ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Mei 2023 Erik Ismail Aziz Nim 221070085 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangrene Di Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 xviii, 65 Halaman, 12 Tabel, 10 Lampiran Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square. Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus. Daftar Bacaan : 15 (2013-2022)
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Keputihan atau Flour albus merupakan kondisi saat vagina mengeluarkan suatu cairan atau lendir menyerupai nanah (Bahari, 2020). Keputihan adalah penyakit reproduksi kaum wanita berupa cairan yang keluar dari vagina, berwarna putih atau lendir, berbau atau tidak berbau sama sekali (Hastuty et al., 2023). Menurut data statistik jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat mencapai 11.358.740 jiwa, dan mengalami keputihan mencapai 27,60 %. Mayoritas wanita yang mengalami keputihan adalah wanita usia subur berusia 10-24 tahun (Suyenah & Dewi, 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan (Flour Albus) pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di TPMB Salifiyah sebanyak 60 responden dan semuanya diambil sebagai sampel. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, entry data, cleaning dan prosessing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi – square.
Hasil : Analisis data menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024 yaitu cara vulva hygiene (p=0.000), penggunaan pantyliner (p=0.001), obesitas (p=0.000), aktivitas fisik (p=0.000), pengetahuan (p=0.000), pemakaian cairan pembersih vagina (p=0.006).
Kesimpulan : Dari semua variabel yang diteliti terdapat hubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024. Wanita usia subur disarankan untuk tidak menggunakan cairan vagina yang berlebihan, mengkondisikan berat badan dalam keadaan normal, tidak menggunakan pantyliner, melakukan vulva hygiene dengan benar, tidak beraktivitas fisik yang berlebihan, serta meningkatkan pengetahuan untuk dapat mencegah keputihan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Debu dan kotoran yang menempel pada kulit wajah dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, penumpukan minyak (sebum), komedo, dan jerawat. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit adalah menggunakan micellar water. Micellar water merupakan pembersih wajah yang berkembang dan populer dikalangan remaja untuk pembersihan wajah secara menyeluruh dan mendalam (deep cleansing). Tak sedikit remaja putri yang mengabaikan make-up dan debu yang menumpuk dikulit wajah sehingga menimbulkan berbagai masalah. Tujuan: Berdasarkan latar belakang tersebut dan kebiasaan remaja putri yang mengabaikan kebersihan wajah dengan micellar water, maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengetahuan micellar water sebagai pembersih. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden kemudian didata dan diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa farmasi Universitas Suherman Medika yang berjumlah 141 orang dengan sampel sebanyak 104 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pembahasan: Berdasarkan hasil data penelitian pengetahuan mengenai micellar water Pada Mahasiswi Farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022 (semester 2) kategori baik sebanyak 34%, angkatan 2021 (semester 4) kategori baik sebanyak 73%, angkatan 2020 (semester 6) kategori baik sebanyak 50%, dan angkatan 2019 (semester 8) kategori baik sebanyak 61%. Kesimpulan: Dari hasil data penelitian keseluruhan yang berkategori baik paling banyak adalah Angkatan 2019 (semester 8) sebanyak 61%. Hal ini dikarenakan pengaruh pengalaman belajar yang mereka pelajari selama perkuliahan. Semakin naik semester yang ditempuh maka semakin baik pengetahuan dan pengalaman yang didapat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square.Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) Jumlah remaja putri usia 15-19 tahun di Kabupaten Bekasi mencapai 318,864 jiwa dan remaja putri yang mengalami keputihan sebesar 29,48% (Dinas Kesehatan, 2015). Dari hasil studi pendahuluan 60 siswi kelas XI hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 56 orang (93,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor-faktro yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 105 orang remaja puteri di SMAN 1 Serang Baru dan didapatkan hasil 65 orang remaja puteri yang mengalami keputihan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner. analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pembersih kewanitaan (P-Value =0,001), Pengetahuan (P-Value=0,006), Pola Makan (P-Value=0,000), Stress (P=0,035), Dukungan Keluarga (P-Value=0,015), Sarana dan Prasarana (P-Value=0,002) dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Kesimpulan peneliti dari 6 variabel (Pembersih Kewanitaan, Pengetahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana) hasilnya berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru. Saran bagi sekolah untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.