BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Rendahnya pengetahuan calon akseptor mengenai efek samping kontrasepsi dapat memengaruhi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Konseling menggunakan media visual seperti poster merupakan salah satu upaya edukasi yang efektif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap peningkatan pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping di Desa Sukamaju Tahun 2026, serta melihat hubungan variabel confounding (usia, dan riwayat KB) dengan pengetahuan post-test. Metode:Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 responden calon akseptor KB di Desa Sukamaju RT.002 RW.005. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test untuk menilai pengaruh intervensi dan uji bivariat (Likelihood Ratio & Fisher's Exact) untuk menganalisis hubungan variabel confounding. Hasil: Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) pengetahuan responden tentang efek samping KB suntik secara signifikan, yaitu dari 11,48 saat pre-test menjadi 16,07 saat post-test dengan nilai p < 0,001 (t = -33,647). Lebih lanjut, hasil analisis bivariat terhadap variabel confounding mengungkapkan bahwa karakteristik usia p < 0,001, dan riwayat KB p < 0,001, memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkat pengetahuan post-test calon akseptor KB. Kesimpulan: Konseling menggunakan media poster berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan calon akseptor KB mengenai efek samping KB suntik di Desa Sukamaju RT.002 RW.005 Tahun 2026. Selain itu, faktor usia, dan riwayat KB, secara signifikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan akhir responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang akseptor KB Hormonal merencanakan salah satu metode yang di pilih oleh akseptor untuk mengatur kehamilan, namun salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah kenaikan berat badan. Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan harus diketahui beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kenaikan berat badan perubahan ini dapat mempengaruhi konsep diri yang mencerminkan bagaimana individu memandang, menilai dan menerima dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Selatan. yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumus slovin dengan jumlah 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kb hormonal yang memiliki kenaikan berat badan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kenaikan berat badan dan konsep diri.
Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tamun Selatan kabupaten Bekasi dengan nilai p-value 0,002 dan adanya hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB di PMB Listianingsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang ditandai dengan nilai p = 0,002 < α = 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pola kecenderungan pemakaian kontrasepsi di Indonesia ini lebih didominasi oleh penggunaan suntikan dan peminatan terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami penurunan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat akseptor kb dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 100 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 sampel. Hasil angka menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat akseptor KB dengan umur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,714, pengetahuan dengan nilai p value = 0,005 dan nilai OR =3,173, paritas dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,945, dan dukungan suami dengan nilai p value = 0,009 dan nilai OR = 2945. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran yang disampaikan semoga penilitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan peningkatan minat akseptor KB jangka panjang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Indonesia sedang menghadapi permasalahan jumlah penduduk dan kualitas sumber daya manusia dengan tingginya angka kelahiran setiap tahun. Usaha untuk menekan laju pertumbuhan seperti Keluarga Berencana (KB), salah satunya KB suntik 3 bulan. Dalam waktu 1 tahun jumlah akseptor KB suntik 3 bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa berjumlah 234 orang, yang menggunakan KB suntik 3 bulan berturut-turut selama >2 tahun berjumlah 198 orang atau 84,6%. Hal ini di karenakan KB
suntik 3 bulan banyak di gunakan karena lebih nyaman, sedikit efek samping dan tidak mengganggu siklus haid, di banding pil KB yang harus minum obat tiap hari dan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implant, karena efek samping dalam pemasangan yaitu perubahan siklus menstruasi menjadi lebih lama dan menyakitkan, spotting antar periode, pendarahan hebat
selama periode menstruasi yang menyebabkan anemia, perforasi dinding rahim dan dilakukan pembiusan pada prosedur pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.
Metode penelitian bersifat analitik kuantitatip dengan desain cross sectional. Populasi yang ditetapkan adalah akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke TPMB Riris Nuristiani Marsa pada periode November sampai Desember 2023 sebanyak 39 orang. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 39 responden. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian 39 orang responden, 33 orang (84,6%) kurun waktu dalam menggunakan KB suntik 3 bulan berturut turut tanpa di selingi metode yang lainnya ≥ 2 tahun dan 6 orang (15,4%) < 2 tahun. Alasan penggunaan KB suntik 3 bulan banyak dipakai walaupun ≥ 2 tahun karena kerjanya yang efektif, praktis, harganya relatif murah, walaupun sebaiknya lama penggunaan suntik 3 bulan paling lama 2 tahun. Analisa bivariat ada hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan pengetahuan nilai p-value = 0,028, pekerjaan nilai p-value = 0,042, dan dukungan tenaga kesehatan nilai p-value = 0,028. Yang tidak ada hubungan adalah variabel umur, pendidikan dan paritas.
Diharapkan penelitian ini digunakan sebagai pengetahuan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi DMPA adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progestin yaitu Depo Medroxyprogesteron
Asetat sebanyak 150 mg, yang diberikan setiap tiga bulan dengan cara disuntikan intramuskuler dalam , didaerah gluteus
maksimus atau deltoideus. Desain penelitian ini adalah penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 115 responden dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan
Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan peningkatan berat
badan yaitu Umur p value = 0,000 Nilai OR=91,125, Paritas p value = 0,003 Nilai OR=5,147, Jangka Waktu Penggunaan
Kontrasepsi p value = 0,000 Nilai OR=9,750 dan yang tidak berhubungan yaitu Pola Aktifitas dengan p value = 0,662.
Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara umur, paritas dan lamanya jangka waktu penggunaan kontrasepsi dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA, sedangkan untuk pola aktifitas tidak ada hubungann dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA. Disarankan bagi masyarakat khususnya akseptor kontrasepsi
DMPA untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi DMPA terhadap peningkatan berat badan, dan kepada
bidan agar memberikan konseling secara jelas kepada akseptor mengenai kontrasepsi dan efek samping nya terhadap
peningkatan berat badan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor
diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untyk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Unmeed KB pada wanita usia subur. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) yang sudah menikah terhadap Unmeed Need KB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan faktor-faktor pendukung Unmeed Need KB. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS)terhadap Unmeed Need KB. Kata Kunci: WUS, Unmeed Need KB, umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi, paritas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia sedang menghadapi permasalahan pada jumlah penduduk dan kualitas sumber
daya manusia dengan tingginya tingkat kelahiran setiap tahun. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan kontrasepsi telah meningkat di banyak bagian dunia. Di Provinsi Jawa Barat jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9,333,302 dan memilih KB suntik sebanyak 562,771. Pemerintah telah mencanangkan beberapa program, salah satunya adalah program Keluarga Berencana (KB) dan salah satunya adalah kontrasepsi DMPA. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lemeshow yaitu dari seluruh populasi 135 didapatkan sebanyak 63 orang responden WUS yang berkunjung di PMB Rohaya tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pemilihan kontrasepsi pada WUS dengan usia dengan nilai P-Value 0,023, pekerjaan = 0,008, pendidikan =
0,036, dan paritas = 0,004 dengan semua nilai P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan hasil dari 4 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi DMPA pada WUS. Saran penelitian ini agar masyarakat lebih mengetahui dan menambah wawasan tentang alat kontrasepsi serta lebih aktif lagi dalam mencari informasi terkait macam-macam alat kontrasepsi selain DMPA.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kejadian melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingakan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman, 2015). Prevalensi melasma pada wanita Latin adalah 4%-10% dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%. Pasien pria hanya 10%, namun pada pria Latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian melasma.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130 ibu. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil menunjukan variabel yang berhubungan dengan kejadian melasma Lama Pemakaian (0,000) OR (21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR (16.000), usia ibu (0.004) OR (3.672), dari 4 variabel yang diteliti (lama pemakaian, Pengetahuan, pemakaian kosmetik, usia ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma.
Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian melasma, saran dengan diadakanya penelitian ini diharapkan kejadian melasma bagi akseptor kb pil menurun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia sedang menghadapi permasalahan pada jumlah penduduk dan kualitas sumber daya manusia dengan tingginya tingkat kelahiran setiap tahun. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan kontrasepsi telah meningkat di banyak bagian dunia. Di Provinsi Jawa Barat jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9,333,302 dan memilih KB suntik sebanyak 562,771. Pemerintah telah mencanangkan beberapa program, salah satunya adalah program Keluarga Berencana (KB) dan salah satunya adalah kontrasepsi DMPA. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lemeshow yaitu dari seluruh populasi 135 didapatkan sebanyak 63 orang responden WUS yang berkunjung di PMB Rohaya tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pemilihan kontrasepsi pada WUS dengan usia dengan nilai P-Value 0,023, pekerjaan = 0,008, pendidikan = 0,036, dan paritas = 0,004 dengan semua nilai P-Value = Pα 0,05. Kesimpulan hasil dari 4 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi DMPA pada WUS. Saran penelitian ini agar masyarakat lebih mengetahui dan menambah wawasan tentang alat kontrasepsi serta lebih aktif lagi dalam mencari informasi terkait macam-macam alat kontrasepsi selain DMPA. Kata Kunci : Kontrasepsi WUS, KB, DMPA. ABSTRACT Indonesia faces problem in terms of population and quality of human resources with a high standard of living every year. World Health Organization (WHO) the use of contraception has increased in various parts of the world. In West Java Province the number of couples childbearing age was 9,333,302 and 562,771 chose inject contraception. The government has launched several programs, one of which is the family planning (KB) program and one of which is DMPA contraception. This research method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this study used the Lemeshow, that is out of total population of 135, there were 63 female respondents of chilbearing age who visited at TPMB Murtapiah, Sukamanah, Sukatani, Bekasi 2022. The result of bivariate analysis there is a relationship between the choice of contraceptives in women of childbearing age with a P-Value = 0,023, of worker = 0,008, education = 0,036, and parity = 0,004 and all with a P-Value = Pα 0,05. The conclusion from the results of the 4 variables studied has a relationship with the choice of DMPA contraception in women of childbearing age. The suggestion of this reasearch is that people know more about and add insight about contraceptives and are more active in seeking information about various types of contraceptives other than DMPA. Keyword : Contraception, WUS, KB, DMPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejadian Melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingkan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada Ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman ,2015). Prevalensi Melasma pada wanita latin adalah 4%-10%, dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%.Pasein pria hanya 10%, namun pada pria latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus Melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian Melasma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 130 Ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130Ibu . Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang di gunakan yaitu kuesioner, data di analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian Melasma lama pemakaian (0,000)OR(21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR(16.000), Usia Ibu (0.004) OR(3.672), dari 4 variabel yang diteliti ( Lama pemakaian, Pengetahuan, Pemakaian Kosmetik, Usia Ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma. Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian Melasma, saran dengan diadakannya penelitian ini diharapkan kejadian Melasma bagi akseptor KB pil menurun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia harus dikendalikan. AKDR (Alat kontrasepsi dalam Rahim) merupakan alat kontrasepsi jangka Panjang yang paling efektif dan aman apabila dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya. AKDR akan dapat menekan angka kematian ibu dan meningkatkan Kesehatan ibu serta mampu mengendalikan pertambahan penduduk karena tingkat keefektifannya mencapai 99,4%. Berdasarkan hasil survei di PMB Manondang Tambunan, selama 6 bulan, periode April sampai September 2021 kunjungan akseptor, KB AKDR hanya 0,9% dari seluruh kunjungan peserta KB lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan. Jenis penelitian ini adalah jenis survei dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor pengetahuan,usia, pendidikan, paritas dan dukungan suami, terhadap rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan Desember 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB sebanyak 360 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 78 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 responden, sebanyak 1,3% menggunakan KB AKDR dan 98,7% tidak menggunakan KB AKDR. Variabel pengetahuan (p=0,000) memiliki hubungan terhadap penggunaan KB AKDR. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan petugas kesehatan meningkatkan pemahaman masyarakat dengan melakukan pendekatan dan mengubah pengetahuan masyarakat dengan mitos yang salah tentang KB AKDR. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja PMB Manondang Tambunan tentang efektifitas, keuntungan dan kerugian KB AKDR. Peningkatan pengetahuan peserta akan memengaruhi penggunaan KB AKDR, penyuluhan serta sosialisasi tentang KB AKDR.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk negara Indonesia. Pemerintah memalui BKKBN menganjurkan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), tetapi pada kenyataanya di masyarakat alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depoprogestrin di RB Rhaudatunndya Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB sebanyak 1108 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitin ini dilakukan pada bulan maret dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisi data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus chi-square.
Hasil univariat menunjukan faktor yang berhubungan pemilihan KB suntik 3 bulan depoprogestrin adalah pengetahuan (p-value = 0,000) < p=0,05) dan OR 3,048, usia ibu (p –value = 0,003) < p=0,05 dan OR 5,071, sumber informasi (p-value=0,043) <P=0,05 dan OR 2,612, status ekonomi (p-value = 0,022) < P=0,05 dan OR 2,217, dukungan suami (p-value = 0,035) dan OR 2,489, dan pengalaman (p-value = 0,002) < p=0,005 dan OR 17,829, dan pendidikan (p-value = 0, 039) < p= 0,05 dan OR 2,051.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan,usia,pendidikan, sumber informasi, status ekonomi, dukungan suami, dan pengalaman dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan depoprogestrin. Saran dari peneliti diharapkan bagi petugas kesehatan di RB Rhaudatunnadya untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap pasang suami istri yang ingin ber-KB melalui sosialisasi tentang program KB dan pemberian paket edukasi tentang KB
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Jumlah suami yang menggunakan kontrasepsi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat keikutsertaan suami sebagai akseptor KB di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bakasi Tahun 2019.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional . Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah laki-laki yang sudah mempunyai istri di Desa Karang Mekar tahun 2019 sebanyak 424, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil analisis responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 44,9% (P value 0,024), pada responden dengan usia istri yang beresiko sebanyak 31,1% (P value 0,049), pada responden dengan jumlah anak yang grandemultipara sebanyak 22,6% (P value 0,049), pada responden yang memiliki sikap tidak setuju sebanyak 45,5% (P value 0,008), dan pada responden yang memiliki kebudayaan yang tidak mendukung sebanyak 31,1% (P value 0,049).
Untuk lebih banyak lagi keikutsertaan suami maka harus sering-sering diberikan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan kepada laki-laki tentang kontrasepsi yang ada untuk pria.