BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis. Edukasi menggunakan media booklet merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang keputihan yang terdiri dari 20 pertanyaan benar dan salah. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 40 responden (51,95%), kategori kurang sebanyak 34 responden (44,16%), dan kategori baik sebanyak 3 responden (3,90%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 54 responden (70,1%) dan kategori cukup sebanyak 23 responden (29,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku berisiko yang sering dimulai pada usia remaja dan berdampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan adanya santri yang merokok karena kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pengetahuan pretest dan posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan merokok pada responden. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja. Media ini dapat menjadi strategi intervensi yang menarik dan edukatif bagi lingkungan pesantren untuk mencegah perilaku merokok di kalangan santri.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah dari vagina yang dapat bersifat fisiologis
maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital
menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya keputihan., sehingga perlu dicegah sejak
dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan
remaja putri mengenai keputihan. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen
dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan
tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest yang
mengukur tingkat pengetahuan tentang keputihan. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui media Leaflet.
Sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki rata-rata skor pengetahuan
responden adalah 59,41 dan Sesudah intervensi, rata-rata meningkat menjadi 84,69. Hasil uji
Wilcoxon Signed Rank menunjukkan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat
pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media
Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media Leaflet
efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan. Diharapkan media
ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan
reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Bullying bisa berdampak pada kesehatan mental, emosional, dan fisik korban. Hal ini dapat menyebabkan stres, depresi, kecemasan, isolasi sosial, rendahnya harga diri, bahkan menyebabkan trauma jangka panjang. Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) melaporkan 6.918 pada kasus kekerasan terhadap anak dari 1 Januari hingga saat ini 2024. Dibandingkan dengan 24.701 pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, lingkungan sekolah, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja putri di SMP Negeri 4 Cikarang Barat Tahun 2024. Metode : Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi remaja putri tingkat I dan tingkat II sebanyak 305 remaja putri dan sampel tingkat I dan tingkat II 83 remaja putri. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dan simpel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data penelitian ini univariat dan bivariat, dengan menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian variabel pengetahuan (p value 0,007), lingkungan sekolah (p 0,05), peran orang tua (p value 0,500), peran teman sebaya (p value 0,002). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan, lingkungan sekolah, peran teman sebaya dengan perilaku bullying dan tidak ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku bullying pada remaja putri di SMP Negeri 4 Cikarang Barat Tahun 2024. Saran dalam penelitian ini diharapkan tidak terjadi lagi kejadian bullying dan pihak sekolah lebih mengedukasi bahaya bullying.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Masa remaja adalah komponen penting dari siklus perkembangan seseorang.
Remaja yang sedang mencari jati dirinya mulai menyadari adanya kekhawatiran yang besar terhadap gaya penampilan, karena remaja merasa tidak puas dengan penampilannya. Saat ini banyak remaja yang mengonsumsi makanan yang tidak sehat yang akan berdampak terhadap status gizi seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kebiasaan makan terhadap status gizi pada remaja di SMPN 1 Sukatani. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel random sampling. Populasi dalam penelitian remaja berusia 12-15 tahun berjumlah 756 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 262 siswa SMPN 1 Sukatani. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu citra tubuh dan kebiasaan makan, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi remaja di SMPN 1 Sukatani. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-34), Adolescence Food Habits Checklist (AFHC), dan pengukuran tinggi badan serta berat badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05.Hasil : Penelitian ini menunjukkan remaja dengan usia 13 tahun 140 orang (53,4%), berjenis kelamin perempuan 154 orang (58,8%), memiliki citra tubuh tidak puas 133 orang (50,8%), mempunyai kebiasaan makan yang kurang sehat 132 orang (50,4%), dan mempunyai status gizi (IMT/U) buruk 17 orang (12,9%). Kesimpulan : Dari penelitian ini terdapat hubungan antara citra tubuh (P = 0,008) dan kebiasaan makan (P = 0,000) terhadap status gizi pada remaja di SMPN 1 Sukatani.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual pranikah adalah kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau saling mencintai, yang dilakukan sebelum perkawinan. Seks bebas atau dalam bahasa populernya disebut extra-martial intercourse atau kinky-seks merupakan bentuk pembebasan seks yang dipandang tidak wajar. Penelitian ini Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran orang tua, sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah pada kelas 10. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh kelas 10 berjumlah 159 orang dan sampel
159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan link kuesioner online. Uji statistik menggunakan uji univariat, biraviat dan uji chi-square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS diidapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap (p=0,422), tidak ada hubungan peran orangtua dengan sikap (p=0,411) dengan OR 1,335, ada hubungan sumber informasi dengan sikap (p=0,027) dengan OR
2,184. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan, peran orangtua, sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku seksual pranikah adalah kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau saling mencintai, yang dilakukan sebelum perkawinan. Seks bebas atau dalam bahasa populernya disebut extra-martial intercourse atau kinky-seks merupakan bentuk pembebasan seks yang dipandang tidak wajar. Di Indonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan usia 15-19 tahun yang mengaku pernah melakukan seksual pranikah. Bukti dari hasil riset Departemen Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa dari 1189 remaja belum menikah (berusia 13- 19 tahun) di Jawa Barat, ditemukan 7% remaja perempuan di Jawa Barat mengakui pernah mengalami kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran orang tua, sumber informasi dengan sikap bahaya seks pranikah pada remaja kelas.10 di SMK Islam Al-Amin tahun 2023
Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh siswa kelas 10 yang berjumlah 159 orang dan sampel 159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner link google form. Uji statistik menggunakan uji univariat, biraviat dan uji chi-square.
Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS diidapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap (ρ=0,422), tidak ada hubungan peran orangtua dengan sikap (ρ=0,411) dengan OR 1,335, ada hubungan sumber informasi dengan sikap (ρ=0,027) dengan OR 2,184.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan peran orangtua dengan sikap remaja menganai seks pranikah dan ada hubungan antara sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah.