ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Remaja putri mengalami proses pubertas yang ditandai adanya menstruasi. Proses menstruasi adalah perdarahan periodic dari rahim dengan terlepasnya endometrium dengan panjang normal siklus 21-35 hari. Pada saat siklus menstruasi hormone androgen keluar bersaaman hoemon estrogen dan progesterone. Apabila hormon Adrogen lebih dominan menyebabkan gangguan sekresi pada kelenjar sebasea pada kulit sehingga kulit rentan terhadap timbulnya jerawat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampling probability simple random sampling. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 74 % dan mengalami jerawat sebanyak 77.6%. Terdapat hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat diwajah yaitu dengan menggunakan uji chisquare (X2) dengan tingkat kemaknaan (α) adalah ≤ 0,05 didapatkan nilai Probabilitas (p) 0,000. Nilai odds ratio = 2,926 (95% CI1,422-15,064) menunjukkan bahwa siklus menstruasi 2x memiliki potensi dalam kejadian jerawat di wajah. Sehingga dapat diambil kesimpulan Ha diterima atau adanya hubungan yang signifikan hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat di wajah. Bahan Bacaan : 37 Kepustakaan (Tahun 2013-2023) Kata kunci :Siklus Menstruasi, Jerawat Di Wajah .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan siklus menstruasi harus lebih diperhatikan oleh setiap wanita karena dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita kedepannya. Ketidakteraturan siklus menstruasi ini juga merupakan suatu indikator penting dalam menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang nantinya dapat dikaitkan dengan peningkatan resiko berbagai penyakit dalam sistem reproduksi, salah satunya kanker rahim dan infertilitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswi Sarjana Kebidanan Reguler di Universitas Medika Suherman dengan jumlah populasi sebesar 120 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil penelitian dengan variabel dependen didapatkan responden yang siklus menstruasinya tidak teratur sebanyak 63 responden (52,5%), sedangkan siklus menstruasi teratur yaitu sebanyak 57 responden (47,5%) dan hasil penelitian dengan variabel independen didapatkan responden yang mengalami stress 88 responden (73,3%) dan tidak mengalami stress sebanyak 32 responden (26,7%), responden yang mengalami aktifitas fisik tidak baik sebanyak 67 responden (55,8%), dan aktivitas fisik baik sebanyak 53 responden (44,2%), responden yang mengalami status gizi tidak normal sebanyak 56 responden (46,7%) dan status gizinya normal sebanyak 64 responden (53,3%) serta responden yang mengalami pola tidur kurang sebanyak 69 responden (57,5%) dan pola tidur cukup sebanyak 51 responden (42,5%). Hasil analisa menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketidakteraturan siklus menstruasi dengan stress dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 4,059, aktivitas fisik dengan nilai p value = 0,020 dan nilai OR = 2,560, status gizi dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 3,293 serta pola tidur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,000.
Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan antara stress, aktivitas fisik, status gizi dan pola tidur terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi. Saran yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan terjadinya ketidakteraturan siklus menstruasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi, yang umumnya sering terjadi ialah keterlamabatan siklus mnstruasi dan siklus menstruasi yang tidak normal. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 13,7% mengalami masalah mesntruasi pada tahun 2018. Salah satu dampak dari tidak teraturnya siklus menstruasi ialah tidak normalnya kadar hemoglobin, hal ini dijelaskan dalam faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin yang salah satu faktornya ialah siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 118 responden pada remaja putri, sampel yang digunakan sebanyak 91 responden pada remaja putri, menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner siklus menstruasi dan test kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukan 46 responden (50,5%) memiliki siklus menstruasi normal, 25 responden (27,5%) memiliki siklus menstruasi pendek, dan 20 responden (22,0%) memiliki siklus menstruasi panjang. Sejumlah 51 responden (56,0%) memiliki kadar hemoglobin normal dan 40 responden (44%) memiliki kadar hemoglobin tidak normal. Uji bivariat pada siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin memiliki nilai p-value 0,000,05, maka dapat diartikan bahwa Ho ditolak. Kesimpulannya yaitu ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Diharapkan siswi lebih memperhatikan siklus menstruasi agar mencegah terjadinya gangguan siklus menstruasi serta kadar hemoglobin yang tidak normal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Siklus menstruasi adalah jumlah hari atau jarak antara periode menstruasi yang satu dengan periode menstruasi berikutnya. ketidakteraturan siklus menstruasi. antara lain genetika, ras, usia, penyakit, pertumbuhan alat reproduksi, obat-obatan kontrapsepsi, stress, merokok, konsumsi alkohol, status gizi kurang atau lebih, asupan zat gizi, aktifitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan indeks massa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 01 Cikarang Pusat tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 225 orang dan sampel sebanyak 144 orang. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner, Stadiometer, dan timbangan. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara indeks masa tubuh (ρ= 0,000), dengan keteraturan siklus menstruasi. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara pola konsumsi (ρ=0,354), dengan keteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi dan tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi dengan keteraturan siklus mentruasi. Diharapkan remaja putri lebih memperhatikan pola konsumsi dan indeks masa tubuh agar tidak menganggu keteraturan siklus menstruasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 28-35 hari setiap kali periode menstruasi. Siklus menstruasi dikatakan tidak normal yaitu berkisar jika 28 -35 hari, oleh karena itu banyak sekali penyebab remaja mengalami menstruasi tidak teratur faktornya berupa Stres, pola tidur yg tidak menentu, kadar hormon tidak stabil. Tujuan penelitian ini Dalam penelitian ini, Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Cetak : Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Kelas X Tentang Menstruasi Tidak Teratur Di Sma Negeri 1 Sukawangi Bekasi 2023. Menggunakan jenis penelitian Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest – Posttest Teknik. pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 75 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media cetak leaflet. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji T-Test diperoleh nilai p-value 0,000 α (0,01). Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan Media Cetak : Leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri. Bagi Remaja putri di Sma Negeri 1 Sukawangi disarankan agar banyak mencari informasi melalui media digital yang mudah diakses tentunya dengan tetap memperhatikan keilmiahannya sehingga meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya Menstrusi tidak teratur.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea (nyeri menstruasi) dapat bersifat primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan kejadian dismenorea di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran Tahun 2020.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang mempelajari korelasi antara paparan dan efek dengan cara mengamati paparan dan efek pada waktu yang bersamaan. Populasinya adalah seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 121 orang karena adanya pandemi covid-19 maka hanya menggunakan 30 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dengan secara online melalui goggle form.
Hasil penelitian Uji Statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara dismenorea dengan usia menarche dengan nilai P. value = 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 9,750, ada hubungan antara dismenorea dengan siklus menstruasi dengan nilai 0.009 (P˂α 0.05) dan OR 10,000, ada hubungan antara dismenorea dengan volume darah dengan nilai 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 7,467, ada hubungan antara dismenorea dengan pola makan dengan nilai 0.004 (P˂α 0.05) dan OR 14,222 dan ada hubungan antara dismenorea dengan olahragan dengan nilai 0.002 (P˂α 0.05) dan OR 16,875.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari lima variabel tersebut ada hubungan yang bermakna antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan dismenorea pada siswi MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran tahun 2020. Saran peneliti diharapkan kepada siswi dapat melakukan pencegahan terhadap dismenorea dengan cara olahraga dan memperbaiki pola makannya supaya memperkecil kemungkinan terjadinya dismenorea.