BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
SPF (Sun Protection Factor) merupakan nilai proteksi dari sinar ultraviolet matahari pada sediaan tabir surya (Sunscreen). Daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung flavonoid sebagai antioksidan faktor sekunder fotoproteksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak daun jambu air serta karakteristik formulasinya pada sediaan gel sunscreen. Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, diuji nilai SPF dengan spektrofotometer UV-Vis pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm kemudian diformulasikan dalam gel sebesar 10%, 20% dan 30%. Hasil nilai SPF ekstrak berturut-turut sebesar 7,14+0,0174; 28,65+0,0852 dan 39,64+0,999 yang menunjukkan memiliki perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Karakteristik gel sunscreen ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) berwarna hijau, beraroma khas daun jambu air, homogen, pH 5-6 (sesuai pH kulit), daya sebar 5-5,8 cm, daya lekat 4,3-5,3 detik, viskositas 76-105,1 dPa.S. Nilai SPF sebesar 6,192+5 sampai 10,779+7,4 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Nilai SPF ekstrak daun jambu air antara 7,14+0,0174 sampai 39,64+0,999 dengan nilai terbaik pada konsentrasi 10000 ppm sebesar 39,64+0,999 masuk dalam kategori tinggi. Nilai SPF sediaan gel sunscreen antara 6,192+5 sampai 10,779+7,4 dengan nilai terbaik pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% sebesar 10,779+7,4 masuk dalam kategori rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan skincare pada saat pandemi covid-19 menurun, terutama paling signifikan pada penggunaan tabirsurya (sunscreen). Desa Kalijaya Cikarang Barat belum pernah ditemui penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (sunscreen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan dan penggunaan tabirsurya (sunscreen) di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diteliti pada warga rentan umur 14 tahun sampai >45 sebanyak 100 responden. Hasil uji validitas kuisioner didapat rhitung 0.422 (rtabel). Karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, berusia 14-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, dan bekerja sebagai pengajar dan pelajar. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 63% memiliki pengetahuan baik, 29% pengetahuan sangat baik, dan 8% pengetahuan cukup. Hasil dari tingkat penggunaan sebesar 42% menggunakan dengan baik, 26% menggunakan dengan sangat baik, 25% menggunakan cukup baik, dan 7% menggunakan kurang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Sinar matahari memiliki indeks radiasi ultraviolet (UV A & UV B) yang dapat berdampak bagi kesehatan kulit. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif pada kulit dari sinar ultraviolet matahari langsung dengan menggunakan sunscreen. Sunscreen merupakan sediaan kosmetik yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet matahari (UV) yang digunakan untuk perlindungan fungsional dan struktur kulit. untuk mengetahui persentase pengetahuan, perilaku penggunaan sunscreen dan mencari adanya hubungan atau tidak antara pegetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi Universitas Medika Suherman. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (sperhman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebar kuesioner. Analisis univariat menunjukkan sebanyak 84% memiliki pengetahuan yang baik, 12% memiliki pengetahuan yang cukup baik, dan 4% memiliki pengetahuan yang kurang baik. Kemudian sebanyak 54% memiliki perilaku yang baik, 39% memiliki perilaku yang cukup baik, dan 7% memiliki perilaku yang kurang baik. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rho hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen didapatkan nlai rHitung sebesar 0,149 dengan nilai signifikasi (P Value) 0,131. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rHitung > 0,131 yang artinya tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan skincare pada saat pandemi covid-19 menurun, terutama paling signifikan pada penggunaan tabirsurya (sunscreen). Desa Kalijaya Cikarang Barat belum pernah ditemui penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (sunscreen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan dan penggunaan tabirsurya (sunscreen) di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diteliti pada warga rentan umur 14 tahun sampai >45 sebanyak 100 responden. Hasil uji validitas kuisioner didapat rhitung 0.422 (rtabel). Karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, berusia 14-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, dan bekerja sebagai pengajar dan pelajar. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 63% memiliki pengetahuan baik, 29% pengetahuan sangat baik, dan 8% pengetahuan cukup. Hasil dari tingkat penggunaan sebesar 42% menggunakan dengan baik, 26% menggunakan dengan sangat baik, 25% menggunakan cukup baik, dan 7% menggunakan kurang baik.