BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Usia sekolah adalah tahap kritis dimana kebutuhan energi dan zat gizi harus
terpenuhi, karena mereka sedang dalam tahap tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, penting
untuk menyediakan makanan berkualitas agar memenuhi kebutuhan gizi mereka selama di
sekolah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membawa bekal dan
asupan makanan dengan status gizi remaja putri. Subyek dan Metode Desain penelitian ini
menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1
Cikarang Selatan. Sampel sebanyak 50 orang diambil secara purposive sampling, alat penelitian
ini menggunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtoise, dan alat pengukur LiLA.
Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji normalitas, dan uji Pearson untuk melihat
hubungan variabel. Hasil: Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa adanya hubungan antara
kebiasaan membawa bekal dengan status gizi yang signifikan berdasarkan IMT/U (pvalue=0,002),
terdapat hubungan kebiasaan membawa bekal dengan status gizi berdasarkan
%LiLA (0,000) dan tidak adanya hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan
IMT/U (0,442), tidak di dapatkan hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan
%LiLA (p-value=0,570). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membawa
bekal menurut IMT/U dan % Lila, perlu dilakukan edukasi terkait pentingnya membawa bekal ke
sekolah dengan prinsip gizi seimbang atau sesuai konsep isi piringku.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan. Berdasarkan survei di TPMB.Repi, Cibitung – Bekasi, didapatkan 33 dengan ruptur perineum, 9 orang mengalami penyembuhan agak lama (>7) dan 3 orang disertai infeksi perineum seperti terasa panas dan perih diarea perlukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling. Waktu penelitian dilaksanalan selama November – Desember 2022, Data dikumpul dengan kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dismenore atau nyeri mentruasi dirasakan oleh lebih dari 50% remaja putri di Dunia, pemenuhan nutrisi yang seimbang pada masa remaja sangat penting untuk kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara usia menarche, status gizi, asupan nutrisi, riwayat keluarga dan olahraga dengan dismenore di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh remaja putri di SMAN 1 Cikarang Timur. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 226 orang karena adanya pandemi covid-19 maka proses pengambilan instrument penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur secara online melalui Whatsaapp(google form). Hasil penelitian Uji Statistik Chi Square didapatkan tidak ada hubungan antara dismenorea dengan usia menarche nilai p.value = 0.343 (P>a 0.05), tidak ada hubungan antara dismenorea dengan status gizi p.value = 0,321 (P>a 0.05), tidak ada hubungan antara dismenorea dengan asupan nutrisi nilai p.value = 0.844 (P>a 0.05), ada hubungan antara dismenorea dengan riwayat keluarga nilai p.value 0.000 (P<a 0.05) dan OR 21,672 serta ada hubungan antara dismenore dengan olahraga nilai p.value 0.000 (P<a 0.05) dan OR 24,429. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari lima variabel tersebut terdapat tiga variabel tidak ada hubungan bermakna yaitu usia menarche, status gizi, asupan nutrisi. Sedangkan dua variabel menunjukan ada hubungan bermakna yaitu riwayat keluarga dan olahraga dengan dismenorea pada remaja putri di SMAN 1 Cikarang Timur tahun 2021. Saran peneliti diharapkan kepada siswi dapat melakukan pencegahan terhadap dismenorea dengan cara olahraga dan memperbaiki kebiasaan makannya supaya memperkecil kemungkinan terjadinya dismenorea.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah malnutrisi di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah. Stunting merupakan suatu kondisi dimana kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang yang ditunjukkan dengan hasil pengukuran tinggi badan menurut usia kurang dari -2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk Mengindentifikasikan Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022.
Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Dusun 1 Desa Serang sebanyak 256 balita. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapat 172 sampel dengan teknik non Probability sampling yaitu Accidental sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022 adalah Pendidikan (p=0,000), Asupan Makanan (p=0,000), Status Ekonomi (p=0.000), Riwayat ASI Eksklusif (p=0.000), dan variabel yang tidak berhubungan Kejadian Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022 adalah Pengetahuan (p=0,226). hasilnya terdapat 5 variabel yang berhubungan dan 1 variabel yang tidak berhubungan dengan Kejadian Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi.
Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan Puskesmas Sukadami dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting khususnya pada ibu yang memiliki balita di Dusun 1 Desa Serang
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen.
Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya.
Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020.
Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%).
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan.
Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Stunting adalah tinggi Badan dibawah persentil-ketiga, yang sesuai dengan nilai 1,9 atau dibulatkan menjadi 2 Standar Deviasi. Stunting dapat dilihat dari tinggi badan menurut umur serta dapat menyebabkan gangguan Intelligence Quotient, perkembangan psikomotor, kemampuan motorik, dan integrasi neurosensori.
Desain dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu di Desa Karang Satu yang memiliki balita usia 24-59 bulan sebanyak 36 responden. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, menggunakan data primer, data diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan variabel pendidikan (P.value=0,041), pendapatan (P.value=0,018), asupan makanan (P.value=0,007), riwayat BBLR (P.value=0,018), riwayat penyakit (P.value=0,037), riayat ASI Eksklusif (P.value=0,000), yang kurang dari nilai alpha (0,05).
Kesimpulannya ada hubungan antara pendidikan, pendapatan, asupan makanan, riwayat BBLR, riwayat penyakit, riwayat ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Karang Satu tahun 2019. Saran diharapkan ibu menambah wawasan maupun pengetahuan tentang kebutuhan anak dalam proses tumbuh kembang, serta dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.