BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Stunting menjadi permasalahan kesehatan karena berpengaruh dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian serta perkembangan otak suboptimal, sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Untuk memenuhi kecukupan gizi pada balita pemerintah telah melakukan upaya pemberian program makanan tambahan (PMT) untuk balita kurus khususnya berupa program makanan tambahan lokal maupun program makanan tambahan pabrikan yaitu seperti biskuit PMT balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan ibu hamil trimester I tentang Stunting di Puskesmas Pakisjaya tahun 2021.
Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I di Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu hamil sebanyak 765 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, sampel diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 17 responden (56,7%) memiliki pengetahuan yang kurang, 16 orang (53,3%) memiliki usia kurang baik 24 responden (80,0%) memiliki pendidikan yang kurang, 17 responden (56,7%) memiliki ekonomi yang rendah, yang tidak bekerja sebanyak 10 orang (33,3%).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, ekonomi dan pekerjaan dengan pengetahuan ibu hamil tentang Stunting di Puskesmas Pakisjaya Tahun 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa diberikan minuman atau makanan lain selama umur 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dapat memberikan dampak positif pada bayi dan apabila tidak diberikan ASI maka akan berdampak negatif kepada kesehatan bayi. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif di Puskesmas telaga murni Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas telaga murni Kabupaten Bekasi dengan jumlah 1.407 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, sampel diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 16 responden (53,3%) berpengetahuan kurang tentang ASI eksklusif, 15 responden (50,0%) berpendidikan tinggi, 30 responden (100,0%) memiliki usia resiko rendah, dan 26 responden (86,7%) memperoleh sumber informasi tentang ASI eksklusif dari nakes.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif masih dalam kategori kurang.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak Puskesmas telaga murni agar terus memberikan penyuluhan terkait ASI eksklusif kepada para ibu hamil,untuk meningkatkan
pengetahuanj ibu.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hasil studi pendahuluan 82 remaja putri hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 79 remaja putri (96,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian keputihan pada remaja putri di RW 005 Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 orang remaja putri. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sedangkan data di analisis dengan teknik univariat.
Hasil penelitian menunjukan terdapat 65 responden (75,6%) mengalami keputihan, 46 responden (53,5%) berpengetahuan kurang baik, 44 responden (51,2%) tidak memperoleh informasi tentang keputihan, 49 responden (57%) melakukan vulva hygiene kurang baik, 45 responden (52,3%) kurang mendapatkan peranan orang tua mengenai pencegahan keputihan.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang mengalami keputihan masih dalam kategori tinggi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak RW 005 bekerja sama dengan tenaga kesehatan agar terus memberikan penyuluhan terkait keputihan pada remaja putri.