BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tindakan anestesi adalah hilangnya seluruh modalitas dari sensasi yang meliputi sensasi/nyeri, rabaan, suhu, posisi. Anestesi dibagi menjadi dua teknik, yaitu general anestesi atau regional anestesi. Anestesi umum membuat pasien tidak sadar sedangkan anestesi regional pasien masih sadar, tetapi tidak merasakan nyeri. Pemberian anestesi pada pasien diberikan
sebagai upaya untuk menghilangkan nyeri dengan sadar (regional anestesi) atau tanpa sadar (general anestesi) guna menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanaan operasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang diberikan untuk mengurangi stres pada pasien pre operatif general anestesi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan
perancangan yang digunakan adalah One Group pre-post test yaitu melakukan satu kali pengukuran di depan (Pre- Test) sebelum adanya perlakuan dan setelah itu dilakukan pengukuran kembali (Post-Test). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang akan melakukan pembedahan mayor dengan general anestesi di ruang pre operatif Rumah Sakit Medirossa
Cikarang dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pre operatif yang mengalami stres lebih tinggi pada 46-55 tahun (43,2%) sebagian besar jenis kelamin perempuan 20 (54,1), menurut tingkat pengetahuan pasien stres lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi 31 responden (83,8%) dan mayoritas responden lulusan SMA 36 responden (83,8%). Tingkat skor stres sebelum diberikan intervensi sebagian besar mendapatkan
skor 19 - 25 stres sedang (54,1%). Tingkat skor stres setelah diberikan intervensi sebagian besar menurun menjadi 15 - 18 stres ringan (64,9%). Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap peningkatan stres pada pasien general anestesi pre operatif. Dengan p-value 0,8108 tidak signfikan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan stres pada pasien general anestesi pre operatif di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Tindakan anestesi adalah hilangnya seluruh modalitas dari sensasi yang meliputi sensasi/nyeri, rabaan, suhu, posisi. Anestesi dibagi menjadi dua teknik, yaitu general anestesi atau regional anestesi. Anestesi umum membuat pasien tidak sadar sedangkan anestesi regional pasien masih sadar, tetapi tidak merasakan nyeri. Pemberian anestesi pada pasien diberikan sebagai upaya untuk menghilangkan nyeri dengan sadar (regional anestesi) atau tanpa sadar (general anestesi) guna menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanaan operasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik yang diberikan untuk mengurangi stres pada pasien pre operatif general anestesi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan perancangan yang digunakan adalah One Group pre-post test yaitu melakukan satu kali pengukuran di depan (Pre- Test) sebelum adanya perlakuan dan setelah itu dilakukan pengukuran kembali (Post-Test). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang akan melakukan pembedahan mayor dengan general anestesi di ruang pre operatif Rumah Sakit Medirossa Cikarang dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pre operatif yang mengalami stres lebih tinggi pada 46-55 tahun (43,2%) sebagian besar jenis kelamin perempuan 20 (54,1), menurut tingkat pengetahuan pasien stres lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi 31 responden (83,8%) dan mayoritas responden lulusan SMA 36 responden (83,8%). Tingkat skor stres sebelum diberikan intervensi sebagian besar mendapatkan skor 19 - 25 stres sedang (54,1%). Tingkat skor stres setelah diberikan intervensi sebagian besar menurun menjadi 15 - 18 stres ringan (64,9%). Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap peningkatan stres pada pasien general anestesi pre operatif. Dengan p-value 0,8108 tidak signfikan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan stres pada pasien general anestesi pre operatif di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang. Kata Kunci: Terapi Musik, Stres, Pre Operatif.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Mahasiswa tingkat akhir diperguruan tinggi diwajibkan untuk membuat tugas akhir. Dalam menyusun tugas akhir menyebabkan mahasiswa tingkat akhir mengalami stres, banyaknya kasus dan dampak yang terjadi saat mahasiswa menyelesaikan tugas akhir.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh serta perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman selama proses penyusunan tugas akhir tahun 2022. Jenis penelitian ini Pre-eksperiment design dengan bentuk rancangan One Grup Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini mahasiswa tingkat akhir univesitas medika suherman kabupaten Bekasi sebanyak 129 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat bivariate berupa uji statistic t-test atau uji T dengan nilai signifikan a < 0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres dan tidak adanya perbedaan efektivitas antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres. Variabel yang berhubungan adalah terapi musik klasik (p value = 0,002 < a 0,05), dan terapi afirmasi positif (p value 0,001 < a 0,05). Variabel yang tidak berhubungan adalah perbedaan efektivitas antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres mendapatkan p value sebesar (0,887 > a 0,05. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institut pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menurunkan tingkat stres.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Prosedur pemasangan infus merupakan salah satu prosedur infasif yang menyebabkan
nyeri. Reaksi anak usia prasekolah yang mengalami nyeri dapat ditandai dengan menangis
kemudian tidak kooperatif dan merasa takut. Salah satu tanggung jawab perawat adalah
mempertimbangkan kenyamanan anak baik sebelum, saat dan sesudah melakukan prosedur
medis ataupun keperawatan.
Distraksi adalah teknik yang efektif untuk menurunkan nyeri. Terapi musik
merupakan salah satu teknik distraksi yang dapat menurunkan nyeri pada anak. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skala nyeri pemasangan
infus pada anak usia prasekolah. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen.
Pengumpulan data di dilakukan pada bulan Januari sampai Februari dengan sampel 50 anak
yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan
menggunakan teknik accidental sampling. Data yang didapat menggunakan lembar
observasi dan format pengkajian nyeri FLACC.
Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Independent T Test. Hasil
penelitian menunjukan bahwa P value 0,000 (P value <0,005), artinya ada pengaruh terapi
musik terhadap skala nyeri pemasangan infus pada anak dengan skala nyeri pada kelompok
kontrol yaitu 4,56 dan skala nyeri pada kelompok intervensi yaitu 1,64. Terapi musik
terbukti dapat menurunkan skala nyeri pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Hasil
penelitian ini merekomendasikan agar perawat ruangan dapat menerapkan terapi musik
dalam asuhan keperawatan langsung pada anak yang akan dilakukan pemasangan infus.