Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: AKDR
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur di TPMB Bdn Hj. Wiwin Wulandari, SST., M.Si Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Penggunaan AKDR di PMB Manondang Tambunan Desember Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia harus dikendalikan. AKDR (Alat kontrasepsi dalam Rahim) merupakan alat kontrasepsi jangka Panjang yang paling efektif dan aman apabila dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya. AKDR akan dapat menekan angka kematian ibu dan meningkatkan Kesehatan ibu serta mampu mengendalikan pertambahan penduduk karena tingkat keefektifannya mencapai 99,4%. Berdasarkan hasil survei di PMB Manondang Tambunan, selama 6 bulan, periode April sampai September 2021 kunjungan akseptor, KB AKDR hanya 0,9% dari seluruh kunjungan peserta KB lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan. Jenis penelitian ini adalah jenis survei dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor pengetahuan,usia, pendidikan, paritas dan dukungan suami, terhadap rendahnya pengguna KB AKDR di PMB Manondang Tambunan Desember 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB sebanyak 360 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 78 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 responden, sebanyak 1,3% menggunakan KB AKDR dan 98,7% tidak menggunakan KB AKDR. Variabel pengetahuan (p=0,000) memiliki hubungan terhadap penggunaan KB AKDR. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan petugas kesehatan meningkatkan pemahaman masyarakat dengan melakukan pendekatan dan mengubah pengetahuan masyarakat dengan mitos yang salah tentang KB AKDR. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja PMB Manondang Tambunan tentang efektifitas, keuntungan dan kerugian KB AKDR. Peningkatan pengetahuan peserta akan memengaruhi penggunaan KB AKDR, penyuluhan serta sosialisasi tentang KB AKDR.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Minat Wanita Dari Pasangan Usia Subur Memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Cikarang Utara

2022•Koleksi Perpustakaan

Dikalangan masyarakat penggunaan AKDR sangat sedikit. Penggunaan AKDR di Kabupaten Bekasi masih rendah sebanyak (1,98%) dan cakupan AKDR di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya hanya (0,6%). Upaya untuk meningkatkan penggunaan AKDR ditujukan pada ibu pasca bersalin dengan menggunakan AKDR post plasenta dalam mengatur jarak kehmilan tanpa mempengaruhi produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Cikarang Utara Tahun 2019. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi seluruh wanita dari pasangan usia subur di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Cikarang Utara sebanyak 328 dan sampel sebanyak 177 wanita dari pasangan usia subur. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000), paritas (p-value = 0,048), pendapatan (p-value = 0,024), suami tidak mendukung (p-value = 0,012), peran petugas kesehatan (p-value = 0,001), usia (p-value = 0,026), pendidikan (p-value = 0,001) dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, paritas, pendapatan, dukungan suami, peran petugas kesehatan, usia dan pendidikan dengan minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR. Untuk lebih banyak lagi minat wanita dari pasangan usia subur memakai AKDR maka harus sering diberikan penyuluhan kepada wanita dari pasangan usia subur tentang AKDR.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang KB AKDR/IUD di Klinik Umum Tanjung Cikarang Utara Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan masalah yang besar seperti menderita kekurangan makanan dan gizi buruk sehingga mengakibatkan tingkat kesehatan memburuk, masyarakat berpendidikan rendah, dan banyak masyarakat pengangguran. Program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana dan pemakaian alat kontrasepsi kepada Wanita dari Pasangan Usia Subur. Salah satu alat kontrasepsi yang mempunyai efektivitas tinggi mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mencapai 99,4% Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD di Klinik Umum Tanjung tahun 2021. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dengan jumlah 101 responden. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu usia, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD. Analisis data univariat menggunakan persentase dan crosstab. Hasil penelitian univariat responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 60,4%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 73,3%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 86,1%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 67,3%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 65,3%, dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 68,3%. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan, dan sumber informasi dengan pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD di Klinik Umum Tanjung Tahun 2021.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail