Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: pre operatif
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Finger Hold dan Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan Pasien Preoperatif General Anestesia di RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kecemasan praoperatif merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dengan general anesthesia dan dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien. Intervensi nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan kecemasan sebelum operas salah satunya kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada pasien praoperatif general Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). dan dianalisis menggunakan uji marginal homogienity dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami cemas berat (70,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami cemas ringan (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kombinasi teknik ini efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien properatif dengan general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan Teknik Anestesi Umum di RS Amanda Cikarang Selatan

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DENGAN TEKNIK ANESTESI UMUM DI RS AMANDA CIKARANG SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DENGAN TEKNIK ANESTESI UMUM DI RS AMANDA CIKARANG SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Stres Pada Pasien General Anestesi Pre Operatif di Rumah Sakit Medirossa Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Tindakan anestesi adalah hilangnya seluruh modalitas dari sensasi yang meliputi sensasi/nyeri, rabaan, suhu, posisi. Anestesi dibagi menjadi dua teknik, yaitu general anestesi atau regional anestesi. Anestesi umum membuat pasien tidak sadar sedangkan anestesi regional pasien masih sadar, tetapi tidak merasakan nyeri. Pemberian anestesi pada pasien diberikan sebagai upaya untuk menghilangkan nyeri dengan sadar (regional anestesi) atau tanpa sadar (general anestesi) guna menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanaan operasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang diberikan untuk mengurangi stres pada pasien pre operatif general anestesi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan perancangan yang digunakan adalah One Group pre-post test yaitu melakukan satu kali pengukuran di depan (Pre- Test) sebelum adanya perlakuan dan setelah itu dilakukan pengukuran kembali (Post-Test). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang akan melakukan pembedahan mayor dengan general anestesi di ruang pre operatif Rumah Sakit Medirossa Cikarang dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pre operatif yang mengalami stres lebih tinggi pada 46-55 tahun (43,2%) sebagian besar jenis kelamin perempuan 20 (54,1), menurut tingkat pengetahuan pasien stres lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi 31 responden (83,8%) dan mayoritas responden lulusan SMA 36 responden (83,8%). Tingkat skor stres sebelum diberikan intervensi sebagian besar mendapatkan skor 19 - 25 stres sedang (54,1%). Tingkat skor stres setelah diberikan intervensi sebagian besar menurun menjadi 15 - 18 stres ringan (64,9%). Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap peningkatan stres pada pasien general anestesi pre operatif. Dengan p-value 0,8108 tidak signfikan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan stres pada pasien general anestesi pre operatif di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Edukasi Pre Operatif Tentang Prosedur Anestesi Terhadap Kecemasan Pada Pasien General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Pembedahan merupakan penanganan medis secara invasif yang menyebabkan kecemasan pada pasien. Penurunan rasa cemas sangat penting karena dapat mengurangi risiko komplikasi selama prosedur anestesi. Salah satu penanganannya dengan pemberian edukasi atau informasi yang koprehensif. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebanyak 22 orang (61,1%). Menurut pengalaman pembedahan sebagian besar responden yaitu dengan belum pernah operasi 22 orang (61,1 %). Berkaitan dengan pendidikan terakhir sebagian besar yaitu dengan berpendidikan SMA sebesar 10 orang (27,8 %). tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi mengalami kecemasan sedang dengan 21 orang (58,3 %). Uji perbedaan Tingkat Kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan p-value 0.000. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PRE OPERATIF TENTANG PROSEDUR ANESTESI TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN GENERAL ANESTESI DI RSUD KABUPATEN BEKASI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembedahan merupakan penanganan medis secara invasif yang menyebabkan kecemasan pada pasien. Penurunan rasa cemas sangat penting karena dapat mengurangi risiko komplikasi selama prosedur anestesi. Salah satu penanganannya dengan pemberian edukasi atau informasi yang koprehensif. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebanyak 22 orang (61,1%). Menurut pengalaman pembedahan sebagian besar responden yaitu dengan belum pernah operasi 22 orang (61,1 %). Berkaitan dengan pendidikan terakhir sebagian besar yaitu dengan berpendidikan SMA sebesar 10 orang (27,8 %). tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi mengalami kecemasan sedang dengan 21 orang (58,3 %). Uji perbedaan Tingkat Kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan p-value 0.000. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN STRES PADA PASIEN GENERAL ANESTESI PRE OPERATIF DIRUMAH SAKIT MEDIROSSA CIKARANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Tindakan anestesi adalah hilangnya seluruh modalitas dari sensasi yang meliputi sensasi/nyeri, rabaan, suhu, posisi. Anestesi dibagi menjadi dua teknik, yaitu general anestesi atau regional anestesi. Anestesi umum membuat pasien tidak sadar sedangkan anestesi regional pasien masih sadar, tetapi tidak merasakan nyeri. Pemberian anestesi pada pasien diberikan sebagai upaya untuk menghilangkan nyeri dengan sadar (regional anestesi) atau tanpa sadar (general anestesi) guna menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanaan operasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang diberikan untuk mengurangi stres pada pasien pre operatif general anestesi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan perancangan yang digunakan adalah One Group pre-post test yaitu melakukan satu kali pengukuran di depan (Pre- Test) sebelum adanya perlakuan dan setelah itu dilakukan pengukuran kembali (Post-Test). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang akan melakukan pembedahan mayor dengan general anestesi di ruang pre operatif Rumah Sakit Medirossa Cikarang dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pre operatif yang mengalami stres lebih tinggi pada 46-55 tahun (43,2%) sebagian besar jenis kelamin perempuan 20 (54,1), menurut tingkat pengetahuan pasien stres lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi 31 responden (83,8%) dan mayoritas responden lulusan SMA 36 responden (83,8%). Tingkat skor stres sebelum diberikan intervensi sebagian besar mendapatkan skor 19 - 25 stres sedang (54,1%). Tingkat skor stres setelah diberikan intervensi sebagian besar menurun menjadi 15 - 18 stres ringan (64,9%). Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap peningkatan stres pada pasien general anestesi pre operatif. Dengan p-value 0,8108 tidak signfikan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan stres pada pasien general anestesi pre operatif di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang. Kata Kunci: Terapi Musik, Stres, Pre Operatif.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail