Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

69 hasil
Subjek: Anemia
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Cookies Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Anemia pada Remaja Putri di MTS Nihayatul Amal Serang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan sumber zat gizi, seperti cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Nihayatul Amal Serang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 remaja putri yang mengalami anemia ringan. Intervensi berupa cookies pumpkin seeds diberikan sebanyak 100 gram per hari selama 10 hari, dibagi dalam dua kali pemberian. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan jeda 5 hari setelah intervensi selesai. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (20 orang; 100%) mengalami anemia ringan sebelum intervensi dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,17 ± 0,433 g/dL. Setelah intervensi, 8 responden (40%) mencapai kategori normal dan 12 responden (60%) masih mengalami anemia ringan, dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,75 ± 0,592 g/dL. Terdapat peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,58 g/dL dan hasil uji menunjukkan p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Anemia di Klinik Metanoia Desa Kertarahayu Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang berdampak serius terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan studi pendahuluan tercatat sebanyak 46 ibu hamil mengalami anemia dengan dominasi kategori anemia sedang (56,5%), yang dipicu oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden ibu hamil dengan anemia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kemaknaan $\alpha=0,05$. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (pre-test), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 22 orang (47,83%), cukup 18 orang (39,13%), dan baik 6 orang (13,04%). Setelah diberikan intervensi edukasi menggunakan media booklet (post-test), terjadi peningkatan signifikan di mana sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 34 orang (74%), dan cukup 12 orang (26%). Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ($p<0,05$). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Media Booklet dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi bagi ibu hamil dalam mendukung penyampaian informasi terkait kehamilan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada penurunan imunitas, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi karena mengalami siklus menstruasi setiap bulan dan sering kali memiliki perilaku makan yang kurang memperhatikan asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X SMAN 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 338 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Random sampling dengan rumus slovin dan diperoleh jumlah responden sebanyak 85 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat haemometer easy touch. Analisis data dilakukan secara presentase univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), lama menstruasi (p = 0,004), dan pendapatan orang tua (p = 0,001) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Pengetahuan, lama menstruasi, dan pendapatan orang tua merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan. Sekolah disarankan mengadakan edukasi berkala mengenai gizi seimbang dan manajemen menstruasi guna meningkatkan pengetahuan siswi dalam mengantisipasi risiko kehilangan darah yang lama. Selain itu, sekolah perlu menyediakan pilihan jajanan kaya zat besi yang murah di kantin untuk menyiasati keterbatasan daya beli akibat faktor ekonomi orang tua

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Media Video Edukasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 51,4% remaja putri tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dijalankan secara nasional, tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai standar masih tergolong sangat rendah. Rendahnya kepatuhan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan media edukasi kesehatan yang menarik bagi remaja. Studi pendahuluan di SMAN 1 Kedung Waringin mengindikasikan tingkat ketidakpatuhan mencapai 90%, sehingga diperlukannya intervensi promosi kesehatan yang inovatif seperti media video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video edukasi terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental (pre-test and post-test group). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pemberian video edukasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed Rank Test membuktikan bahwa media video edukasi efektif secara signifikan (Z=-11,18; p<0,001) dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat kepatuhan konsumsi TTD sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media video edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media video dalam program kesehatan remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Kadar Hemoglobin (Hb) dengan Prestasi Akademik Pada Siswi di SMAN 3 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Prestasi akademik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb). Sarapan berperan sebagai sumber energi utama bagi otak sehingga mendukung konsentrasi dan kemampuan belajar, sedangkan kadar Hb yang rendah dapat mengurangi suplai oksigen ke otak dan berpotensi mengganggu fungsi kognitif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb) dengan prestasi akademik pada siswi di SMAN 3 Cikarang Utara. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 247 siswi kelas XI SMAN 3 Cikarang Utara, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mengenai kebiasaan sarapan, pengukuran kadar Hb menggunakan alat Easy Touch GCHb, pengukuran status gizi berdasarkan IMT/U, serta pengambilan data prestasi akademik berdasarkan peringkat kelas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Mayoritas responden berusia 17 tahun (62,0%), memiliki status gizi baik (66,2%), dan orang tua berpendidikan terakhir SMA (73,2%). Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan ≥4x/minggu (62,0%), kadar Hb normal (≥12 g/dl) 87,3%, dan yang belum kategori prestasi akademik (54,9%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi akademik (p=0,011; OR=73,4%;95%CI=0,093–0,758). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan prestasi akademik (p=0,140; OR=69,5%;95% CI=0,059–1,585). Kesimpulan: Kebiasaan sarapan berhubungan dengan prestasi akademik pada siswi SMAN 3 Cikarang Utara, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar Hb dan prestasi akademik pada sampel penelitian. Saran: Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang serta bekerja sama dengan puskesmas dalam pelaksanaan pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Status Gizi, Riwayat Menstruasi, Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi dan Protein dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri SMAN 3 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada remaja putri. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status gizi, kondisi menstruasi, serta kebiasaan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi dan protein. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan status gizi, riwayat menstruasi, frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi, dan frekuensi konsumsi makanan sumber protein dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara. Metode: Penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 71 remaja putri. Penilaian status gizi dilakukan berdasarkan IMT/U, sedangkan informasi mengenai riwayat menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi dan protein dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan dengan alat Hb digital. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang disesuaikan dengan karakteristik data. Hasil: Dari 71 responden, sebanyak 47 orang (66,2%) mempunyai status gizi normal. Frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi paling banyak termasuk kategori cukup, yaitu 32 orang (45,1%), sedangkan konsumsi makanan sumber protein kategori cukup berjumlah 34 orang (47,9%). Berdasarkan pemeriksaan hemoglobin, 62 responden (87,3%) berada pada kategori normal dan 9 responden (12,7%) mengalami anemia. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,975), riwayat menstruasi dengan kadar hemoglobin (p=0,193), frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi dengan kadar hemoglobin (Fisher’s Exact p=1,000), serta frekuensi konsumsi makanan sumber protein dengan kadar hemoglobin (Fisher’s Exact p=1,000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi, riwayat menstruasi, frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi, dan frekuensi konsumsi makanan sumber protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani. Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia, dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Edukasi Permainan Spin Whell Terhadap Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia. Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros- sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko anemia pada remaja putri.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Keualitas Tidur Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya produktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian anemia adalah kualitas tidur. Pada masa remaja terjadi perubahan ritme sirkadian yang menyebabkan kecenderungan tidur lebih larut, ditambah dengan beban akademik dan penggunaan gawai yang dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan proses pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi remaja putri yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb meter dengan batas anemia <12 g/dL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,1% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 56,0% responden mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin.

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Dengan Kejaian Anemia Pada Siswi SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi rutin setiap bulan serta berada pada masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Selain faktor gizi, anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Efektivitas Pemberian Pusing Kacang Hijau dan Kacang Merah Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi Dengan Anemia di SMPN 1 Cabangbungin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap status gizi, daya tahan tubuh, serta prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal sumber zat besi, seperti kacang hijau dan kacang merah, sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah diterima oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian puding kacang hijau dan puding kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia di SMPN 1 Cabangbungin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel terdiri dari 58 siswi yang mengalami anemia dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok puding kacang hijau dan kelompok puding kacang merah. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pretest dan posttest, serta Uji Mann-Whitney untuk membandingkan efektivitas kedua kelompok. Hasil: Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin <12,0 g/dl pada awal penelitian. Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sebanyak 41,4% responden pada kelompok puding kacang hijau dan 44,8% pada kelompok puding kacang merah mencapai kadar hemoglobin normal >12,0 g/dl. Kesimpulan: Pemberian puding kacang hijau dan kacang merah efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada siswi anemia dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi non-farmakologis di lingkungan sekolah

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerang: Pemberdayaan Remaja Putri Melalui Edukasi Kesehatan dan Pemberian Hemoping (Hemoglobin Doping) Sebagai Upaya Mewujudkan Zero New Stunting Generasi Mendatang

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang berperan adalah anemia pada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non farmakologis untuk mencegah anemia sejak remaja. Intervensi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan mengenai stunting, anemia, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi sebagai upaya mempersiapkan remaja putri memasuki masa kehamilan dan peran sebagai ibu, sehingga risiko stunting dapat dicegah. Selain edukasi, intervensi nonfarmakologis lainnya adalah pemberian makanan tambahan berupa HEMOPING yang kaya zat besi, dari buah naga dan daun kelor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual dan buku saku terhadap peningkatan pengetahuan, serta pengaruh pemberian HEMOPING terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Babelan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 34 responden yang mendapatkan intervensi edukasi kesehatan dan 24 responden yang mendapatkan intervensi HEMOPING, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi kesehatan dengan hasil signifikan (0,003 < 0,05). Intervensi HEMOPING juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, dan pemberian HEMOPING berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Program PENERANG yang mengkombinasikan edukasi kesehatan dan pangan lokal berkontribusi dalam upaya mewujudkan Zero New Stunting pada generasi mendatang.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, pola makan yang tidak seimbang, serta kebiasaan melewatkan sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah pembiasaan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa sarapan pagi telur ayam rebus diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil: Sebelum intervensi, 41 siswi (64,1%) berada pada kategori anemia dan 23 siswi (35,9%) tidak anemia. Setelah intervensi, jumlah siswi tidak anemia meningkat menjadi 53 orang (82,8%), sedangkan 11 siswi (17,2%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna secara statistik (Z = –6,192; p = 0,000). Kesimpulan: Sarapan pagi telur ayam rebus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Mengonsumsi Jus Bayam Merah dan Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi yang Mengalami Anemia di MAN 1 Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah batas normal dan sering dialami remaja putri akibat menstruasi, kurangnya asupan zat besi, serta pola makan tidak seimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Upaya penanganan dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis berbasis pangan lokal. Bayam merah dan kurma mengandung zat besi, folat, dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar hemoglobin pada siswi anemia. Metode: Penelitian menggunakan desain preeksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 53 siswi dengan kadar hemoglobin <12 g/dL. Intervensi jus bayam merah dan kurma diberikan sekali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik. Hasil: Sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami anemia. Setelah intervensi, 47 siswi (88,7%) mencapai kategori tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,05 sehingga terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Kesimpulan: Konsumsi jus bayam merah dan kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi serta mendorong konsumsi pangan kaya zat besi pada remaja putri.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta prestasi belajar. Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif cukup tinggi (29,6), termasuk pada remaja meningkat dari 21,6% menjadi 22,3%. Di Jawa Barat, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa pemutaran video edukatif berdurasi sekitar 10 menit yang menguraikan pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, serta cara konsumsi tablet tambah darah (TTD). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian adalah 62 siswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (74,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi berpengetahuan baik (82,3%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia. Simpulan dari penelitian ini adalah media video efektif sebagai sarana edukasi kesehatan. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media audiovisual dalam program promosi kesehatan remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan Anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil di TPMB Bidan Ria Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan akan membahayakan ibu dan janin. Dari studi pendahuluan di TPMB Bidan Ria, Desa Sukaraya, ditemukan 2 dari 10 ibu hamil mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10–11,9 gr/dL. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengungkapkan hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan Kadar Hb di TPMB Bidan Ria yaitu berjumlah 50 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah dsitribusi frekuensi dan Chi Square. Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa ibu hamil anemia yaitu sebanyak 18 orang responden ( 36%). Dan kejadian anemia pada ibu hamil diTPMB Bidan Ria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya umur (p=0,001), paritas (p=0,007), Pendidikan(p=0,002), pekerjaan(p=0,007), pengetahuan(p=0,000) dan keterpaparan informasi(p=0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian Anemia Adalah pengetahuan dengan nilai OR 15,000 (CI 95%). Artinya ibu hamil yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang memiliki peluang 15 kali untuk mengalami Anemia. Kesimpulan: untuk TPMB Bidan Ria agar lebih aktif lagi melaksanakan konseling-konseling gizi selama kehamilan dan penyuluhan-penyuluhan Kesehatan.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jus Kurma Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya: jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Konsumsi Protein, Aktivitas Fisik dan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Hemoglobin berperan penting dalam transportasi oksigen ke seluruh tubuh. Penurunan kadar hemoglobin dapat mengakibatkan defisiensi oksigen pada jaringan, yang berpotensi menyebabkan anemia. Anemia ditandai dengan gejala seperti kelelahan, pusing, dan penurunan konsentrasi, dan merupakan masalah kesehatan yang harus diselesaikan, terutama di kalangan remaja putri. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein, tingkat aktivitas fisik, dan ketahanan pangan keluarga dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 516 siswi berusia 15–18 tahun di SMAN 3 Cikarang Utara, dengan 92 siswi terpilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 siswi (35,9%) mengalami anemia dari total 92 siswi yang menjadi sampel penelitian. Selain itu, ditemukan 45 siswi (48,9%) memiliki asupan protein yang kurang, 39 siswi (42,4%) melakukan aktivitas fisik berat, dan 37 siswi (40,2%) berada dalam kategori rawan pangan. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi protein (p = 0,000), aktivitas fisik (p = 0,000), dan ketahanan pangan keluarga (p = 0,047) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Saran : Disarankan agar instansi kesehatan melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin dan memberikan penyuluhan gizi secara berkala di sekolah-sekolah. Langkah ini penting untuk mendeteksi anemia secara dini serta meningkatkan pemahaman mengenai pola makan dan gaya hidup sehat.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Serbuk Liofilisasi Umbi Bit (Beta vulgaris L) Dengan Kombinasi Apel Hijau (Malus sylvestris Mill) Sebagai Antianemia

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Penanganan anemia umumnya menggunakan suplementasi zat besi, namun konsumsi makanan fungsional seperti kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau juga berpotensi sebagai alternatif alami. Umbi bit kaya akan zat besi dan senyawa betasianin, sedangkan apel hijau mengandung vitamin C yang berperan meningkatkan penyerapan zat besi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) diinduksi anemia menggunakan phenylhidrazine 60 mg/KgBB lalu dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kelompok positif dan tiga kelompok perlakuan yang diberi kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau dengan dosis 200 mg/KgBB dengan konsentrasi masing-masing 10%, 15%, dan 20% selama 7 hari. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu tikus putih betina, sehat, berusia 2-3 bulan, berat badan 150-200 g. Hasil analisis data menggunakan one-way ANOVA. Hasil menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin secara signifikan pada semua kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol negatif. Kombinasi serbuk pada konsentrasi 20% menunjukkan efek paling optimal dalam meningkatkan kadar hemoglobin, disusul konsentrasi 15% dan 10%. Kombinasi serbuk umbi bit mengandung kadar zat besi (Fe) 48,392 mg/20 g dan apel hijau mengandung persen kadar vitamin C sebanyak 61,4052 mg/10 g pada pola linier kuat (R² = 0,9674) yang efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus anemia. Konsentrasi 20% merupakan dosis yang paling optimal dengan nilai P-Value < 0,05 yaitu 0,0081. Pemberian kombinasi serbuk umbi bit dengan apel hijau kepada tikus putih betina yang menderita anemia dinilai dapat meningkatkan kadar hemoglobin.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail