukkan bahwa 57% wanita kawin usia 15-49 tahun dan menggunakan metode alat kontrasepsi modern 51% dan 6% menggunakan metode kontrasepsi tradisional. Di antara cara KB modern yang dipakai, suntik KB kontrasepsi terbanyak digunakan oleh wanita berstatus kawin 33,6%, diikuti oleh pil KB 15,9%. Pemakaian alat kontrasepsi pada wanita kawin kelompok umur 15- 19 tahun dan 45-49 tahun lebih rendah dibandingkan mereka yang berumur 20-44 tahun. Wanita muda cenderung untuk memakai alat kontrasepsi modern jangka pendek seperti suntikan dan pil KB, sementara mereka yang lebih tua cenderung untuk memakai kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan sterilisasi wanita. (Survei demografi indonesia, 2017).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor umur, pengetahuan, paritas, sosial ekonomi terhadap pemilihan metode kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS).
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 PUS dengan jumlah sampel 53 pasangan usia subur. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil menunjukkan hubungan variabel dengan pemilihan metode kontrasepsi oleh pasangan usia subur yaitu : umur (0,005), pengetahuan (0.075), Paritas (0.003), sosial ekonomi (0.063). dari 4 variabel yang diteliti (umur, pengetahuan, paritas, sosial ekonomi) yang ada hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi oleh pasangan usia subur adalah usia dan paritas sedangkan pengetahuan dan sosial ekonomi tidak terdapat hubungan signifikan.
Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan pasangan usia subur bisa memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Menurut hasil SDKI Tahun 2017 menunjukkan bahwa 57% wanita kawin usia 15-49 tahun dan menggunakan metode alat kontrasepsi modern 51% dan 6% menggunakan metode kontrasepsi tradisional. Di antara cara KB modern yang dipakai, suntik KB kontrasepsi terbanyak digunakan oleh wanita berstatus kawin 33,6%, diikuti oleh pil KB 15,9%. Pemakaian alat kontrasepsi pada wanita kawin kelompok umur 15- 19 tahun dan 45-49 tahun lebih rendah dibandingkan mereka yang berumur 20-44 tahun. Wanita muda cenderung untuk memakai alat kontrasepsi modern jangka pendek seperti suntikan dan pil KB, sementara mereka yang lebih tua cenderung untuk memakai kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan sterilisasi wanita. (Survei demografi indonesia, 2017).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor umur, pengetahuan, paritas, sosial ekonomi terhadap pemilihan metode kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 PUS dengan jumlah sampel 53 pasangan usia subur. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan hubungan variabel dengan pemilihan metode kontrasepsi oleh pasangan usia subur yaitu : umur (0,005), pengetahuan (0.075), Paritas (0.003), sosial ekonomi (0.063). dari 4 variabel yang diteliti (umur, pengetahuan, paritas, sosial ekonomi) yang ada hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi oleh pasangan usia subur adalah usia dan paritas sedangkan pengetahuan dan sosial ekonomi tidak terdapat hubungan signifikan. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan pasangan usia subur bisa memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut BKKBN, KB aktif PUS tahun 2019 di Indonesia sebesar 62,5%, dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 2018 yaitu sebesar 63,27%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya keikutsertaan PUS Dalam Memilih Kontrasepsi implan Di Klinik Khanza Medika. Dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi seluruh PUS yang tidak menggunakan kontrasepsi implan di Klinik Khanza Medika. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Non probability Sampling dengan jumlah sampel 122 reponden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa umur (p-value=0,003) OR 0,857, pendidikan (p-value=0,007) OR 10,000, paritas (p-value=0,000) OR 40,000, pengetahuan (p-value=0,015) OR 1,135, sikap (p-value=0,279), dan dukungan suami (p-value=0,025) OR 1,125. Ada hubungan antara umur, pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi implan di Klinik khanza Medika. Sedangkan pada variabel sikap tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi implan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: prevalensi kejadian hipertensi pada wanita pascamenopause adalah 38% Hal ini disebabkan oleh
penerunan kadar hormone estrogen yang melindungi tubuh dari berbagi penyakit kardiovaskuler dan penggunaan
kontrasepsi hormonal. Tujuan Untuk mengetahui hubungan jenis menopause dan riwayat kontrasepsi terhadap kejadian
hipertensi di RW 004 desa Sukahurip Metode :jenis penelitian ini observasional Analitik, mengunakan desain cross
sectional, dengan populasi 93 orang, sampel ini menggunakan teknik sampling yaitu 93 orang. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner yang berisikan lembar ceklis dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi- square.Hasil
pengolahan data menggunakan uji chi-square Hasil :di dapat hasil nilai p-value 0.031 a 0,05 maka dapat diartikan terdapat
hubungan jenis menopause dangan kejadian hipertensi, Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square di dapat hasil
nilai p-value 0.014 a 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan riwayat kontrasepsi hormonal dangan kejadian
hipertensi Kesimpulan: sebagianbesar 63.4% mengalmai menopause alami dan sebagian besar 60.2% memiliki riwayat
kontrasepsi hormonal. hal ini terjadi karena adanya faktor paritas, diharapkan kepada wanita menpouse agar terus
menjalani gaya hidup sehat agar tekanan darah terus terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: prevalensi kejadian hipertensi pada wanita pascamenopause adalah 38% Hal ini disebabkan oleh penerunan kadar hormone estrogen yang melindungi tubuh dari berbagi penyakit kardiovaskuler dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Tujuan Untuk mengetahui hubungan jenis menopause dan riwayat kontrasepsi terhadap kejadian hipertensi di RW 004 desa Sukahurip Metode :jenis penelitian ini observasional Analitik, mengunakan desain cross sectional, dengan populasi 93 orang, sampel ini menggunakan teknik sampling yaitu 93 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan lembar ceklis dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi- square.Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square Hasil :di dapat hasil nilai p-value 0.031 α 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan jenis menopause dangan kejadian hipertensi, Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square di dapat hasil nilai p-value 0.014 α 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan riwayat kontrasepsi hormonal dangan kejadian hipertensi Kesimpulan: sebagianbesar 63.4% mengalmai menopause alami dan sebagian besar 60.2% memiliki riwayat kontrasepsi hormonal. hal ini terjadi karena adanya faktor paritas, diharapkan kepada wanita menpouse agar terus menjalani gaya hidup sehat agar tekanan darah terus terjaga.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk Negara Indonesia. Pemerintah melalui BKKBN mengajukan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), tetapi pada kenyataan di masyarakat alat kontrasepsi yang sedikit digunakan adalah kotrasepsi implant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.164 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil analisis bivariat umur ada hubungunan dengan P Value 0,029 P < a 0,05 dan OR 8,387 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendidikan ada hubungan dengan P Value 0,037 P < a 0,05 dan OR 3,200 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pengetahuan ada hubungan dengan P Value 0,019 P < a 0,05 dan OR 5,700 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendapatan ada hubungan dengan P Value 0,023 P < a 0,05 dan OR 3,511 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti, Sumber informasi ada hubungan dengan P Value 0,040 P < a 0,05 dan OR 2,772 adanya kesesuaian antar teori dengan apa yang diteliti, Dukungan suami ada hubungan dengan P Value 0,027 P < a 0,05 dan OR 3,813 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti.
Kesimpulan dari hasil penelitian 6 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, sumber informasi, dukungan suami) mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi implant. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi dari pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi sehingga dapat memilih alat kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dan banyak bertanya dengan tenaga kesehatan, bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang KB.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menurut world health organisasion (WHO) exprtcommittitee 1997 keluarga berencana adalah tindakan yang membatu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sanngat diinginkan mengatur interval diantara kehamilan, mengontol waktu saat kehamilan dan hubungan dengan suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Berdasarkan berdasarkan studi pendahuluan di dapatkan hasil survey wawancara di Klinik & RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utarabekasi dari 10 orang ibu yang menggunakan alat suntik KB 6 orang mengatakan bahawa peningkatan nafsu makan dan bertambahnya berat badan sekitar 3-5 kg. dan sedangkan 4 orang ibu lainnya yang menggunakan alat suntik KB mengatakan jika tidak mengalami peningkatan Berat badan tetapi tidak teraturnya menstruasi
Tujuan : Penelitian ini perbedaan rata-rata berat badan sebelum dan sesudah suntik kb 3 KB ulan di klinik dan RB Multazam Rt 03 Rw07 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasih Tahun 2019.
Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik sebagaimana yang dijelaskan oleh Notoatmodjo Dengan rancangan atau desain penelitian cross sectional. Populasi semua akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke pada bulan juli KB Suntik 3 bulan di Klinik& RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2019. Sempel yang diambil populasi yang masuk dalam kriteria inklusi sebagai sampel dan dalam penelitian ini sempel sebanyak 33 responde. Instrumen yang digunakan Lembar kuesioner,surat kunjungan KB pertama kali dan penimbangan berat badan saat suntik KB 3 bulan. data yang dilihat dari lembar kunjungan KB pasien yang suntik 3 bulan. Analisa yang digunakan analisan univariat dan analisa bivariate berupa uji T- test.
Hasil : hasil penelitian ini menunjukan perbedaan rata-rata berat badan sebelum adalah suntik KB 3 bulan adaalah 57,12 dan sesudah suntik KB 3 bulan adalah 53,97.