ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suherman Medical University (UMS)
GRADUATE NURSING STUDY PROGRAM
Thesis, March 2023
Name : Lucky Kurniawan
NIM : 2210700074
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND STRESS LEVEL WITH QUALITY OF LIFE IN TYPE II DM PATIENTS DI POLY DISEASE IN SENTRA MEDIKA HOSPITAL CIKARANG, 2022
xi+61 Pages+7 Tables+9 appendices
According to WHO Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels and disturbances of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Insufficiency of insulin function is caused by a deficiency disorder of insulin production in the Langerhans beta cells of the pancreas gland, or a lack of responsiveness of the body's cells to insulin . Based on data from a preliminary study at the Sentra Medika Hospital in Cikarang, the results of interviews with 15 type II DM patients, 11 of them said that the lack of family support and stress levels caused a decrease in quality of life . This study aims to identify the frequency distribution of emotional support, reward support, instrumental distribution, information support, stress levels and quality of life in patients . This research method uses a quantitative method with an observational approach with a sample of 38 patients. The sample collection technique uses purposive sampling. The analysis used is the Chi-square test . The results of this study indicate a p value of 0.000 or <0.05 , so the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a relationship between family support and quality life of type II DM patients internal medicine polyclinic at Sentra Medika Cikarang Hospital, Bekasi Regency, 2020 2. And the results were obtained with a p value of 0.002 or <0.05, which means that there is a relationship between the level of stress and the quality of life of type II DM sufferers in the polyclinic in Sentra Medika Hospital Cikarang Bekasi Regency in 2022 . Suggestions for the development of new programs such as a DM center, where one of its activities is implementing family empowerment in managing stress levels for the care of type II DM patients
Reading material: 2016-2022.
Keywords: type II DM, family support, quality of life, stress
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Sekitar 50% penderita diabetes mengalami ulkus kaki diabetik dengan angka kematian 8%-35% dan 15%-30% diantaranya mengalami amputasi. Penderita diabetes melitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil analisa data univariat pada penelitian ini menunjukan pengetahuan pasien luka diabetes mellitus sebagian besar cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), tingkat stress pasien luka kaki diabetes sebagian besar stress sedang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan analisa data bivariate menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai α = 0,034 (ρ value < 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden yang lebih maksimal dan alat ukur yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Dewanti Utami Putri NIM : 020319607 HUBUNGAN STRESS DENGAN DISMENORE HARI PERTAMA MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer sering terjadi pada lebih dari 50% wanita sudah masuk usia menstruasi dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Dismenore primer dialami oleh 60-75% perempuan muda. Tiga perempat jumlah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas ringan dan sedang, sedangkan seperempat lainnya mengalami dismenore dengan tingkat berat. Di Indonesia, kejadian dismenore primer mencapai 54,89%. Beberapa studi menyatakan bahwa dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sekitar 10-15% perempuan dapat absen dari sekolah dan kehilangan waktu bekerja karena dismenore. Angka kejadian dismenore di indonesia sangat tinggi dibandingan dinegara lain Menurut Proverawati & Misaroh (2012) di Indonesia angka kejadian dismenore terdiri dari 72,89% dismenore primer dan 21,11% dismenore sekunder dan angka kejadian dismenore berkisar 45-95% di kalangan perempuan umur produktif. Status gizi merupakan salah satu penyebab kajadian dismenore, status gizi yang mengalami berat badan berlebih merupakan faktor resiko dari dismenore, didapatkan 68,25% yang dismenore dengan status gizi overweight (Danielle, 2011 dalam Beddu, 2015) Oleh karena itu penulis tertarik meneliti “Hubungan Stres Dengan Dismenore Hari Pertama Menstruasi Pada Mahasiswi Di Universitas Medika Suherman” Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress dengan dismenore hari pertama menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan dismenore pre menstruasi pada mahasiswi Menurut sigiyono (2017:215) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek tertentu yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti ini untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya. Populasi dan sampel menggunakan total sampling dimana teknik pengambilan sampel yaitu mahasiswi Universitas Medika Suherman tingkat akhir yang berjumlah 40 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan chi square didapatkan ada hubungan tingkat stress dengan dismenore pada hari pertama dengan p-value 0,000 Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan tingkat stress dengan dismenore pada hari pertama menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir di Universitas Medika Suherman. Kata Kunci: Hari Pertama Menstruasi, Disminore, Stress Daftar Pustaka: 11 Jurnal (2010-2023)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Stres adalah kondisi internal yang disebabkan oleh keadaan fisik (tubuh), lingkungan, dan sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkendali. Salah satu strategi yang dapat mengelola stres adalah strategi coping. Strategi coping adalah sarana atau metode yang digunakan oleh individu untuk mengatasi dan mengendalikan situasi atau masalah yang dihadapi dan dianggap sebagai hambatan, tantangan, dan ancaman yang menyakitkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Strategi Coping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Ruang Intensive Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 perawat dengan jumlah sampel 32 perawat. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Kesimpulan Hasil Mayoritas responden menggunakan mekanisme Staregi Coping Adafif yaitu sebanyak 30 Responden (93,8%) dibandingkan strategi coping maladaptif. Mayoritas responden mengalami stress ringan sebanyak 13 orang (40,6%), dibandingan dengan stress yang lain. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value 0,017 (<0.05) yang berarti Ho ditolak, sehingga Ada Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Stress Perawat Dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Di Ruang Intensif RS Sentra Medika Cikarang 2022, sedangkan Responden yang menggunakan strategi coping adaptif memiliki peluang 8.000 kali lipat dapat mengatasi stress dalam melaksanakan tugas. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan siklus menstruasi harus lebih diperhatikan oleh setiap wanita karena dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita kedepannya. Ketidakteraturan siklus menstruasi ini juga merupakan suatu indikator penting dalam menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang nantinya dapat dikaitkan dengan peningkatan resiko berbagai penyakit dalam sistem reproduksi, salah satunya kanker rahim dan infertilitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswi Sarjana Kebidanan Reguler di Universitas Medika Suherman dengan jumlah populasi sebesar 120 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil penelitian dengan variabel dependen didapatkan responden yang siklus menstruasinya tidak teratur sebanyak 63 responden (52,5%), sedangkan siklus menstruasi teratur yaitu sebanyak 57 responden (47,5%) dan hasil penelitian dengan variabel independen didapatkan responden yang mengalami stress 88 responden (73,3%) dan tidak mengalami stress sebanyak 32 responden (26,7%), responden yang mengalami aktifitas fisik tidak baik sebanyak 67 responden (55,8%), dan aktivitas fisik baik sebanyak 53 responden (44,2%), responden yang mengalami status gizi tidak normal sebanyak 56 responden (46,7%) dan status gizinya normal sebanyak 64 responden (53,3%) serta responden yang mengalami pola tidur kurang sebanyak 69 responden (57,5%) dan pola tidur cukup sebanyak 51 responden (42,5%). Hasil analisa menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketidakteraturan siklus menstruasi dengan stress dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 4,059, aktivitas fisik dengan nilai p value = 0,020 dan nilai OR = 2,560, status gizi dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 3,293 serta pola tidur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,000.
Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan antara stress, aktivitas fisik, status gizi dan pola tidur terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi. Saran yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan terjadinya ketidakteraturan siklus menstruasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap status gizi. Kondisi psikologis, kualitas tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan dapat menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 74 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan. Data tingkat stress diperoleh menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale PSS-10, kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), frekuensi konsumsi UPF menggunakan FFQ UPF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi p-value (p<0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat stress berat sebesar 66 responden atau (88,2%), responden berada dikategori kualitas tidur buruk, yaitu sebesar 68 responden atau (91,9%), responden berada dikategori konsumsi rendah , yaitu sebesar 40 responden atau (53,6%), responden berada dikategori status gizi normal, yaitu sebesar 59 responden atau (78,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan status gizi (p = 0,347), kualitas tidur dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 1,000), serta konsumsi UPF dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 0,773). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada penelitian ini antara tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi UPF dengan status gizi pada remaja putri dalam penelitian ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Stres kerja adalah sebuah faktor yang bisa sangat berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Karena perawat mempunyai peran krusial dalam pelayanan kesehatan, performa mereka menjadi sangat penting untuk dikaji guna menjaga hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat yang bertugas di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Studi ini menerapkan metode korelasional melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal Desember 2024. Sekitar 41 perawat yang bekerja di ketiga unit ini dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lalu dsta dikumpulkan melalui kuesioner stres kerja dan kinerja perawat, kemudian dianalisis dengan uji Gamma. Dari penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas perawat mengalami stres kerja dalam kategori ringan, yakni sejumlah 22 orang (53,7%). Sedangkan, kinerja perawat sebagian besar tergolong baik, sejumlah 30 responden (73,2%). Analisis statistik menghasilkan nilai Gamma senilai -0,649, mengindikasikan hubungan sedang hingga kuat. Selain itu, nilai p-value senilai 0,030, lebih rendah dari tingkat signifikansi 0,05, memperlihatkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa stres kerja terdapat hubungan signifikan dengan kinerja perawat di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Uji analisis yang digunakan uji chi square dengan instrument kuesioner adopsi gabungan dari teori Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) dan Hamilton Anxiety Rating Scake (HARS). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Mahasiswi dengan nilai Indeks Massa Tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Mahasiswi yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Nilai p-value menunjukkan 0,005 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Nilai p-value menunjukkan 0,027 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara Indekss Massa Tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman. Diharapkan dapat menjadi referensi materi mengenai tingkat stress dan IMT dan bagi mahasiswi, peneliti ataupun pembaca lainnya diharapkan dapat lebih mengontrol asupan pola makanan dan menjaga kestabilan stressor dengan baik agar lebih sehat dan siklus menstruasi menjadi lebih baik dan tergolong normal. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah ada.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (a) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 < 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 < 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 < 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stress. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stress diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi- square.Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stress (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stress dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stres adalah kondisi internal yang disebabkan oleh keadaan fisik (tubuh), lingkungan, dan sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkendali. Salah satu strategi yang dapat mengelola stres adalah strategi coping. Strategi coping adalah sarana atau metode yang digunakan oleh individu untuk mengatasi dan mengendalikan situasi atau masalah yang dihadapi dan dianggap sebagai hambatan, tantangan, dan ancaman yang menyakitkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Strategi Coping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Ruang Intensive Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 perawat dengan jumlah sampel 32 perawat. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Kesimpulan Hasil Mayoritas responden menggunakan mekanisme Staregi Coping Adafif yaitu sebanyak 30 Responden (93,8%) dibandingkan strategi coping maladaptif. Mayoritas responden mengalami stress ringan sebanyak 13 orang (40,6%), dibandingan dengan stress yang lain. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,017 (<0.05) yang berarti Ho ditolak, sehingga Ada Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Stress Perawat Dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Di Ruang Intensif RS Sentra Medika Cikarang 2022, sedangkan Responden yang menggunakan strategi coping adaptif memiliki peluang 8.000 kali lipat dapat mengatasi stress dalam melaksanakan tugas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stress merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang di sebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Tekanan, ketegangan dan gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang dan bersifat sangat individual sehingga suatu stress bagi seseorang belum tentu dan sama tanggapannya bagi orang lain. Stress pada pasien di ruang isolasi covid 19 di pengaruhi oleh perilaku caring perawat dalam merawat pasien.Caring merupakan dasar dari seluruh proses keperawatan yang menggambarkan kesatuan dari nilai-nilai kemanusiaan yang secara perhatian, penghargaan, tanggung jawab, dan bantuan secara ikhlas yang di berikan kepada pasien sebagai manusia secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat berdasarkan aspek caring (compassion, competence, confidence, conscience, commitment, comportment ) dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Metode yang di gunakan deskritif korelasi dengan cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 58 responden. Analisa data dengan uji Chi square. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku caring ( compassion p=0,000, competence p=0,000, conscience p=0,036, commitmen p=0,000, comportment p=0,000) dan yang tidak ada hubungan perilaku caring (confidence p=0,05) dengan tingkat stress pasien rawat inap ruang isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Perilaku caring perawat dalam merawat pasien dapat mengurangi stress pasien yang di rawat di ruang isolasi covid 19. Di sarankan untuk perawat di ruang isolasi covid 19 untuk memperhatikan aspek-aspek perilaku caring dan saling meningatkan antar teman untuk selalu berperilaku caring dalam kepada pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perubahan siklus menstruasi harus lebih diperhatikan oleh setiap wanita karena dapat mempengaruhi kualitas
hidup wanita kedepannya. Tujuannya untuk mengetahui fakor-faktor yang berhubungan dengan
ketidakteraturan siklus menstruasi. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah populasi sebesar 120 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total
sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden. Hasil analisa menunjukan bahwa ada
hubungan yang signifikan antara ketidakteraturan siklus menstruasi dengan stress dengan nilai p value =
0,003 dan nilai OR = 4,059, aktivitas fisik dengan nilai p value = 0,020 dan nilai OR = 2,560, status gizi
dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 3,293 serta pola tidur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR
= 4,000. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran
yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar
dapat melakukan pencegahan terjadinya ketidakteraturan siklus menstruasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang menyerang pankreas penghasil insulin. Biasanya pasien diabetes mellitus mengalami distres karena mendapatkan informasi bahwa penyakit ini adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Penelitian: untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita DM di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tiga bulan terakhir tahun 2020 di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 200 orang dan sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner tingkat distress Diabetes Distres Scale (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tingkat distress dan diperoleh puIa nilai RR=0,596, artinya tingkat pengetahuan responden mempunyai peluang 0,596 kaIi untuk terjadinya distress. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita Diabetes Mellitus di poli dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai tingkat kemaknaan yang berarti semakin kurang adanya pengetahuan maka semakin mudah terjadinya distress pada penderita DM.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidak sesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil ( = 0,010 α 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi prestasi dalam akademik perkuliahan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Gastritis yaitu peradangan atau pembengkakan dari muosa lambung yang disebabkan oleh kuman heliobacter pylori. Penderita penyakit maag akan mengalami nyeri ulu hati, nyeri lambung, rasa mual, muntah, rasa lemah, nafsu makan menurun, sakit kepala dan terjadi perdarahan pada saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di kampung lemahabang rt 03rw 06 desa karang mukti kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi tahun 2021.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dengan sampel Total sampling sebanyak 30 responden . analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola Makan, Stres dan Gaya Hidup. Variabel yang berhubungan adalah pola makan ( p=0,000 < < 0,05 ), Stress ( p=0,000 < < 0,05 ), dan Gaya Hidup ( p=0,000 < < 0,05 ).
Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara Pola Makan, Stress dan Gaya Hidup dengan kejadian Gastritis pada Remaja di kampung Lemahabang Rt 03 Rw 06 Desa Karangmukti Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang kejadian Gastritis.