BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Keputihan atau Flour albus merupakan kondisi saat vagina mengeluarkan suatu cairan atau lendir menyerupai nanah (Bahari, 2020). Keputihan adalah penyakit reproduksi kaum wanita berupa cairan yang keluar dari vagina, berwarna putih atau lendir, berbau atau tidak berbau sama sekali (Hastuty et al., 2023). Menurut data statistik jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat mencapai 11.358.740 jiwa, dan mengalami keputihan mencapai 27,60 %. Mayoritas wanita yang mengalami keputihan adalah wanita usia subur berusia 10-24 tahun (Suyenah & Dewi, 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan (Flour Albus) pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di TPMB Salifiyah sebanyak 60 responden dan semuanya diambil sebagai sampel. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, entry data, cleaning dan prosessing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi – square.
Hasil : Analisis data menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024 yaitu cara vulva hygiene (p=0.000), penggunaan pantyliner (p=0.001), obesitas (p=0.000), aktivitas fisik (p=0.000), pengetahuan (p=0.000), pemakaian cairan pembersih vagina (p=0.006).
Kesimpulan : Dari semua variabel yang diteliti terdapat hubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024. Wanita usia subur disarankan untuk tidak menggunakan cairan vagina yang berlebihan, mengkondisikan berat badan dalam keadaan normal, tidak menggunakan pantyliner, melakukan vulva hygiene dengan benar, tidak beraktivitas fisik yang berlebihan, serta meningkatkan pengetahuan untuk dapat mencegah keputihan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Infeksi genitalia diakibatkan perilaku vulva hygiene yang buruk. Indonesia terdapat 20.783 kasus gangguan reproduksi diakibatkan buruknya perilaku vulva hygiene. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Madrasah Tsanawiyah Mathla’ul Anwar Karawang tahun 2023. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan cross sectional. Sampel penelitian 260 siswi dengan total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisa data univariat, bivariat dan uji chi square. Hasil Analisa bivariat variabel pengetahuan p value= 0.00, OR= 109.61, sarana prasarana p value= 0.00, OR= 18.86, sumber infromasi p value= 0.00, OR=100.5, dukungan keluarga p value=0.00, OR= 61.72, peran teman sebaya p value=0.00 , OR= 32.4. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sarana prasarana, sumber informasi, dukungan keluarga, dan peran teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Diharapkan remaja putri menjalankan perilaku vulva hygiene yang baik saat menstruasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hasil studi pendahuluan 82 remaja putri hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 79 remaja putri (96,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian keputihan pada remaja putri di RW 005 Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 orang remaja putri. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sedangkan data di analisis dengan teknik univariat.
Hasil penelitian menunjukan terdapat 65 responden (75,6%) mengalami keputihan, 46 responden (53,5%) berpengetahuan kurang baik, 44 responden (51,2%) tidak memperoleh informasi tentang keputihan, 49 responden (57%) melakukan vulva hygiene kurang baik, 45 responden (52,3%) kurang mendapatkan peranan orang tua mengenai pencegahan keputihan.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang mengalami keputihan masih dalam kategori tinggi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak RW 005 bekerja sama dengan tenaga kesehatan agar terus memberikan penyuluhan terkait keputihan pada remaja putri.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil survey BKKBN provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 83%
remaja tidak tahu tentang kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan disekitar masa subur dan masalah haid 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu resiko PMS. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dari 50siswi ternyata 35 siswi yang melakukan vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 208 orang remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 151 orang remaja puteri yang perilaku vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (P-Value=0,029), Sarana/prasarana (PValue=0,048), Peran orang tua (P-Value=0,035), Sumber informasi (P-Value=0,050), Peran tenaga kesehatan (PValue=0,019).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5variabel (pengetahuan, sarana/prasarana , peran orang tua, sumber informasi , peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.