Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Kadar Hemoglobin
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Efektivitas Pemberian Pusing Kacang Hijau dan Kacang Merah Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi Dengan Anemia di SMPN 1 Cabangbungin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap status gizi, daya tahan tubuh, serta prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal sumber zat besi, seperti kacang hijau dan kacang merah, sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah diterima oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian puding kacang hijau dan puding kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia di SMPN 1 Cabangbungin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel terdiri dari 58 siswi yang mengalami anemia dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok puding kacang hijau dan kelompok puding kacang merah. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pretest dan posttest, serta Uji Mann-Whitney untuk membandingkan efektivitas kedua kelompok. Hasil: Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin <12,0 g/dl pada awal penelitian. Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sebanyak 41,4% responden pada kelompok puding kacang hijau dan 44,8% pada kelompok puding kacang merah mencapai kadar hemoglobin normal >12,0 g/dl. Kesimpulan: Pemberian puding kacang hijau dan kacang merah efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada siswi anemia dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi non-farmakologis di lingkungan sekolah

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Mengonsumsi Jus Bayam Merah dan Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi yang Mengalami Anemia di MAN 1 Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah batas normal dan sering dialami remaja putri akibat menstruasi, kurangnya asupan zat besi, serta pola makan tidak seimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Upaya penanganan dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis berbasis pangan lokal. Bayam merah dan kurma mengandung zat besi, folat, dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar hemoglobin pada siswi anemia. Metode: Penelitian menggunakan desain preeksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 53 siswi dengan kadar hemoglobin <12 g/dL. Intervensi jus bayam merah dan kurma diberikan sekali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik. Hasil: Sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami anemia. Setelah intervensi, 47 siswi (88,7%) mencapai kategori tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,05 sehingga terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Kesimpulan: Konsumsi jus bayam merah dan kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi serta mendorong konsumsi pangan kaya zat besi pada remaja putri.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan Anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdeklok Kabupaten Karawang Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Dalam kondisi anemia, risiko terjadinya abortus, persalinan prematur, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim menjadi lebih tinggi.Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada kehamilan, yaitu melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi dengan pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Tablet Fe dengan Sari Kacang Hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design.. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Range List dan Uji Mann-Whitney. Hasil : Kelompok Tablet Fe yang diberikan tablet Fe sebanyak 15 orang mengalami peningkatan Hb dengan dengan rata-rata 18.13. Responden sebanyak 15 orang pada kelompok Kacang Hijau yang diberikan sari kacang hijau dengan rata-rata kenaikan Hb adalah 12.87. Nilai t hitung yang didapatkan adalah 2.698 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai t tabel pada derajat kebebasan/degree of freedom (df) 28 adalah 2.048 atau t hitung (2.698) > t tabel (2.048) sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan kadar Hb pada kelompok Tablet Fe dibandingkan dengan kelompok Kacang Hijau dengan nilai p-value 0.099 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2024Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pemecahan masalah untuk menyusun perencanaan, pengelolaan, dan pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hemoglobin.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Jus Buah Naga Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Kelas X di MAN 1 Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan primer yang terjadi di masyarakat serta seringkali dijumpai di seluruh dunia, terutama pada Negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu remaja putri merupakan tahapan umur yang mempunyai tingkat resiko terkena anemia lebih tinggi dari remaja putra. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komsumsi jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental desaign dengan model one grup pre-test-post-test design. Pengumpulan data menggunakan instrument pemeriksaan kadar hemoglobin Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisis yang digunakan adalah uji statistic wilcoxon ranks. Pengambilan sampel dengan Systematic random samping sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan menggunakan probability Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Ini dibuktikan dengan p velue 0,000. Kesimpulan : Dari penelitian ini, ada pengaruh jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Saran : Diharapkan dengan adanya penelitian ini, remaja putri dapat menambah pengetahuan, informasi, edukasi dan manfaat non farmakologi seperti jus buah naga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Buah Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Masalah pokok kesehatan yang timbul di remaja putri adalah kurangnya asupan nutrisi sebagai penyebab anemia kekurangan zat besi yang berakibat pada status gizi remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang digunakan eksperimental dengan adanya perlakuan atau intervensi. Dengan populasi seluruh siswi kelas X, IX, dan XII di Sekolah menengah kejuruan Negeri 1 Setu, yang berjumlah 536 siswi. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sampel size dan jumlah sampel yang diambil 82 orang. Analisis data pada menggunakan uji parametric dengan analisis paired t-Test. Hasil penelitian uji statistic paired sampel T-test didapatkan p-value sebesar 0,000 dengan nilai korelasi sebesar 0,991. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada siswi di Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Setu.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Siklus Menstruasi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMK Sentra Medika

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi, yang umumnya sering terjadi ialah keterlamabatan siklus mnstruasi dan siklus menstruasi yang tidak normal. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 13,7% mengalami masalah mesntruasi pada tahun 2018. Salah satu dampak dari tidak teraturnya siklus menstruasi ialah tidak normalnya kadar hemoglobin, hal ini dijelaskan dalam faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin yang salah satu faktornya ialah siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 118 responden pada remaja putri, sampel yang digunakan sebanyak 91 responden pada remaja putri, menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner siklus menstruasi dan test kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukan 46 responden (50,5%) memiliki siklus menstruasi normal, 25 responden (27,5%) memiliki siklus menstruasi pendek, dan 20 responden (22,0%) memiliki siklus menstruasi panjang. Sejumlah 51 responden (56,0%) memiliki kadar hemoglobin normal dan 40 responden (44%) memiliki kadar hemoglobin tidak normal. Uji bivariat pada siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin memiliki nilai p-value 0,000,05, maka dapat diartikan bahwa Ho ditolak. Kesimpulannya yaitu ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Diharapkan siswi lebih memperhatikan siklus menstruasi agar mencegah terjadinya gangguan siklus menstruasi serta kadar hemoglobin yang tidak normal.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMK Negeri I Setu kabupaten bekasi tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah pokok kesehatan yang timbul di remaja putri adalah kurangnya asupan nutrisi sebagai penyebab anemia kekurangan zat besi yang berakibat pada status gizi remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang digunakan eksperimental dengan adanya perlakuan atau intervensi. Dengan populasi seluruh siswi kelas X, IX, dan XII di Sekolah menengah kejuruan Negeri 1 Setu, yang berjumlah 536 siswi. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sampel size dan jumlah sampel yang diambil 82 orang. Analisis data pada menggunakan uji parametric dengan analisis paired t-Test. Hasil penelitian uji statistic paired sampel T-test didapatkan p-value sebesar 0,000 dengan nilai korelasi sebesar 0,991. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian buah kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada siswi di Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Setu.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya terjadi ketika kadar sel darah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. WHO menyebutkan bahwa 818 juta anak-anak dan perempuan yang dipengaruhi oleh anemia, sebagian besar dinegara berkembang. Setiap tahun 1 juta meninggal remaja dan anak-anak (0-4) dan wanita hamil adalah dengan satu estimasi global Prevalensi dari 43% dan 51% berturut-turut. Anemia terjadi sering pada negara berkembang dan Negara Industri. berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 64 mahasiswi S1 Kperawatan Reguler dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin pada 10 mahasiswi didapatkan 80% mengalami kadar hemoglobin dibawah normal yang mengindikasikan terjadinya anemia. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia Di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019 Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswi S1 keperawatan reguler dengan anemia berjumlah 20. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden dengan menggunakan total sampling yang mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur hemoglobin yaitu GCHb, sendok makan dan lembar ceklis. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar hemoglobin sebelum diberikan madu terendah adalah 9,5 gr/dl tertinggi adalah 1,8 gr/dl. Kadar hemoglobin sesudah diberikan madu terendah adalah 9,8 gr/dl tertinggi adalah 14,7 gr/dl. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian madu hutan dengan peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswi S1 Keperawatan reguler. Saran : Diharapkan bagi mahasiswi keperawatan reguler khususnya agar lebih mengkonsumsi banyak makanan (daging, ikan, ayam, hati, telur dan sayuran hijau seperti daun katuk, daun kelor, daun singkong, bayam) yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan mengkonsumsi zat besi jika dengan suplemen menimbulkan banyak efek samping maka dapat menggunakan penatalaksanaan non farmakologi yaitu pemberian madu

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Menoragia Dengan Kadar Hemoglobin Pada Akseptor AKDR di Desa Wangun Harja Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Alat kontrasepsi dalam rahim yang merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektifitas tinggi. Namun ada beberapa efek samping yang membuat pengguna KB AKDR merasa tidak nyaman, yaitu meningkatnya jumlah darah menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB AKDR. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Tenik pengambilan sampel ini secara total sampling yaitu sebanyak 43 responden yang merupakan akseptor KB AKDR di wilayah Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan alat pemeriksa HB digital, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hubungan variabel dependent dan independen di uji dengan Chi-square. Hasil penelitian Uji Statistik berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagaian ibu yang menggunakan KB AKDR di Desa Wangun Harja yang mengalami anemia sebanyak 21 (48,8%) dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 22 (51,2%) sedangkan akseptor KB AKDR yang mengeluh mengeluarkan darah lebih banyak dari sebelumnya atau menoragia sebanyak 30 (69,8%) dan yang yang tidak mengalami menoragia 13(30,2%. Berdasarkan analisa bivariat Uji Chi-square didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor kb AKDR (P.value 0,036 dan OR 0,174) Kesimpulan dari 1 variabel yang diteliti (menoragia) hasilnya berhubungan dengan kadar hemoglobin pada akseptor kb AKDR di Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat menerapkan asuhan pasca pemasangan AKDR dalam mengantisipasi efek samping dari kontrasepsi AKDR, yaitu menoragia yang berdampak kejadian pada anemia difiensi zat besi.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail