Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: bullying
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Fatherless, Mekanisme Koping, Media Sosial dan Bullying Dengan Kesehatan Mental Remaja di SMAN X Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja merupakan kondisi penting yang menentukan kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan hidup, berinteraksi sosial, dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental cenderung menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan stres, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan prestasi akademik. Salah satu faktor risiko yang signifikan adalah fatherless, yaitu ketidakhadiran peran ayah secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menurunkan rasa percaya diri, meningkatkan kecemasan, serta memengaruhi regulasi emosi remaja. Selain itu, kemampuan remaja dalam mengatasi tekanan dipengaruhi oleh mekanisme koping yang mereka gunakan. Strategi koping adaptif dapat memperkuat kesehatan mental, sementara koping maladaptif dapat memperburuk kondisi psikologis. Penggunaan media sosial yang cenderung negatif juga berdampak pada kesehatan mental, karena dapat memicu perbandingan sosial, kecemasan, dan stres. Di sisi lain, pengalaman bullying yang sering, baik di dunia nyata maupun melalui dunia maya, meningkatkan risiko gangguan psikologis dan menurunkan kesejahteraan emosional remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini secara simultan, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif tentang determinan kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fatherless, mekanisme koping, media sosial, dan bullying dengan kesehatan mental remaja di SMAN X tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner fatherless, mekanisme koping, media sosial, bullying dan DASS-Y yang disebarkan kepada seluruh populasi (purposive sampling) sebanyak 72 responden berusia 15–16 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fatherless dengan kesehatan mental (r= 0,505; p= 0,000) dengan kekuatan hubungan sedang. Mekanisme koping memiliki hubungan paling kuat dengan kesehatan mental (r= 0,619; p= 0,000), diikuti oleh pengalaman bullying (r= 0,551; p= 0,000) dan dampak negatif penggunaan media sosial (r= 0,523; p= 0,000).Kesimpulan: Kondisi fatherless, mekanisme koping, penggunaan media sosial, dan pengalaman bullying secara signifikan berhubungan dengan kesehatan mental remaja. Strategi koping adaptif dapat menjadi faktor protektif, sedangkan ketidakhadiran ayah, paparan media sosial negatif, dan bullying meningkatkan risiko gangguan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan koping yang sehat, pengawasan penggunaan media sosial, serta pencegahan bullying untuk menjaga kesehatan mental remaja

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Putri di SMP Negeri 4 Cikarang Barat Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Bullying bisa berdampak pada kesehatan mental, emosional, dan fisik korban. Hal ini dapat menyebabkan stres, depresi, kecemasan, isolasi sosial, rendahnya harga diri, bahkan menyebabkan trauma jangka panjang. Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) melaporkan 6.918 pada kasus kekerasan terhadap anak dari 1 Januari hingga saat ini 2024. Dibandingkan dengan 24.701 pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, lingkungan sekolah, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja putri di SMP Negeri 4 Cikarang Barat Tahun 2024. Metode : Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi remaja putri tingkat I dan tingkat II sebanyak 305 remaja putri dan sampel tingkat I dan tingkat II 83 remaja putri. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dan simpel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data penelitian ini univariat dan bivariat, dengan menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian variabel pengetahuan (p value 0,007), lingkungan sekolah (p 0,05), peran orang tua (p value 0,500), peran teman sebaya (p value 0,002). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan, lingkungan sekolah, peran teman sebaya dengan perilaku bullying dan tidak ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku bullying pada remaja putri di SMP Negeri 4 Cikarang Barat Tahun 2024. Saran dalam penelitian ini diharapkan tidak terjadi lagi kejadian bullying dan pihak sekolah lebih mengedukasi bahaya bullying.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas VII Dan VIII Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang di mana ada hasrat untuk melukai, membuat tertekan, depresi dan tidak berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambun selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 527 orang dan sampel penelitian 89 orang responden dengan cara proportional stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan perilaku bullying sebanyak 71 siswa/siswi (80%), perilaku bullying fisik 11 (12%), bullying verbal 34 (39%), Bullying relasional 10 (11%), Cyber bullying 9 (10%) dan bullying tidak langsung 7 (8%), jenis kelamin laki-laki yang melakukan bullying 29 siswa (78%) dan perempuan melakukan bullying 42 siswi (81%), pola asuh orang tua demokratis 46 (52%), pola asuh otoriter 31 (35%), pola asuh permisif 12 (13%). pernah mengalami bullying 55 (62%), dan tidak pernah mengalami bullying 34 (38%), pengaruh teman sebaya positif sebanyak 31 (35%), dan pengaruh negatif 58 (65%). Kesimpulan : Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan memiliki tingkat perilaku bullying yang tinggi. Untuk siswa/siswi sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari perilaku bullying.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail