Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Siswi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, pola makan yang tidak seimbang, serta kebiasaan melewatkan sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah pembiasaan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa sarapan pagi telur ayam rebus diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil: Sebelum intervensi, 41 siswi (64,1%) berada pada kategori anemia dan 23 siswi (35,9%) tidak anemia. Setelah intervensi, jumlah siswi tidak anemia meningkat menjadi 53 orang (82,8%), sedangkan 11 siswi (17,2%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna secara statistik (Z = –6,192; p = 0,000). Kesimpulan: Sarapan pagi telur ayam rebus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan Micellar Water Sebagai Pembersih Wajah Pada Mahasiswi Farmasi di Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Debu dan kotoran yang menempel pada kulit wajah dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, penumpukan minyak (sebum), komedo, dan jerawat. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit adalah menggunakan micellar water. Micellar water merupakan pembersih wajah yang berkembang dan populer dikalangan remaja untuk pembersihan wajah secara menyeluruh dan mendalam (deep cleansing). Tak sedikit remaja putri yang mengabaikan make-up dan debu yang menumpuk dikulit wajah sehingga menimbulkan berbagai masalah. Tujuan: Berdasarkan latar belakang tersebut dan kebiasaan remaja putri yang mengabaikan kebersihan wajah dengan micellar water, maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengetahuan micellar water sebagai pembersih. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden kemudian didata dan diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa farmasi Universitas Suherman Medika yang berjumlah 141 orang dengan sampel sebanyak 104 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pembahasan: Berdasarkan hasil data penelitian pengetahuan mengenai micellar water Pada Mahasiswi Farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022 (semester 2) kategori baik sebanyak 34%, angkatan 2021 (semester 4) kategori baik sebanyak 73%, angkatan 2020 (semester 6) kategori baik sebanyak 50%, dan angkatan 2019 (semester 8) kategori baik sebanyak 61%. Kesimpulan: Dari hasil data penelitian keseluruhan yang berkategori baik paling banyak adalah Angkatan 2019 (semester 8) sebanyak 61%. Hal ini dikarenakan pengaruh pengalaman belajar yang mereka pelajari selama perkuliahan. Semakin naik semester yang ditempuh maka semakin baik pengetahuan dan pengalaman yang didapat.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Penggunaan SunscreenPada Mahasiswi Farmasi Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Sinar matahari memiliki indeks radiasi ultraviolet (UV A & UV B) yang dapat berdampak bagi kesehatan kulit. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif pada kulit dari sinar ultraviolet matahari langsung dengan menggunakan sunscreen. Sunscreen merupakan sediaan kosmetik yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet matahari (UV) yang digunakan untuk perlindungan fungsional dan struktur kulit. untuk mengetahui persentase pengetahuan, perilaku penggunaan sunscreen dan mencari adanya hubungan atau tidak antara pegetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi Universitas Medika Suherman. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (sperhman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebar kuesioner. Analisis univariat menunjukkan sebanyak 84% memiliki pengetahuan yang baik, 12% memiliki pengetahuan yang cukup baik, dan 4% memiliki pengetahuan yang kurang baik. Kemudian sebanyak 54% memiliki perilaku yang baik, 39% memiliki perilaku yang cukup baik, dan 7% memiliki perilaku yang kurang baik. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rho hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen didapatkan nlai rHitung sebesar 0,149 dengan nilai signifikasi (P Value) 0,131. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rHitung > 0,131 yang artinya tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas VII Dan VIII Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang di mana ada hasrat untuk melukai, membuat tertekan, depresi dan tidak berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambun selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 527 orang dan sampel penelitian 89 orang responden dengan cara proportional stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan perilaku bullying sebanyak 71 siswa/siswi (80%), perilaku bullying fisik 11 (12%), bullying verbal 34 (39%), Bullying relasional 10 (11%), Cyber bullying 9 (10%) dan bullying tidak langsung 7 (8%), jenis kelamin laki-laki yang melakukan bullying 29 siswa (78%) dan perempuan melakukan bullying 42 siswi (81%), pola asuh orang tua demokratis 46 (52%), pola asuh otoriter 31 (35%), pola asuh permisif 12 (13%). pernah mengalami bullying 55 (62%), dan tidak pernah mengalami bullying 34 (38%), pengaruh teman sebaya positif sebanyak 31 (35%), dan pengaruh negatif 58 (65%). Kesimpulan : Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan memiliki tingkat perilaku bullying yang tinggi. Untuk siswa/siswi sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari perilaku bullying.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail