BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang
sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta
kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap
sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara
mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V
dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian
adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan
analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi
pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas
sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan
sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada
aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan:
Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi
kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan
preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam
membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Stroke adalah suatu penyakit saraf akibat penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah diotak yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh. Hal tersebut berdampak pada perubahan body image pasien stroke, baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengalaman pasien stroke setelah mengalami stroke di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi dengan metode wawancara mendalam terhadap 8 partisipan. Data berupa rekaman wawancara dan catatan lapangan, dibuat transkip dan dianalisis menggunakan teknik Colaizzi (1978).
Hasil penelitian didapatkan empat tema, yaitu pengetahuan pasien mengenai stroke, respon psikologis, upaya pencegahan stroke berulang, dan harapan pasien setelah stroke. Hasil penelitian menunjukkan pasien menginterpretasikan stroke sesuai apa yang mereka rasakan baik secara fisik maupun psikologis. Respon pasien terhadap stroke dipengaruhi oleh koping individu yang berdampak pada intervensi yang akan dilakukan setelah mengalami stroke. hal tersebut memberikan gambaran pada penatalaksanaan stroke dari segi fisik dan psikologis guna tercapainya tujuan asuhan keperawatan.
Diharapkan perawat harus memperhatikan aspek psikologis dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien stroke dengan cara meningkatkan kemampuan aspek positif pada pasien stroke berupa cognitive behavior dan cognitive behaviour therapy