BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian ASI ekslusif. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum. Kesimpulan menunjukan bahwa hampir seluruh ibu mendapatkan dukungan suami, dukungan keluarga dan peran bidan. Terdapat pula hubungan pula antara pemberian ASI di tiga hari pertama Postpartum antara Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan penghasilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian asi ekslusif. Tujuan: untuk mengetahui keberhasilan menyusui 3 hari pertama postpartum berdasarkan variable yang diteliti. Metode: metode cross sectional. Populasi semua ibu post-partum pervaginam menggunakan keadaan ibu baik dan bayi sehat, Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 12 (38,71%) responden tidak memberikan ASI di tiga hari pertama postpartum,responden memiliki tingkat pendidikan rendah 57,89%,yang bekerja 14,29%,untuk tingkat pengetahuan kurang 56,25%,responden yang tidak didukung oleh suami 13,33%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 22,22%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Salah satu prioritas pembangunan nasional sebagimana tertuang pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah nasional dan rencana stategis kementrian kesehatan 2015 adalah perbaikan status gizi masyarakat. Di Indonesia Departemen Kesehatan RI (Depkes) telah menargetkan cakupan ASI Eklusif sebesar 80% sebagai salah satu indikator kegiatan pembangunan gizi kesehatan masyarakat. Pemberian susu formula atau makanan tambahan PASI yang terlalu dini dapat menganggu pemberian ASI eklusif serta meningkatkan angka kesakitan morbiditas. (Kemenkes, RI, 2015.
Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di BPM inna nur mulyani tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan dan sampel yang digunakan berjumlah 100 responden dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square.
Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,016, ada hubungan bermakna antara variabel pekerjaan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,004, ada hubungan bermakna antara variabel kondisi fisik dan kesehatan ibu dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,043, ada hubungan bermakna antara variabel peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula degan p value : 0,009.
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pekerjaan, kondisi fisik dan kesehatan ibu, serta peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula. Saran peneliti ini diharapkan bidan lebih meningkatkan penyuluhan-penyuluhan serta memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pada ibu-ibu tentang pentingnya pemberian ASI serta manfaat ASI bagi ibu dan bayi.