Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Akseptor KB Pil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Melasma Pada Akseptor Pil KB di TPMB Milka

2023•Koleksi Perpustakaan

Kejadian melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingakan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman, 2015). Prevalensi melasma pada wanita Latin adalah 4%-10% dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%. Pasien pria hanya 10%, namun pada pria Latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian melasma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130 ibu. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukan variabel yang berhubungan dengan kejadian melasma Lama Pemakaian (0,000) OR (21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR (16.000), usia ibu (0.004) OR (3.672), dari 4 variabel yang diteliti (lama pemakaian, Pengetahuan, pemakaian kosmetik, usia ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma. Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian melasma, saran dengan diadakanya penelitian ini diharapkan kejadian melasma bagi akseptor kb pil menurun.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MELASMA PADA AKSEPTOR PIL KB DI TPMB MILKA TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kejadian Melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingkan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada Ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman ,2015). Prevalensi Melasma pada wanita latin adalah 4%-10%, dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%.Pasein pria hanya 10%, namun pada pria latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus Melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian Melasma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 130 Ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130Ibu . Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang di gunakan yaitu kuesioner, data di analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian Melasma lama pemakaian (0,000)OR(21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR(16.000), Usia Ibu (0.004) OR(3.672), dari 4 variabel yang diteliti ( Lama pemakaian, Pengetahuan, Pemakaian Kosmetik, Usia Ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma. Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian Melasma, saran dengan diadakannya penelitian ini diharapkan kejadian Melasma bagi akseptor KB pil menurun.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail