2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin, anemia kronis, dan membutuhkan transfusi darah secara berkala. Perawatan anak thalasemia juga memerlukan peran ibu di rumah, sehingga pengetahuan ibu penting dalam mendukung perawatan yang tepat
Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu
terhadap perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care
(ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 67 responden dari 80 populasi, yaitu ibu yang memiliki anak penderita thalasemia berusia 1–10 tahun dan menjalani transfusi darah secara terjadwal di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,353 dengan P-Value = 0,003 (P< 0,05), sehingga Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab, yakni terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya pengetahuan dalam melaksanakan perawatan anak thalasemia di rumah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi karena berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Bayi usia 3–6 bulan masih mengalami proses pematangan pola tidur sehingga dapat mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun pada malam hari, sulit kembali tidur, dan durasi tidur yang kurang optimal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kualitas tidur dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pijat bayi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur tidak nyenyak sebanyak 20 bayi (57,1%), sedangkan 15 bayi (42,9%) memiliki kualitas tidur nyenyak. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur nyenyak sebanyak 22 bayi (62,9%), sedangkan 13 bayi (37,1%) memiliki kualitas tidur tidak nyenyak. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,020 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026 sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Di seluruh dunia, antibiotik adalah obat yang paling sering digunakan,
dengan 20-26% di antaranya disalahgunakan. Sangat penting untuk memilih antibiotik secara
hati-hati untuk pengobatan diare pada anak-anak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor
seperti dosis, cara pemberian, dan lama pengobatan. Dengan menggunakan pendekatan
Gyssens dan metode DDD (Definied Daily Dose), penelitian ini bermaksud untuk menilai
penggunaan antibiotik pada gangguan diare pada anak di instalasi rawat inap rumah sakit X
pada tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan crosssectional
bersifat retrospektif dengan menggunakan metode non-eksperimental digunakan
dalam penelitian ini. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 155
pasien anak dengan diare yang dirawat di rumah sakit X pada tahun 2023. Rekam medis pasien
menyediakan data, yang kemudian diperiksa menggunakan uji Chi-square non-parametrik. Hasil: Berdasarkan demografi pasien anak yang didiagnosis diare di rumah sakit X pada tahun
2023, terdapat lebih banyak pasien laki-laki dibandingkan pasien perempuan - 82 (52,9%) dan
111 (71,6%) pasien berada pada rentang usia tertinggi, yaitu antara usia 1-4 tahun. Sefotaksim
adalah jenis antibiotik yang paling sering digunakan untuk pasien diare anak (61 pasien,
39,4%), dan 155 pasien (100%) memiliki hasil klinis dipulangkan atau sembuh dari diare
anak. Ketika pasien diare remaja diberikan antibiotik dengan menggunakan pendekatan
Gyssens, sebanyak 68 obat (41,3%) dikategorikan sebagai kategori 0, dan ketika antibiotik
diberikan dengan menggunakan metode ATC/DDD, seftriakson adalah antibiotik yang paling
sering digunakan. Kesimpulan: Uji statistik dengan nilai p-value 0,000 <0,05 didapatkan
hubungan antara kualitas penggunaan antibiotik yang ditentukan oleh metode Gyssens dan
metode ATC/DDD dalam kaitannya dengan hasil klinis.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Bakteri Mycobacterium Tuberculosis menyebabkan
Tuberkulosis (Tb), yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
bakteri. Bakteri ini berukuran 0,5–4 milimeter x 0,3–0,6 milimeter dan memiliki
lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid yang sulit ditembus oleh zat kimia.
Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menyerang banyak bagian tubuh, seperti
otak, ginjal, dan tulang belakang. Target penyakit Tb yang paling umum adalah paru-paru. Agen infeksius utama dari penyakit ini adalah Mycobacterium
Tuberculosis sehingga bakteri Tb yang masuk ke paru-paru akan merusak dan bisa
menular dari orang ke orang melalui transmisi udara. Tujuan utama dari peneliti ini
untuk mengidentifikasi dan menganalisis apakah ada Hubungan Dukungan
Keluarga Dan Tingkat Self Awareness Dengan Penularan Penyakit Pada Pasien
Tuberkulosis Paru di RSUD Kab. Bekasi. Subyek dan Metode: Jenis penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dengan
desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian RSUD Kab. Bekasi. Populasi
sasaran dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien Tuberkulosis Paru dengan total
100 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam
penelitian ini variabel independen adalah hubungan dukungan keluarga (X1), Self
awareness (X2) dan variabel dependen adalah penularan penyakit tuberkulosis
paru (Y) metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Terdapat
hubungan dukungan keluarga dengan penularan penyakit tuberkulosis di RSUD
Kab. Bekasi. Hasil uji Chi-square p=0,000<0,05. Berdasarkan analisis koreasional
didapatkan dukungan keluarga 85,22 di RSUD Kab. Bekasi. Kesimpulan:
Sebagian keluarga sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan atau
kepatuhan pasien Tb Paru serta memberikan dukungan dan motivasi
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi yang kritis sebagai kunci berkembangnya pengalaman baru yaitu usia 10-19. Masa remaja dihadapkan pada dorongan untuk mengkonsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan lain serta memulai perilaku pergaulan bebas. Hal ini menjadikan resiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV serta masalah penyesuaian dengan kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2024.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 749 responden dengan menggunakan rumus slovin, sampel pada penelitian ini berjumlah 261 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu Stratified Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan di Analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariate yaitu chi-square dan odds ratio.
Hasil dari penelitian menunjukan variabel berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas yaitu Keluarga p value = 0,026 Nilai OR=0.519, Lingkungan p value = 0,001 Nilai OR=0.403, Media sosial p value = 0,000 Nilai OR=0.249 dan Teman sebaya p value = 0.000 nilai OR= 0.391.
Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara keluarga, lingkungan, media sosial, dan teman sebaya dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2024. Disarankan untuk para remaja lebih menjaga diri dalam pergaulan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Didalam kehamilan nyeri pada bagian pinggang adalah keluhan ibu hamil yang paling sering dikeluhkan, pada beberapa kondisi akan membaik dengan sendirinya namun lebih banyak ibu tetap merasa sangat tidak nyaman dengan keluhan ini. Di Indonesia prevalensi nyeri pinggang pada kehamilan dijumpai 49 %, 80 – 90 % ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang mengatakan tidak melakukan usaha apapun untuk mengatasi / pun mengurangi keluhan tersebut. Yoga kehamilan memiliki manfaat baik secara fisiologis dan juga secara psikologis dalam mengurangi keluhan nyeri pinggang pada ibu hamil, hal itulah yang mendorong peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh yoga kehamilan terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Subyek dan metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan one group pre test - post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan data primer dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil trimester III di TPMB Bidan F yang telah memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti kelas yoga kehamilan, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale dan uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil Berdasarkan Uji wilcoxon nilai Sig (2-tailed) 0,00 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil skala nyeri pinggang pada kehamilan trimester III sebelum dan sesudah melakukan yoga kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yoga kehamilan secara signifikan dapat menurunkan skala nyeri pinggang pada kehamilan trimester III. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu yoga kehamilan memiliki pengaruh yang positif dan juga signifikan terhadap penurunan nyeri pinggang pada kehamilan trimester III di TPMB Bidan F Tahun 2024. Ibu hamil utamanya trimester III sebaiknya melakukan yoga kehamilan secara rutin untuk mengurangi keluhan nyeri pinggang yang dirasakan di masa kehamilan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore adalah menstruasi yang nyeri disebabkan oleh kejang otot uterus. Di Indonesia sendiri kejadian nyeri haid cukup besar mencapai 64,25%. Diantaranya ada sekitar 54, 89% yang mengalami dismenore primer dan 9,36% yang mengalami dismenore sekunder. Dismenore yang tidak ditangani mengakibatkan gangguan saat aktifitas sehari-hari. Salah satu penanganan nyeri secara non farmakologi yang dapat dilakukan pada saat dismenore yaitu massage. Penelitian menemukan pijatan memakai campuran minyak essensial dapat mengurangi kram perut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas massage essential oil lemongrass (Sereh) terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMK Metland. Metode :Desain penelitian quasy experiment non control group dengan pendekatan one group pretest posttest design. Lokasi penelitian di SMK Metland. Sampel berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini sebelum data diolah maka akan dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui data berdistribusi normal yang akan dilihat dari uji Shapiro-wilk karena sampel sebanyak 30 orang (n<50). Setelah dilakukan uji normalitas, didapatkan hasil bahwa data tidak terdistribusi normal (nonparamtrik) sehingga menggunakan uji Wilcoxon rank test dan didapatkan nilai p-value ≤ 0,05 yang berati Ho gagal ditolak. Hasil : Pemberian Massage Essentian Oil Lemongrass mampu menurunkan sakala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Metland P= 0,001 (p<0,05). Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass pada remaja putri mampu menurunkan dismenore skala nyeri 5-6 dengan kriteria mengganggu aktivitas sebanyak 15 responden (50 %) menjadi skala nyeri 0 dengan kriteria tidak nyeri sebanyak 27 responden (90 %). Kesimpulan : Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass efektif menurunkan dismenore pada remaja putri di SMK Metland.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kesulitan makan pada anak usia 4-6 tahun yang berkepanjangan akan menimbulkan berbagai macam infeksi penyakit, sistem kekebalan tubuh melemah, gangguan tumbuh kembang pada anak dan akan mengganggu proses belajarnya. Data hasil RISKESDAS Di Indonesia prevalensi gizi buruk-kurang pada anak sebesar 21,0 %, Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada anak usia 4-6 tahun di TK Nabila kecamatan cibitung tahun 2023. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 70 ibu dengan teknik Total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan variable yang berhubungan dengan Kesulitan makan pada anak usia 4-6 tahun di TK Nabila yaitu Pendidikan ibu nilai (P= 0.002) (OR= 5.537), variabel Status Ekonomi nilai (P= 0.030) (OR= 3.333), variabel Pekerjaan ibu nilai (P= 0.000)
(OR= 0,138), variabel penyakit infeksi nilai (P= 0.003) (OR= 8.000),nilai variable pola asuh (P= 0.016) (OR= 3.760). Kesimpulan hasil penelitian ada hubungan antara Pendidikan ibu, status ekonomi, pekerjaan ibu, infeksi penyakit dan pola asuh dengan kesulitan makan pada anak usia 4-6 tahun di TK Nabila Kecamatan Cibitung. Diharapkan kesadaran ibu untuk mencegah terjadinya kesulitan makan pada anak usia 4-6 tahun.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Osteoarthritis merupakan penyakit dengan gejala utama nyeri dan kaku pada persendian Osteoarthritis pada beberapa kejadian akan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak, semakin bertambahnya usia pada seseorang maka akan kehilangan massa tulang. Osteoarthritis ditandai dengan kehilangan progresif kartilago sendi, sinovitis (inflamasi sinovium yang melapisi sendi), nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan gerakan sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan osteoarthritis. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien osteoarthritis diantarannya nyeri pada kedua lutut, persendian kaku, jari-jari tangan kesemutan tidak bisa mengepal, sehingga timbul diagnose keperawatan utama: nyeri akut akibat penyakit osteoarthritis. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini yaitu kompres hangat, mobilisasi sederhana bangun dari jongkok dan berpindah tempat duduk. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama, pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan kriteria hasil nyeri yang dialami klien berkurang, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan terapi kompres hangat.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Gastritis yaitu peradangan atau pembengkakan dari muosa lambung yang disebabkan oleh kuman heliobacter pylori. Penderita penyakit maag akan mengalami nyeri ulu hati, nyeri lambung, rasa mual, muntah, rasa lemah, nafsu makan menurun, sakit kepala dan terjadi perdarahan pada saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di kampung lemahabang rt 03rw 06 desa karang mukti kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi tahun 2021.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dengan sampel Total sampling sebanyak 30 responden . analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola Makan, Stres dan Gaya Hidup. Variabel yang berhubungan adalah pola makan ( p=0,000 < < 0,05 ), Stress ( p=0,000 < < 0,05 ), dan Gaya Hidup ( p=0,000 < < 0,05 ).
Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara Pola Makan, Stress dan Gaya Hidup dengan kejadian Gastritis pada Remaja di kampung Lemahabang Rt 03 Rw 06 Desa Karangmukti Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang kejadian Gastritis.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kecanduan game online merupakan suatu keadaan dimana ketidakmampuan untuk mengontrol waktu penggunaan dalam bermain game bahkan sampai meluapkan emosi dan kekesalan terhadap kekalahan yang didapati, hingga dapat mempengaruhi masalah mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dengan masalah mental emosional pada remaja di kampung Rumbia Desa karangreja, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 44 remaja di kampung Rumbia Desa karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Teknik pengambilan sampel purposive sampling mendapatkan sebanyak 20 responden. Analisa data yang digunakan univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variabel dan anlisis bivariat berupa uji Chi- Square dengan nilai signifikan < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan masalah mental emosional (p = 0,002 < 0.05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dangan masalah mental emosional di kampung Rumbia Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi para remaja agar mengurangi durasi bermain game online serta mengetahui bahwa bermain game online secara brlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama pada mental emosionalnya.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Dukungan keluarga diperlukan penderita DM untuk mengurangi tingkat stress dalam menjalani diet. Penderita DM harus melakukan diet yang cukup ketat. Hal ini dapat membuat jenuhdan stress karena pasien harus mengikuti anjuran diet selama hidupnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada penderita DM tipe II di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan menggunakan desain cross sectional.Sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling, datadianalisismenggunakanujiChi Square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada pasien DM tipe II (P= 0,046). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan dapat mengembangkan intervensi yang lebih baik untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang dukungan pada pasien diabetes mellitus yang sedang menjalani diet
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diet diabetes melitus merupakan salah satu dari lima PILAR DM yaitu untuk mengontrol kadar gula darah pasien,
memberikan energi yang cukup dan menghindari komplikasi dari penyakit baik akut maupun kronis. Pada lansia sangat
rentan terkena diabetes melitus karena seiring bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun dan terjadi perubahanperubahan
fisologis terutama pada sistem endokrin. Perubahan fisiologis pada usia lanjut normal terjadi namun
tergantung pada kesehatan, gaya hidup, stres, dan kondisi lingkungan yang ada jadi pada setiap orang berbeda-beda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Diabetes
Melitus Pada Lansia Di Poli Spesialis RS X Cikarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperiemen dengan
metode kuantitatif. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu 41 responden dengan menggunakan total sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer
dengan instrument kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan diet DM. Uji statistic
menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan
kepatuhan diet DM dengan hasil P Value 0,001. Terdapat hubungan antara sikap dengan kepatuhan diet DM dengan
hasil P Value 0,000. Terdapat hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan diet DM dengan P
Value 0,001. Penderita diabetes melitus pada lansia di poli spesialis RS X Cikarang sudah memiliki pengetahuan yang
baik tentang diet diabetes melitus dan dapat melakukan diet dengan baik, maka dari itu diet diabetes melitus perlu
dipertahankan dan mendapat dukungan dari petugas kesahatan maupun orang disekitarnya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks adalah jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Namun sayangnya cakupan vaksinasi HPV masih sangat rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 227 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan (P-Value = 0,000), pengetahuan (P-Value = 0,046), dukungan suami (P-Value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (P-Value = 1,000), tingkat pendapatan (P-Value = 0,100), dan riwayat keluarga menderita kanker serviks (P-Value = 1,000) dengan vaksinasi HPV. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan untuk wanita dan keluarganya mengenai vaksinasi HPV.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Dukungan keluarga diperlukan penderita DM untuk mengurangi tingkat stress dalam menjalani diet. Penderita DM harus melakukan diet yang cukup ketat. Hal ini dapat membuat jenuh dan stres karena pasien harus mengikuti anjuran diet selama hidupnya. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres dalam menjalani diet pada penderita DM tipe II di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 tiga bulan terakhir tahun 2020 yang berada di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 200 orang dan sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga (HDFSS) dan kuesioner tingkat stres dalam menjalani diet DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada pasien DM tipe II (P Value= 0,032). Dari hasil analisis diperoleh pula nillai OR=3,273, artinya dukungan keluarga yang kurang mempunyai peluang 3,27 kali untuk terjadinya stress dalam menjalani diet dibandingkan dengan yang dukungannya cukup Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada penderita Diabetes Mellitus tipe II di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden dengan sampel yang lebih banyak lagi dan menggunakan alat ukur yang lebih baik.