Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: asupan makanan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal dan Asupan Makanan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Usia sekolah adalah tahap kritis dimana kebutuhan energi dan zat gizi harus terpenuhi, karena mereka sedang dalam tahap tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan makanan berkualitas agar memenuhi kebutuhan gizi mereka selama di sekolah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membawa bekal dan asupan makanan dengan status gizi remaja putri. Subyek dan Metode Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Cikarang Selatan. Sampel sebanyak 50 orang diambil secara purposive sampling, alat penelitian ini menggunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtoise, dan alat pengukur LiLA. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji normalitas, dan uji Pearson untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa adanya hubungan antara kebiasaan membawa bekal dengan status gizi yang signifikan berdasarkan IMT/U (pvalue=0,002), terdapat hubungan kebiasaan membawa bekal dengan status gizi berdasarkan %LiLA (0,000) dan tidak adanya hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan IMT/U (0,442), tidak di dapatkan hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan %LiLA (p-value=0,570). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membawa bekal menurut IMT/U dan % Lila, perlu dilakukan edukasi terkait pentingnya membawa bekal ke sekolah dengan prinsip gizi seimbang atau sesuai konsep isi piringku.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah malnutrisi di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah. Stunting merupakan suatu kondisi dimana kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang yang ditunjukkan dengan hasil pengukuran tinggi badan menurut usia kurang dari -2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk Mengindentifikasikan Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Dusun 1 Desa Serang sebanyak 256 balita. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapat 172 sampel dengan teknik non Probability sampling yaitu Accidental sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022 adalah Pendidikan (p=0,000), Asupan Makanan (p=0,000), Status Ekonomi (p=0.000), Riwayat ASI Eksklusif (p=0.000), dan variabel yang tidak berhubungan Kejadian Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022 adalah Pengetahuan (p=0,226). hasilnya terdapat 5 variabel yang berhubungan dan 1 variabel yang tidak berhubungan dengan Kejadian Balita Stunting di Dusun 1 Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan Puskesmas Sukadami dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting khususnya pada ibu yang memiliki balita di Dusun 1 Desa Serang

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Gambaran Perilaku Kesehatan Lansia Saat Pandemi Covid-19 di Cibuntu RT 03 RW 05 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya. Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat. Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan. Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail